website resmi pemerintah provinsi sulawesi selatan http://sulselprov.go.id

Demokrasi Instrumen, Bukan Tujuan, Nanda

  • 1723 pengunjung
  • 2007 hits
  • 08 Apr 2016

 

 

 

Tujuan bernegara, hakikinya mengantar kehidupan rakyat makin sejahtera, adil, dan makmur, jiwa plus raga dalam bingkai NKRI yang berdasarkan UUD 1945, pancasila serta Bhinneka Tunggal Ika. Kalau mau tambah yang baik-baik, boleh.

Demokrasi adalah alat dan cara pandang bangsa untuk mengantar semua rangkaian proses, guna mencapai tujuan bernegara. Kata lain, demokrasi bukan tujuan. Demokrasi kita saat ini sedang diharapkan pada tantangan, apakah terbatas pada pematangan tahapan proseduralnya saja – sebagaimana yang telah kita jalankan melalui proses pemilihan pemimpin dan pengambilan keputusan oleh eksekutif bersama legislative – atau kita benar-benar mampu mengemban amanah demokrasi memasuki tahapan substansialnya, yaitu mewujudkan kesejahteraan rakyat.

Tantangan ini tidak ringan. Untuk menjawabnya secara meyakinkan, diperlukan adanya kesepakatan diantara para elite politik di berbagai level bahwa demokrasi bukanlah tujuan. Demokrasi substansial adalah segala upaya bersama untuk sepakat dalam keputusan-keputusan yang secara langsung mendukung perwujudan kesejahteraan rakyat dalam bingkai tujuan-tujuan ideal yang telah kita sebutkan itu.

Oleh karena itu, kepada saudaraku, anak-anakku yang kebetulan lolos menjadi anggota DPR, DPRD atau pejabat Negara atau menjadi sama dengan saya – gubernur atau apa pun itu. Kita harus mau melihat dan mewujudkan hadirnya kehidupan esok yang pasti makin maju, makin berkualitas dalam kedamaian dan keteraturan Bangsa Indonesia yang kita cintai.

Jadilah kalian pemimpin-pemimpin yang tidak sombong dan elitis. Jadilah orang yang bisa dipercaya memegang amanah. Janganlah tercela dan terjebak korupsi. Berbuatlah, bekerjalah dengan tekun dan ulet. Jangan lupa shalat dan beramal. Saya percaya kamu akan menjadi kebanggaan bangsamu. Kita semua mendoakanmu. Salamakki.

Jakarta-Makassar, 27 September 2014

 

 

Terkait

    • 1704 pengunjung
    • 2275 hits
    • 22 02 2016

    Seorang panglima perang yang tangguh mengajak seluruh anak buahnya untuk merebut pulau. Setelah seluruh perahu bersandar di pantai pulau yang akan direbut, dia kemudian memerintahkan untuk membakar semua perahu yang ada di pantai “Don’t look back”-teriaknya itulah makna “the point of no return,” titik dimana tidak ada lagi kesempatan untuk kembali. Tekad itu merupakan suatu upaya menghadirkan keberanian karena meyakini kebenaran dan berjuang tanpa kata menyerah. Makanya, “don’t stop!” hingga berhasil merebut pulau tersebut.*

                                                                                                                                                    (5 Juli 2012)

    Selengkapnya.
    • 1622 pengunjung
    • 2175 hits
    • 22 02 2016

    Kalau kita berjalan danterus melangkah memperjuangkan kebenaran yang hendak diraih, maka satu-satunya peluang adalah terus melangkah dan menaklukkan apapun yang yang ada di hadapan kita. Bila ada jalan buntu, maka pilihannya hanya : 1) menerima apa adanya dan menyerah; serta 2) berpikira dan mengerahkan segala upaya menerobos dan menemukan jalan baru untuk menggapai tujuan. Apalagi, keadaan-keadaan mendesak justru menjadi kjreativitas dan motivasi untuk meraihnya, “Never give up” (tak pernah menyerah). Toh, kita berada pada posisi “the point of no return”. Maka, “Don‘t Stop, Komandan!”*

     

                                                                                                                                                    (5 Juli 2012)

    Selengkapnya.
    • 1745 pengunjung
    • 2329 hits
    • 22 02 2016

    Teman adalah jimat dan obat mujarab serta mampu menyembuhkan berbagai penyakit. Untuk itu, kita semua wajib menjaga pertemanan dan sebisa mungkin jangan dikecewakan. Toh, teman menjadi solusi terbaik kalau kita stress, teman adalah penasihat dan penular kebaikan, teman juga memberi dukungan saat kita susah dan membutuhkan pertolongan, teman bahkan menjauhkan kita dari masalah dan depresi. Bahkan, temanlah yang memperkuat dan mendukung semua cita-cita dan harapan kita. Makanya, mari kita perbanyak teman. Jaga sikap kita untuk keutuhan pertemanan. Kembangkan sikap mau membantu, antusias, berjiwa besar, dan selalu terbuka untuk saling memberi. Mari kita tidak saling mengecewakan teman. Dan kamu temanku, saya temanmu!*     

     

                                                                                                                                                                    (14 Juli 2012)

    Selengkapnya.

menu lainnya