website resmi pemerintah provinsi sulawesi selatan http://sulselprov.go.id

Strategi Fundamental Nilai Religi

  • 1430 pengunjung
  • 2169 hits
  • 24 Feb 2016

Setiap daerah perlu menanamkan nilai-nilai religiusitas dalam mendorong akselerasi pembangunan. Sebab, nilai religi akan memberi warna terhadap segala aspek kehidupan. Tidak saja dalam layanan pemerintah, tetapi juga dalam bidang sosial kemasyarakatan. Nilai-nilai religiusitas tidak bisa diletakkan sebagai boneka hiasan atau seperti bayang-bayang. Padahal dalam sebuah religiusitas, tetap ada keseriusan.

Religi merupakan strategi fundamental untuk menggapai segala hal yang bermakna sebagai ideologi dasar. Dan dalam kehidupan ada beberapa kebenaran yang harus terus dipegang dan dijunjung tinggi. Antara lain, kebenaran-kebenaran lainnya menjadi lebih baik. Dari kebenaran religi akan menghadirkan kebenaran filosofis. Itu berarti logika matriks akal manusia baik di Indonesia, di dunia lain membenarkannya, misalnya membunuh yang semua orang tidak membenarkannya.

Era globalisasi yang ditandai dengan perkembangan informasi dan teknologi yang sangat pesat juga menuntut adanya keseimbangan dinamis antara modernitas dan aspek religi. Tidak bisa dipungkiri, banyak generasi muda yang terpengaruh modernitas dan terjerumus ke lubang kesengsaraan karena mengabaikan aspek religiusitas. Karenanya diperlukan upaya untuk menyeimbangkan pemahaman  orang terhadap agama dan modernitas. Pemahaman orang terhadap agama akan melahirkan sikap keimanan dan ketaqwaan (Imtaq), sedang penguasaan terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) di era modernisasi dan industrialisasi mutlak diperlukan.

Dengan demikian sesungguhnya yang diperlukan di era modern ini tidak lain adalah penguasaan terhadap imtaq dan iptek sekaligus adalah melalui jalur pendidikan. Dalam konteks inilah pendidikan sebagai sebuah sistem harus didesain sedemikian rupa guna memproduk manusia yang seutuhnya yakni manusia yang tidak hanya menguasai iptek melainkan juga mampu memahami ajaran agama sekaligus mengimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Nilai relegi memang merupakan salah satu strategi fundamental dalam menyukseskan pembangunan. Nilai inilah yang di kekinian mulai tergerus di jiwa banyak orang sehingga melalaikan kepercayaan rakyat yang mesti dijunjung tinggi.

                                                                                                      @ Makassar, 16  September 2013

Terkait

    • 1462 pengunjung
    • 2236 hits
    • 22 02 2016

    Seorang panglima perang yang tangguh mengajak seluruh anak buahnya untuk merebut pulau. Setelah seluruh perahu bersandar di pantai pulau yang akan direbut, dia kemudian memerintahkan untuk membakar semua perahu yang ada di pantai “Don’t look back”-teriaknya itulah makna “the point of no return,” titik dimana tidak ada lagi kesempatan untuk kembali. Tekad itu merupakan suatu upaya menghadirkan keberanian karena meyakini kebenaran dan berjuang tanpa kata menyerah. Makanya, “don’t stop!” hingga berhasil merebut pulau tersebut.*

                                                                                                                                                    (5 Juli 2012)

    Selengkapnya.
    • 1427 pengunjung
    • 2138 hits
    • 22 02 2016

    Kalau kita berjalan danterus melangkah memperjuangkan kebenaran yang hendak diraih, maka satu-satunya peluang adalah terus melangkah dan menaklukkan apapun yang yang ada di hadapan kita. Bila ada jalan buntu, maka pilihannya hanya : 1) menerima apa adanya dan menyerah; serta 2) berpikira dan mengerahkan segala upaya menerobos dan menemukan jalan baru untuk menggapai tujuan. Apalagi, keadaan-keadaan mendesak justru menjadi kjreativitas dan motivasi untuk meraihnya, “Never give up” (tak pernah menyerah). Toh, kita berada pada posisi “the point of no return”. Maka, “Don‘t Stop, Komandan!”*

     

                                                                                                                                                    (5 Juli 2012)

    Selengkapnya.
    • 1494 pengunjung
    • 2279 hits
    • 22 02 2016

    Teman adalah jimat dan obat mujarab serta mampu menyembuhkan berbagai penyakit. Untuk itu, kita semua wajib menjaga pertemanan dan sebisa mungkin jangan dikecewakan. Toh, teman menjadi solusi terbaik kalau kita stress, teman adalah penasihat dan penular kebaikan, teman juga memberi dukungan saat kita susah dan membutuhkan pertolongan, teman bahkan menjauhkan kita dari masalah dan depresi. Bahkan, temanlah yang memperkuat dan mendukung semua cita-cita dan harapan kita. Makanya, mari kita perbanyak teman. Jaga sikap kita untuk keutuhan pertemanan. Kembangkan sikap mau membantu, antusias, berjiwa besar, dan selalu terbuka untuk saling memberi. Mari kita tidak saling mengecewakan teman. Dan kamu temanku, saya temanmu!*     

     

                                                                                                                                                                    (14 Juli 2012)

    Selengkapnya.

menu lainnya