website resmi pemerintah provinsi sulawesi selatan http://sulselprov.go.id

Jepang Fokus Berusaha

  • 1464 pengunjung
  • 2199 hits
  • 23 Feb 2016

Ketika saya dan delegasi naik kereta super cepat Shinkansen Japan Railway, saya membayangkan Sulsel juga punya. Kereta ini milik Tommy City Nagano. Artinya, jaringannya negara yang punya. Keretanya provinsi yang punya. Duh, andai bisa di Sulsel maka pendapatannya ada untuk provinsi.

Dalam perjalanan, kita makan kacang tanah dan mente. Juga makanan laut seperti cumi-cumi dan kima yang dikemas kayak permen. Harganya 10.000 yen. Ya kurang lebih antara 30.000 rupiah sampai 115.000 rupiah. Padahal di Makassar, kacang mente hanya 40.000 rupiah per kilogram. Kalau ikan laut paling mahal 50.000 perkilogram. Terlampau banyak keuntungan orang Jepang. Pantas dia kaya-kaya, tetapi kenapa kita tidak bisa dan tetap miskin. Mengapa?

Saya mereka-reka, jawabannya orang Jepang senantias fokus kalau berusaha. Konsisten kalau bekerja. Memiliki karakter dalam berperilaku. Baik hati walaupum sombong. Jujur dan setia, loyal dan menghormati adat dan budayanya. Peduli dan disiplin. Pantas saja kalau income perkapita orang Jepang mencapai hingga 427 juta rupia per orang. Bandingkan Sulsel yang hanya Rp 19 juta per orang.

@ Nagano-Jepang, 7 Mei 2013

Terkait

    • 1468 pengunjung
    • 2240 hits
    • 22 02 2016

    Seorang panglima perang yang tangguh mengajak seluruh anak buahnya untuk merebut pulau. Setelah seluruh perahu bersandar di pantai pulau yang akan direbut, dia kemudian memerintahkan untuk membakar semua perahu yang ada di pantai “Don’t look back”-teriaknya itulah makna “the point of no return,” titik dimana tidak ada lagi kesempatan untuk kembali. Tekad itu merupakan suatu upaya menghadirkan keberanian karena meyakini kebenaran dan berjuang tanpa kata menyerah. Makanya, “don’t stop!” hingga berhasil merebut pulau tersebut.*

                                                                                                                                                    (5 Juli 2012)

    Selengkapnya.
    • 1433 pengunjung
    • 2141 hits
    • 22 02 2016

    Kalau kita berjalan danterus melangkah memperjuangkan kebenaran yang hendak diraih, maka satu-satunya peluang adalah terus melangkah dan menaklukkan apapun yang yang ada di hadapan kita. Bila ada jalan buntu, maka pilihannya hanya : 1) menerima apa adanya dan menyerah; serta 2) berpikira dan mengerahkan segala upaya menerobos dan menemukan jalan baru untuk menggapai tujuan. Apalagi, keadaan-keadaan mendesak justru menjadi kjreativitas dan motivasi untuk meraihnya, “Never give up” (tak pernah menyerah). Toh, kita berada pada posisi “the point of no return”. Maka, “Don‘t Stop, Komandan!”*

     

                                                                                                                                                    (5 Juli 2012)

    Selengkapnya.
    • 1498 pengunjung
    • 2280 hits
    • 22 02 2016

    Teman adalah jimat dan obat mujarab serta mampu menyembuhkan berbagai penyakit. Untuk itu, kita semua wajib menjaga pertemanan dan sebisa mungkin jangan dikecewakan. Toh, teman menjadi solusi terbaik kalau kita stress, teman adalah penasihat dan penular kebaikan, teman juga memberi dukungan saat kita susah dan membutuhkan pertolongan, teman bahkan menjauhkan kita dari masalah dan depresi. Bahkan, temanlah yang memperkuat dan mendukung semua cita-cita dan harapan kita. Makanya, mari kita perbanyak teman. Jaga sikap kita untuk keutuhan pertemanan. Kembangkan sikap mau membantu, antusias, berjiwa besar, dan selalu terbuka untuk saling memberi. Mari kita tidak saling mengecewakan teman. Dan kamu temanku, saya temanmu!*     

     

                                                                                                                                                                    (14 Juli 2012)

    Selengkapnya.

menu lainnya