website resmi pemerintah provinsi sulawesi selatan http://sulselprov.go.id

Sudahkah Kita Bercermin

  • 1430 pengunjung
  • 2127 hits
  • 23 Feb 2016

Kata banyak orang, jika seseorang suka bercermin itu tandanya mau kawin lagi, pemeo ini untuk laki-laki. Adapun kalau perempuan selalu bercermin, itu tandanya mau disayangi suami. Begitukah ? Tentulah itu hanya joke sehingga kita bisa tidak setuju dari pernyataan tersebut.

Akan tetapi, analogi itu bisa jadi punya nilai positif jika cermin itu adalah “selfcontrol”, pengendalian diri. Cermin disediakan untuk menemukan apa yang kurang dan apa yang salah dalam diri kita. Aritnya, bercermin dengan benar maka kita akan melihat hal-hal yang tidak sedap untuk kita benahi. Bahkan salah satu cara yang ampuh untuk mengusir setan dalam diri kita adalah bercerminlah dan usir setan yang ada dalam dirimu dengan berucap hari ini tidak ada lagi setan yang menuntunku untuk menjahati orang lain, tidak ada lagi setan yang akan membuatku egois hanya untuk kepentinganku.

Di depan cermin kita meyakinkan diri bahwa akan ada malaikat penolong yang penuh kasih sayang, cinta pada saudara dan keluarga, serta mampu membahagiakan dan menyenangkan orang lain. So, Sudahkah kita bercermin ?

                                                                                                               @ Makassar – Jakarta, 14 Juli 2013) 

Terkait

    • 1460 pengunjung
    • 2235 hits
    • 22 02 2016

    Seorang panglima perang yang tangguh mengajak seluruh anak buahnya untuk merebut pulau. Setelah seluruh perahu bersandar di pantai pulau yang akan direbut, dia kemudian memerintahkan untuk membakar semua perahu yang ada di pantai “Don’t look back”-teriaknya itulah makna “the point of no return,” titik dimana tidak ada lagi kesempatan untuk kembali. Tekad itu merupakan suatu upaya menghadirkan keberanian karena meyakini kebenaran dan berjuang tanpa kata menyerah. Makanya, “don’t stop!” hingga berhasil merebut pulau tersebut.*

                                                                                                                                                    (5 Juli 2012)

    Selengkapnya.
    • 1425 pengunjung
    • 2136 hits
    • 22 02 2016

    Kalau kita berjalan danterus melangkah memperjuangkan kebenaran yang hendak diraih, maka satu-satunya peluang adalah terus melangkah dan menaklukkan apapun yang yang ada di hadapan kita. Bila ada jalan buntu, maka pilihannya hanya : 1) menerima apa adanya dan menyerah; serta 2) berpikira dan mengerahkan segala upaya menerobos dan menemukan jalan baru untuk menggapai tujuan. Apalagi, keadaan-keadaan mendesak justru menjadi kjreativitas dan motivasi untuk meraihnya, “Never give up” (tak pernah menyerah). Toh, kita berada pada posisi “the point of no return”. Maka, “Don‘t Stop, Komandan!”*

     

                                                                                                                                                    (5 Juli 2012)

    Selengkapnya.
    • 1492 pengunjung
    • 2277 hits
    • 22 02 2016

    Teman adalah jimat dan obat mujarab serta mampu menyembuhkan berbagai penyakit. Untuk itu, kita semua wajib menjaga pertemanan dan sebisa mungkin jangan dikecewakan. Toh, teman menjadi solusi terbaik kalau kita stress, teman adalah penasihat dan penular kebaikan, teman juga memberi dukungan saat kita susah dan membutuhkan pertolongan, teman bahkan menjauhkan kita dari masalah dan depresi. Bahkan, temanlah yang memperkuat dan mendukung semua cita-cita dan harapan kita. Makanya, mari kita perbanyak teman. Jaga sikap kita untuk keutuhan pertemanan. Kembangkan sikap mau membantu, antusias, berjiwa besar, dan selalu terbuka untuk saling memberi. Mari kita tidak saling mengecewakan teman. Dan kamu temanku, saya temanmu!*     

     

                                                                                                                                                                    (14 Juli 2012)

    Selengkapnya.

menu lainnya