website resmi pemerintah provinsi sulawesi selatan http://sulselprov.go.id

Prinsip Mengemban Amanah

  • 1686 pengunjung
  • 3703 hits
  • 23 Feb 2016

Ada tiga pendekatan yang harus kita ingat sebagai orang yang mengemban amanah dan menjadi pendekatan budaya dan filosofi hidup. Pertama, kita harus menyadari bahwa hidup ini sangat singkat,”live is a shorty”, kita tidak rasa umur kita bertambah terus, baru saja tahun baru kita bertambah terus, baru saja tahun baru kita tahun baru lagi. Tidak terasa umur kita tiga puluh, empat puluh, lima puluh kayaknya masih kemarin. Oleh karena itu, hidup itu adalah ibadah, jangan biarkan umur yang berjalan cepat dan pendek itu tidak dibarengi dengan hadirnya pendekatan-pendekatan sunnatullah bagi ibadah-ibadah dan amalan-amalan yang baik.

Kedua, hidup ini hanya punya arti kalau diisi dengan kasih sayang dan kecintaan kita kepada alam, kepada manusia, kepada binatang dan kepada kehidupan itu sendiri. Hadirkan cinta kasih, hadirkan kasih sayang. Hadirkan cinta kasih, hadirkan keluarga yang penuh kedamaian, juga hadirnya damai di berbagai lini kehidupan. Hanya orang damai yang bisa menjaga segala sesuatunya bermakna dalam kehidupan. Walaupun kita punya harta besar dan banyak, walaupun kita memiliki materi yang banyak, tetapi kemudian kita kehilangan cinta dan kasih sayang, maka materi itu tidak memberi apa-apa, materi itu tidak bisa menjadi rahmat. Dan akhirnya kita bisa kehilangan materi itu.

Oleh karena itu, selain kesadaran  tentang singkatnya hidup, serta perlunya kehidupan diisi dengan cinta dan kasih sayang, tentu saja barulah bermakna meninggal dunia yang singkat ini apabila kita mampu mewariskan kehidupan yang bermakna, ‘live is legacy”. Ada karya yang bisa dikenang oleh orang-orang di belakang. Sebab, hanya itulah (karya) persembahan yang bisa kita persembahankan pada Allah, dunia dan anak cucu kita.*

Terkait

    • 1460 pengunjung
    • 2235 hits
    • 22 02 2016

    Seorang panglima perang yang tangguh mengajak seluruh anak buahnya untuk merebut pulau. Setelah seluruh perahu bersandar di pantai pulau yang akan direbut, dia kemudian memerintahkan untuk membakar semua perahu yang ada di pantai “Don’t look back”-teriaknya itulah makna “the point of no return,” titik dimana tidak ada lagi kesempatan untuk kembali. Tekad itu merupakan suatu upaya menghadirkan keberanian karena meyakini kebenaran dan berjuang tanpa kata menyerah. Makanya, “don’t stop!” hingga berhasil merebut pulau tersebut.*

                                                                                                                                                    (5 Juli 2012)

    Selengkapnya.
    • 1425 pengunjung
    • 2136 hits
    • 22 02 2016

    Kalau kita berjalan danterus melangkah memperjuangkan kebenaran yang hendak diraih, maka satu-satunya peluang adalah terus melangkah dan menaklukkan apapun yang yang ada di hadapan kita. Bila ada jalan buntu, maka pilihannya hanya : 1) menerima apa adanya dan menyerah; serta 2) berpikira dan mengerahkan segala upaya menerobos dan menemukan jalan baru untuk menggapai tujuan. Apalagi, keadaan-keadaan mendesak justru menjadi kjreativitas dan motivasi untuk meraihnya, “Never give up” (tak pernah menyerah). Toh, kita berada pada posisi “the point of no return”. Maka, “Don‘t Stop, Komandan!”*

     

                                                                                                                                                    (5 Juli 2012)

    Selengkapnya.
    • 1492 pengunjung
    • 2277 hits
    • 22 02 2016

    Teman adalah jimat dan obat mujarab serta mampu menyembuhkan berbagai penyakit. Untuk itu, kita semua wajib menjaga pertemanan dan sebisa mungkin jangan dikecewakan. Toh, teman menjadi solusi terbaik kalau kita stress, teman adalah penasihat dan penular kebaikan, teman juga memberi dukungan saat kita susah dan membutuhkan pertolongan, teman bahkan menjauhkan kita dari masalah dan depresi. Bahkan, temanlah yang memperkuat dan mendukung semua cita-cita dan harapan kita. Makanya, mari kita perbanyak teman. Jaga sikap kita untuk keutuhan pertemanan. Kembangkan sikap mau membantu, antusias, berjiwa besar, dan selalu terbuka untuk saling memberi. Mari kita tidak saling mengecewakan teman. Dan kamu temanku, saya temanmu!*     

     

                                                                                                                                                                    (14 Juli 2012)

    Selengkapnya.

menu lainnya