Peringatan HKSN Lahirkan Piagam Makassar

C R E A T E D   B Y     

Peringatan HKSN Lahirkan Piagam Makassar

Sulawesi Selatan,

Warga negara Indonesia masih banyak yang mengalami persoalan sosial, diantaranya tidak terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat, hak sipil setiap warga dari berbagai resiko yang menyangkut siklus hidup belum terlindungi dengan baik, ketidak pastian ekonomi akses pelayanan dasar, dan resiko sosial maupun politik serta tidak adanya jaminan keberlangsungan hidup. Persoalan ini hanya bisa diselesaikan dengan adanya sikap untuk menumbuhkan kesetiakawanan sosial. Hal ini diungkapkan Menteri Sosial RI, Salim Segaf Al Jufri pada peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) yang dipusatkan di lapangan Karebosi Makassar, Sabtu 21 Desember 2013.

Menurut Salim, penyandang masalah sosial di Indonesia untuk kalangan lanjut usia berjumlah 2,8 juta orang, komunitas adat tertinggal sebanyak 200 ribu kepala keluarga dan anak terlantar berjumlah 2,4 juta. Lansia hanya mampu ditangani sebanyak 50 ribu orang, sedangkan masyarakat adat hanya mampu disentuh sekitar 50 persen.

Salim berharap, peringatan HKSN ini dapat menjadi instrumen untuk menggerakkan dan membangkitkan kembali nilai-nilai kesetiakawanan sosial  yang selama ini memang sudah tertanam dimasyarakat. Untuk itu pendekatan harus dilakukan secara kolektif, dimulai dari pusat, provinsi, kabupaten/kota, hingga keseluruh desa di Indonesia.

Sementara, Gubernur Sulawesi Selatan, DR. H. Syahrul Yasin Limpo, SH.,M.Si.,M.H dalam sambutannya mengatakan bahwa Sulsel dipilih menjadi tempat pelaksanaan HKSN karena Sulsel berada di tengah-tengah Indonesia dan menjadi pilar utama bangsa Indonesia sekaligus simpul jejaring akselerasi kesejahteraan masyarakat di seluruh Indonesia. Oleh karena itu Syahrul berharap keberadaan kita di tempat ini tidak lain adalah untuk menjawab masa depan bangsa Indonesia agar kekeringan sosial yang selama ini kita rasakan ada dan hadirnya ketidakperdulian sesama nasional, hari ini kita jawab dengan HKSN.

Syahrul berharap segala kekeringan sosial yang ada mampu disirami oleh rasa kesetiakawanan nasional yang intinya adalah jati diri kehidupan bangsa kita yang memang harus tetap kita jaga dan dipertahankan. Diharapkan HKSN dapat menjadi sebuah rumusan yang linier, terstruktur, sistematik dan berkesinambungan dan Piagam Makassar yang isinya adalah kesetiakawanan nasional merupakan kemauan kita secara fanatic untuk menjaga keamanan nasional.

Peringatan HKSN ini ditandai dengan penandatanganan Piagam Makassar yang berisi sejumlah point untuk menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam hal kegiatan sosial yang dilakukan oleh 34 gubernur se Indonesia. Deklarasi yang diorientasikan untuk kesetiakawanan sosial ini berisi empat poin penting, yaitu komitmen menggelar bulan bakti selama sebulan penuh untuk kegiatan kesetiakawanan sosial, pembentukan satuan tugas kesetiakawanan sesila di setiap provinsi, pembentukan komite nasional untuk kesetiakawanan sosial, yakni tekad untuk terus mengawal dan merevitalisasi program nasional, serta pembentukan pos komunikasi sosial.

Hadir pada acara ini Menko Kesra, Ir. Agung Laksono, Ketua DPD RI, Irman Gusman, Gubernur Se Indonesia, Walikota/Bupati Kabupaten/Kota se Sulsel dan seluruh Muspida se Sulsel.

Hr/Tn ( Senin, 23 Desember 2013)










0 Komentar

Komentar Berita

© 2014 Sulawesi Selatan. Developed by: Pemerintah Sulawesi Selatan

Ke Atas