website resmi pemerintah provinsi sulawesi selatan http://sulselprov.go.id

Kita Keluarga Pahlawan (3)

  • 1464 pengunjung
  • 2182 hits
  • 22 Feb 2016

Pahlawan dan penghormatan kepada mereka yang telah berjasa pada negeri kehidupan bagaikan pelengkap album foto keluarga saja yang tidak meninggalkan pesan lagi. Kita seakan lupa pesan bijak bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang dapat menghargai pahlawannya.

Negara yang bisa maju adalah negara yang berdiri tegak bermartabat dengan idealisme dan jati dirinya. Bila ada negara yang kehilangan jati diri, dia akan melayang dan tumbang – minimal kekuatannya tergadai dari bangsa lain. Lantas bagaimana  Indonesia di kekinian. ?

Tentulah kita ingin jangan sampai negeri kita kehilangan wibawa, kehilangan jati diri, dan tetap memiliki martabat tinggi yang disegani. Kita tak ingin NKRI tercabik. Dan untuk menjaga segala keutuhan itu, kita haruslah berjuang tiada henti di tengah kehidupan yang dipengaruhi globalisme kultur. Toh, seperti pesan Tetta : “menjadi pahlawan tidak harus identik dengan angkat senjata. Kalau kamu telah melakukan sesuatu upaya positif dan bermakna pada orang lain dan meringankan beban negara, maka kamu adalah pahlawan”.*

 

                                                                                                                (10 November 2012)

Terkait

    • 1460 pengunjung
    • 2235 hits
    • 22 02 2016

    Seorang panglima perang yang tangguh mengajak seluruh anak buahnya untuk merebut pulau. Setelah seluruh perahu bersandar di pantai pulau yang akan direbut, dia kemudian memerintahkan untuk membakar semua perahu yang ada di pantai “Don’t look back”-teriaknya itulah makna “the point of no return,” titik dimana tidak ada lagi kesempatan untuk kembali. Tekad itu merupakan suatu upaya menghadirkan keberanian karena meyakini kebenaran dan berjuang tanpa kata menyerah. Makanya, “don’t stop!” hingga berhasil merebut pulau tersebut.*

                                                                                                                                                    (5 Juli 2012)

    Selengkapnya.
    • 1425 pengunjung
    • 2136 hits
    • 22 02 2016

    Kalau kita berjalan danterus melangkah memperjuangkan kebenaran yang hendak diraih, maka satu-satunya peluang adalah terus melangkah dan menaklukkan apapun yang yang ada di hadapan kita. Bila ada jalan buntu, maka pilihannya hanya : 1) menerima apa adanya dan menyerah; serta 2) berpikira dan mengerahkan segala upaya menerobos dan menemukan jalan baru untuk menggapai tujuan. Apalagi, keadaan-keadaan mendesak justru menjadi kjreativitas dan motivasi untuk meraihnya, “Never give up” (tak pernah menyerah). Toh, kita berada pada posisi “the point of no return”. Maka, “Don‘t Stop, Komandan!”*

     

                                                                                                                                                    (5 Juli 2012)

    Selengkapnya.
    • 1492 pengunjung
    • 2277 hits
    • 22 02 2016

    Teman adalah jimat dan obat mujarab serta mampu menyembuhkan berbagai penyakit. Untuk itu, kita semua wajib menjaga pertemanan dan sebisa mungkin jangan dikecewakan. Toh, teman menjadi solusi terbaik kalau kita stress, teman adalah penasihat dan penular kebaikan, teman juga memberi dukungan saat kita susah dan membutuhkan pertolongan, teman bahkan menjauhkan kita dari masalah dan depresi. Bahkan, temanlah yang memperkuat dan mendukung semua cita-cita dan harapan kita. Makanya, mari kita perbanyak teman. Jaga sikap kita untuk keutuhan pertemanan. Kembangkan sikap mau membantu, antusias, berjiwa besar, dan selalu terbuka untuk saling memberi. Mari kita tidak saling mengecewakan teman. Dan kamu temanku, saya temanmu!*     

     

                                                                                                                                                                    (14 Juli 2012)

    Selengkapnya.

menu lainnya