website resmi pemerintah provinsi sulawesi selatan http://sulselprov.go.id

Tahu mengucap Terima Kasih

  • 1412 pengunjung
  • 2022 hits
  • 24 Feb 2016

ORANG yang baik agamanya dan baik adat budayanya, mesti dia dia tahu berterimah kasih dalam segala situasi dan keadaan yang saat ini diterimahnya. Apalagi kalau dia merasakan akan kemajuan kehidupan sehari-hari yang lebih baik dari tahun lalu, misalnya.  Maka kata ”alhamdulillah” harus selalu diucapkan. Itu penting karena capaian dan  keberhasilan yang ada saat ini kita raih, pasti karena bantuan dari tangan-tangan orang lain yang rela membantu dan menolong kita – pasti bukan hanya karena kepintaran dan kemampuan diri kita semata.

      Mestinya kita memang tahu berterimah kasih dan tidak sombong. Kecuali kalau kita memang hanya manusia tamak, provokator, dan sebagai orang yang dibesarkan dengan tabiat prejudice (prasangka) dan negative thinking (pikiran negatif), maka jabatan, pangkat, kedudukan, yang kita nikmati bagaikan surgawi itu, bisa jadi membuattidak ada ucapan kata syukur dan Alhamdulillah. Malah, kita tetap saja mengeluh dan tidak puas lalu membuat bahkan membuat trik-trik jahat pada kehidupan di sekitar kita. Akibatnya, jabatan yang kita emban justru tidak menjadi rahmat bagi orang lain maupun keluarga.

      Kalaulah tidak adanya ucapa terimah kasih, pada ilahi maupun pada orang-orang yang membantu, maka pasti kamu adalah manusia jahat yang mungkin saja menderita psikopat akut yang perlu dibenahi alias penyakit mental yang berbahaya. Makanya, patut kita ingat, sesuai pesan Tuhan lewat Al-QURAN bahwa “siapa yang tidak tahu bersyukur pada nikmat yang Allah berikan, maka akan dicabut nikmat yang ada padanya”.

      Pesan ilahi itu menyiratkan bahwa bekerjalah secara baik. Jadilah apa yang ada saat ini menjadi sesuatu yang menjadi rahmat dan karunia bagi dirimu, bagi keluargamu, bagi orang banyak, dan negaramu. Intinya, kita mestilah tahu bersyukur dan berterimah kasih pada Tuhan. Untuk itulah, kita harus shalat, beramal yang banyak, tulus, dan rajin berbuat baik.

 

                                                                                          (Jakarta, 4 Agustus 2014) 

Terkait

    • 1460 pengunjung
    • 2235 hits
    • 22 02 2016

    Seorang panglima perang yang tangguh mengajak seluruh anak buahnya untuk merebut pulau. Setelah seluruh perahu bersandar di pantai pulau yang akan direbut, dia kemudian memerintahkan untuk membakar semua perahu yang ada di pantai “Don’t look back”-teriaknya itulah makna “the point of no return,” titik dimana tidak ada lagi kesempatan untuk kembali. Tekad itu merupakan suatu upaya menghadirkan keberanian karena meyakini kebenaran dan berjuang tanpa kata menyerah. Makanya, “don’t stop!” hingga berhasil merebut pulau tersebut.*

                                                                                                                                                    (5 Juli 2012)

    Selengkapnya.
    • 1425 pengunjung
    • 2136 hits
    • 22 02 2016

    Kalau kita berjalan danterus melangkah memperjuangkan kebenaran yang hendak diraih, maka satu-satunya peluang adalah terus melangkah dan menaklukkan apapun yang yang ada di hadapan kita. Bila ada jalan buntu, maka pilihannya hanya : 1) menerima apa adanya dan menyerah; serta 2) berpikira dan mengerahkan segala upaya menerobos dan menemukan jalan baru untuk menggapai tujuan. Apalagi, keadaan-keadaan mendesak justru menjadi kjreativitas dan motivasi untuk meraihnya, “Never give up” (tak pernah menyerah). Toh, kita berada pada posisi “the point of no return”. Maka, “Don‘t Stop, Komandan!”*

     

                                                                                                                                                    (5 Juli 2012)

    Selengkapnya.
    • 1492 pengunjung
    • 2277 hits
    • 22 02 2016

    Teman adalah jimat dan obat mujarab serta mampu menyembuhkan berbagai penyakit. Untuk itu, kita semua wajib menjaga pertemanan dan sebisa mungkin jangan dikecewakan. Toh, teman menjadi solusi terbaik kalau kita stress, teman adalah penasihat dan penular kebaikan, teman juga memberi dukungan saat kita susah dan membutuhkan pertolongan, teman bahkan menjauhkan kita dari masalah dan depresi. Bahkan, temanlah yang memperkuat dan mendukung semua cita-cita dan harapan kita. Makanya, mari kita perbanyak teman. Jaga sikap kita untuk keutuhan pertemanan. Kembangkan sikap mau membantu, antusias, berjiwa besar, dan selalu terbuka untuk saling memberi. Mari kita tidak saling mengecewakan teman. Dan kamu temanku, saya temanmu!*     

     

                                                                                                                                                                    (14 Juli 2012)

    Selengkapnya.

menu lainnya