website resmi pemerintah provinsi sulawesi selatan http://sulselprov.go.id

Aku Kurang Ikhlas dengan 17 Tahunmu

  • 1442 pengunjung
  • 1940 hits
  • 11 Apr 2016

Ada tuan putri kecil yang mulai menginjak dewasa,mengikuti kakak-kakaknya Satria Baja Hitam dan Power Ranger serta my princes Balakindong atau Miss Voltus, itulah kenangan indah dalam kehidupanku yang kunikmati sampai saat ini. Suka duka perjalanan hidup yang tetap harmoni  indah di hati sampai kapan pun. Walaupun karena awan hitam kelam menyelimuti perjalanan keluarga ini karena tiba-tiba sang Satria Baja Hitam-ku terbang melayang mendahuluiku ke taman surga menemui Tuhannya.!

Haha, kini si little princess-ku berulang tahun ke-17. Dia sudah mau mendeklarasikan masa remajanya padahal saya masih mau dia tetap little princess yang masih terus manja bersamaku. Saya masih mau dia main lincah ditempat tidurnya dan mandi pagi sambil teriak-teriak seperti hari-hari kemarin, agar menikmati kedamaian yang tak seekor makhluk apapun menjamah dan menyakitinya. Panggilan  “Kakek mau kemana? Ikut, nah?” menjadi pengobat ketenangan dan kebanggaanku disela-sela kesibukan dan stress seorang pekerja seperti aku. Semuanya menjadi sangat indah dan menyenangkan serta menyamankan kehidupan karena ada little princes di sekitarku. Seandainya bisa egois, ingin rasanya ia tetap saja seperti anak-anak kecil, karena segalanya akan terproteksi oleh kami semua, keluarganya. Rasa-rasanya dia tidak boeh berjalan di jalan raya yang berbahaya penuh ancaman. Dia tidak boleh bergaul yang penuh ancaman dan pergaulan yang salah. Ia masih kecil perlu perlindungan, perlu selimut tebal agar tidak dingin dan digigit nyamuk sekalipun!

Tapi hari ini ultahnya ke-17, benarkah sudah dewasa?  Kita semua sudah kehilangan anak kecil yang manja itu. Benarkah dia sudah bisa jalan semuanya dan tidak perlu lagi diselimuti? Benarkah dia sudah tidak perlu lagi ditunjukkan arah dan dia sudah bertanggung jawab pada hidupnya sendiri?

Kalau ya, selamat ultah ke-17 ya? Memang kau bukan anak kecil lagi, melainkan tetap ada agama, adat, dan kasih sayang kami semua mengurusmu. Aku ketakutan sendiri melepasmu dewasa. Apakah kau sudah siap menjaga dirimu sendiri? Ingat bahwa kau sudah harus urusi dirimu sendiri. Tidak perlu dibangunkan pagi-pagi untuk sekolah. Kau harus bertanggung jawab sendiri menjaga pergaulanmu untuk tidak sesat dan menyeleksi teman-temanmu. Bahkan kau tidak lagi seperti anak kecil yang bisa minta seenaknya seluruh isi dunia yang kakak-kakakmu, macea dan kakek-nenekmu wajib hukumnya menyiapkan sendiri. Nyak, ciddakko!  Haha, sekarang cari sendiri ko.

Bali, 24 Maret 2015

 

Terkait

    • 1588 pengunjung
    • 2261 hits
    • 22 02 2016

    Seorang panglima perang yang tangguh mengajak seluruh anak buahnya untuk merebut pulau. Setelah seluruh perahu bersandar di pantai pulau yang akan direbut, dia kemudian memerintahkan untuk membakar semua perahu yang ada di pantai “Don’t look back”-teriaknya itulah makna “the point of no return,” titik dimana tidak ada lagi kesempatan untuk kembali. Tekad itu merupakan suatu upaya menghadirkan keberanian karena meyakini kebenaran dan berjuang tanpa kata menyerah. Makanya, “don’t stop!” hingga berhasil merebut pulau tersebut.*

                                                                                                                                                    (5 Juli 2012)

    Selengkapnya.
    • 1535 pengunjung
    • 2162 hits
    • 22 02 2016

    Kalau kita berjalan danterus melangkah memperjuangkan kebenaran yang hendak diraih, maka satu-satunya peluang adalah terus melangkah dan menaklukkan apapun yang yang ada di hadapan kita. Bila ada jalan buntu, maka pilihannya hanya : 1) menerima apa adanya dan menyerah; serta 2) berpikira dan mengerahkan segala upaya menerobos dan menemukan jalan baru untuk menggapai tujuan. Apalagi, keadaan-keadaan mendesak justru menjadi kjreativitas dan motivasi untuk meraihnya, “Never give up” (tak pernah menyerah). Toh, kita berada pada posisi “the point of no return”. Maka, “Don‘t Stop, Komandan!”*

     

                                                                                                                                                    (5 Juli 2012)

    Selengkapnya.
    • 1627 pengunjung
    • 2304 hits
    • 22 02 2016

    Teman adalah jimat dan obat mujarab serta mampu menyembuhkan berbagai penyakit. Untuk itu, kita semua wajib menjaga pertemanan dan sebisa mungkin jangan dikecewakan. Toh, teman menjadi solusi terbaik kalau kita stress, teman adalah penasihat dan penular kebaikan, teman juga memberi dukungan saat kita susah dan membutuhkan pertolongan, teman bahkan menjauhkan kita dari masalah dan depresi. Bahkan, temanlah yang memperkuat dan mendukung semua cita-cita dan harapan kita. Makanya, mari kita perbanyak teman. Jaga sikap kita untuk keutuhan pertemanan. Kembangkan sikap mau membantu, antusias, berjiwa besar, dan selalu terbuka untuk saling memberi. Mari kita tidak saling mengecewakan teman. Dan kamu temanku, saya temanmu!*     

     

                                                                                                                                                                    (14 Juli 2012)

    Selengkapnya.

menu lainnya