website resmi pemerintah provinsi sulawesi selatan http://sulselprov.go.id

Partai Golkar

  • 1366 pengunjung
  • 1905 hits
  • 11 Apr 2016

Dengan kisruh Golkar saat ini, seharusnya menjadi pembelajaran politik dan managemen pengorganisasian bagi kader Golkar – berada dalam partai besar dan tua serta berpengalaman seperti Golkar ini. Karena itu, Golkar harus melakukan re-evaluasi atas system kepemimpinan, mekanisme organisasi dan pola kaderisasi yang selama ini berlangsung. Kita harus mampu mengidentifikasi dimana titik-titik kelemahan dalam rekruitmen kepemimpinan, sesuai tuntutan era kekinian, termasuk mengorganisasi dalam pengelolaan kader partai yang berada pada semua level dan jenis profesionalisme yang ada. Sebelum kita  menyusun konstruksi program-program prorakyat, memperkuat perjuangan Golkar yang selalu menamakan dirinya bagian dari suara rakyat, sebagai landasan bagi Golkar kalau mau memimpin Indonesia dalam decade mendatang.

Golkar memerlukan kepemimpinan yang mampu memberi inspirasi bagi lahirnya konsep-konsep yang cemerlang dari seluruh jajarannya dalam merespon tantangan-tantangan baru di bidang politik, pemerintahan, hukum, etika, sosial, budaya dan ekonomi. Kepemimpinan yang cerdas, terbuka dan akomodatif akan menghindarkan Golkar dari semua potensi disharmoni dan mengharamkan perpecahan. Mekanisme organisasi perlu ditata ulang agar segala perbedaan pandangan, konsep, dan prioritas gerakan pemilik ruang yang cukup untuk diuji dan diperdebatkan secara fair sehingga setiap partisipan merasa dihargai dan direspon pandangan dan gagasannya secara proposional.

Bersamaan dengan itu, kita bangun consensus etik bahwa sekali keputusan diambil semua pihak harus menerima dan menjalankannya dengan legowo. Kesimpulan dan keputusan organisasi menjadi milik bersama dank arena itu dijalankan bersama-sama. Apabila setelah keputusan ditetapkan masih ada ketidakpuasan, sikap itu secara etika tidak selayaknya disampaikan ke publik, apabila disertai gerakan pembangkangan atau sempalan. Secara etika, sikap dan prilaku seperti itu termasuk kategori kepengecutan dan penghianatan terhadap integritas organisasi.

20 Maret 2015        

Terkait

    • 1460 pengunjung
    • 2235 hits
    • 22 02 2016

    Seorang panglima perang yang tangguh mengajak seluruh anak buahnya untuk merebut pulau. Setelah seluruh perahu bersandar di pantai pulau yang akan direbut, dia kemudian memerintahkan untuk membakar semua perahu yang ada di pantai “Don’t look back”-teriaknya itulah makna “the point of no return,” titik dimana tidak ada lagi kesempatan untuk kembali. Tekad itu merupakan suatu upaya menghadirkan keberanian karena meyakini kebenaran dan berjuang tanpa kata menyerah. Makanya, “don’t stop!” hingga berhasil merebut pulau tersebut.*

                                                                                                                                                    (5 Juli 2012)

    Selengkapnya.
    • 1425 pengunjung
    • 2136 hits
    • 22 02 2016

    Kalau kita berjalan danterus melangkah memperjuangkan kebenaran yang hendak diraih, maka satu-satunya peluang adalah terus melangkah dan menaklukkan apapun yang yang ada di hadapan kita. Bila ada jalan buntu, maka pilihannya hanya : 1) menerima apa adanya dan menyerah; serta 2) berpikira dan mengerahkan segala upaya menerobos dan menemukan jalan baru untuk menggapai tujuan. Apalagi, keadaan-keadaan mendesak justru menjadi kjreativitas dan motivasi untuk meraihnya, “Never give up” (tak pernah menyerah). Toh, kita berada pada posisi “the point of no return”. Maka, “Don‘t Stop, Komandan!”*

     

                                                                                                                                                    (5 Juli 2012)

    Selengkapnya.
    • 1492 pengunjung
    • 2277 hits
    • 22 02 2016

    Teman adalah jimat dan obat mujarab serta mampu menyembuhkan berbagai penyakit. Untuk itu, kita semua wajib menjaga pertemanan dan sebisa mungkin jangan dikecewakan. Toh, teman menjadi solusi terbaik kalau kita stress, teman adalah penasihat dan penular kebaikan, teman juga memberi dukungan saat kita susah dan membutuhkan pertolongan, teman bahkan menjauhkan kita dari masalah dan depresi. Bahkan, temanlah yang memperkuat dan mendukung semua cita-cita dan harapan kita. Makanya, mari kita perbanyak teman. Jaga sikap kita untuk keutuhan pertemanan. Kembangkan sikap mau membantu, antusias, berjiwa besar, dan selalu terbuka untuk saling memberi. Mari kita tidak saling mengecewakan teman. Dan kamu temanku, saya temanmu!*     

     

                                                                                                                                                                    (14 Juli 2012)

    Selengkapnya.

menu lainnya