website resmi pemerintah provinsi sulawesi selatan http://sulselprov.go.id

Istrimu Jimatmu!

  • 1461 pengunjung
  • 2297 hits
  • 24 Feb 2016

KETIKA Prof. Ahmad Amiruddin (mantan Gubernur Sulsel dan Rektor Unhas) menghembuskan nafas terakhir di ICU RS. Wahidin Sudirohusodo, pemandangan di sekitar jenazah tidak kalah memprihatinkan. Pasalnya, hampir semua tempat tidur terdapat pasien yang gawat. Nafasnya tersengal. Bunyi mesin yang sangat bising dengan 12 selang infus dan mesin cuci darah di sekitarnya – menurutku sangat menakutkan – nampak dalam kondisi seperti itu manusia sudah sangat tak berdaya.

            Tentulah sebelumnya dia gagah, dia jago, dia hebat, tetapi kini seakan tak ada lagi gunanya. Tinggallah matanya menerawang tak jelas. Cenderung menyeramkan. Tangan dan kaki hampir semua di ikat agar tidakmeronta-ronta. Pun, aku sekonyong-konyong merasa: aku berbakat ke arah sana!

            Sakit dan mati memang tetap saja rahasia Ilahi. Akan tetapi, saya tetap perharap, semoga Tuhan tidaklah membuatku separah itu. dan, semoga ada jalan yang lebih mudah dari itu kalau harus mati. Astagfirullah!

            Dari semua fenomena di ICU itu, ternya ada yang tidak kalah dahsyat dan mengesankan, karena semua yang hadir menjaga pasien nafasnya satu-satu itu, adalah hanya istrinya, istrinya yang mungkin bisa diomeli oleh para suami, istrinya yang sering dia tinggalkan dan dimarahi. Sambil kelelahan melawan kantuk, kecapean dan tertatih-tatih setiap menjaga disamping suaminya – ada yang bahwan tidur berdiri, duduk disamping suaminya, mengusap, membersihakan, mengganti yang kotor, dan lain-lain.

            Mereka yang setia itu istri. Istri mereka! Adapun anak-anaknya, hanya keluar masuk, melihat sebantar, tanya kiri kanan, lalu pulang. Tetapi istri dengan segala ketabahan, setia menemani serta berada disekitarnya, mungkin sampai ajal menjemput.

            Kalau begitu, jagalah Istri! Istrimu adalah jimatmu yang setia sampai akhir hayatmu. Ingatlah, yang menjaga kita dalam suasanan suka dan duka adalah istri. Makanya, janganlah membuat istri sakit hati. Sayangilah. Manjakanlah. Buatlah dia senang. Toh, istri bukan melulu materi yang dia cari, tetapi justru kasih sayang, perhatian, dan perlindungan dari suaminya.

 

(Makassar, 22 Maret 2014)

Terkait

    • 1462 pengunjung
    • 2236 hits
    • 22 02 2016

    Seorang panglima perang yang tangguh mengajak seluruh anak buahnya untuk merebut pulau. Setelah seluruh perahu bersandar di pantai pulau yang akan direbut, dia kemudian memerintahkan untuk membakar semua perahu yang ada di pantai “Don’t look back”-teriaknya itulah makna “the point of no return,” titik dimana tidak ada lagi kesempatan untuk kembali. Tekad itu merupakan suatu upaya menghadirkan keberanian karena meyakini kebenaran dan berjuang tanpa kata menyerah. Makanya, “don’t stop!” hingga berhasil merebut pulau tersebut.*

                                                                                                                                                    (5 Juli 2012)

    Selengkapnya.
    • 1427 pengunjung
    • 2138 hits
    • 22 02 2016

    Kalau kita berjalan danterus melangkah memperjuangkan kebenaran yang hendak diraih, maka satu-satunya peluang adalah terus melangkah dan menaklukkan apapun yang yang ada di hadapan kita. Bila ada jalan buntu, maka pilihannya hanya : 1) menerima apa adanya dan menyerah; serta 2) berpikira dan mengerahkan segala upaya menerobos dan menemukan jalan baru untuk menggapai tujuan. Apalagi, keadaan-keadaan mendesak justru menjadi kjreativitas dan motivasi untuk meraihnya, “Never give up” (tak pernah menyerah). Toh, kita berada pada posisi “the point of no return”. Maka, “Don‘t Stop, Komandan!”*

     

                                                                                                                                                    (5 Juli 2012)

    Selengkapnya.
    • 1494 pengunjung
    • 2278 hits
    • 22 02 2016

    Teman adalah jimat dan obat mujarab serta mampu menyembuhkan berbagai penyakit. Untuk itu, kita semua wajib menjaga pertemanan dan sebisa mungkin jangan dikecewakan. Toh, teman menjadi solusi terbaik kalau kita stress, teman adalah penasihat dan penular kebaikan, teman juga memberi dukungan saat kita susah dan membutuhkan pertolongan, teman bahkan menjauhkan kita dari masalah dan depresi. Bahkan, temanlah yang memperkuat dan mendukung semua cita-cita dan harapan kita. Makanya, mari kita perbanyak teman. Jaga sikap kita untuk keutuhan pertemanan. Kembangkan sikap mau membantu, antusias, berjiwa besar, dan selalu terbuka untuk saling memberi. Mari kita tidak saling mengecewakan teman. Dan kamu temanku, saya temanmu!*     

     

                                                                                                                                                                    (14 Juli 2012)

    Selengkapnya.

menu lainnya