website resmi pemerintah provinsi sulawesi selatan http://sulselprov.go.id

Ajarkan Anak Punya Karakter

  • 1361 pengunjung
  • 2067 hits
  • 23 Feb 2016

Sesuai definisi yang mendunia, sukses seseorang itu hanya 15 sampai 20% hasil dari pekerjaan otak dan selebihnya adalah respon alam bawah sadar. Makanya, bawaan karakter dan budaya yang bersesuai dengan tantangan yang ada, merupakan genius culture yang dimiliki seseorang.

Menyimak hal tersebut, maka sekolah yang hebat dengan ilmu yang setinggi apapun dari pendidikan formal, hanyalah disekitar 20% yang akan mendukung sukses karier seseorang – selebihnya adalah respon bawaan lahir dan karakter yang baik yang diserap dari kehidupan sehari-hari melalui penerapan budaya, adat, agama dan pengidolaan yang tepat.

Sekolah memang penting tetapi jauh lebih penting bagaimana kita mengajarkan anak-anak bergaul dengan orang baik, hidup dalam lingkungan yang jujur, saling peduli, saling menghargai, mampu berempati, bergotong royong, memiliki etos kerja dan daya juang yang tinggi, sehingga memiliki karakter. Yang pasti, hindarkan anak kita bergaul dengan cara negatif dan ikut-ikutan pada budaya yang jorok, sombong, tinggi hati dan suka tipu muslihat.

Semoga tidak ada sifat negatif itu di keluarga kita.

                                                                                                @ Jakarta – Makassar, 23 Mei 2013

Terkait

    • 1349 pengunjung
    • 2103 hits
    • 22 02 2016

    Seorang panglima perang yang tangguh mengajak seluruh anak buahnya untuk merebut pulau. Setelah seluruh perahu bersandar di pantai pulau yang akan direbut, dia kemudian memerintahkan untuk membakar semua perahu yang ada di pantai “Don’t look back”-teriaknya itulah makna “the point of no return,” titik dimana tidak ada lagi kesempatan untuk kembali. Tekad itu merupakan suatu upaya menghadirkan keberanian karena meyakini kebenaran dan berjuang tanpa kata menyerah. Makanya, “don’t stop!” hingga berhasil merebut pulau tersebut.*

                                                                                                                                                    (5 Juli 2012)

    Selengkapnya.
    • 1316 pengunjung
    • 2009 hits
    • 22 02 2016

    Kalau kita berjalan danterus melangkah memperjuangkan kebenaran yang hendak diraih, maka satu-satunya peluang adalah terus melangkah dan menaklukkan apapun yang yang ada di hadapan kita. Bila ada jalan buntu, maka pilihannya hanya : 1) menerima apa adanya dan menyerah; serta 2) berpikira dan mengerahkan segala upaya menerobos dan menemukan jalan baru untuk menggapai tujuan. Apalagi, keadaan-keadaan mendesak justru menjadi kjreativitas dan motivasi untuk meraihnya, “Never give up” (tak pernah menyerah). Toh, kita berada pada posisi “the point of no return”. Maka, “Don‘t Stop, Komandan!”*

     

                                                                                                                                                    (5 Juli 2012)

    Selengkapnya.
    • 1377 pengunjung
    • 2155 hits
    • 22 02 2016

    Teman adalah jimat dan obat mujarab serta mampu menyembuhkan berbagai penyakit. Untuk itu, kita semua wajib menjaga pertemanan dan sebisa mungkin jangan dikecewakan. Toh, teman menjadi solusi terbaik kalau kita stress, teman adalah penasihat dan penular kebaikan, teman juga memberi dukungan saat kita susah dan membutuhkan pertolongan, teman bahkan menjauhkan kita dari masalah dan depresi. Bahkan, temanlah yang memperkuat dan mendukung semua cita-cita dan harapan kita. Makanya, mari kita perbanyak teman. Jaga sikap kita untuk keutuhan pertemanan. Kembangkan sikap mau membantu, antusias, berjiwa besar, dan selalu terbuka untuk saling memberi. Mari kita tidak saling mengecewakan teman. Dan kamu temanku, saya temanmu!*     

     

                                                                                                                                                                    (14 Juli 2012)

    Selengkapnya.

menu lainnya