website resmi pemerintah provinsi sulawesi selatan http://sulselprov.go.id

Asas Kepatutan Politik

  • 1788 pengunjung
  • 2117 hits
  • 24 Feb 2016

POLITIK itu resonansi dan frekuensi ! kalaulah kit amain di are politik , pasti saj tidak 2+2=4 atau matmatis,walaupun tidak harus abu-abu atau main dua kaki. Tetapi tentu, berbagai hitung-hitungan yang mempertimbangkan unsur lain seperti kultural, agama, kekeluargaan,sa-sah saja menjadi alat pengukur capaian politik dalam berpolitik. Yang pasti, ada cara bertindak (CB) 1,CB-2 atau mungkin CB-3 yang terkait dengan minimal dan target maksimal.

            Oleh, karena itu definisi politik seni pengelola kemungkinan,juga menegnal asas kepatutan dan kepantasan,terutama terkait dengan posisi yang di incar dan di jadikan tujuan pencapaian. Contohnya , sangat mungkin seorang mantan wakil bupati kembali bertarung untuk merebut atau menjadikan jabatan wagub sebagai yujuan, meskipun dia harus mendampingi calonbupati yang dulu ketika ia menjadi wahub, calon bupati yang ia dampingi sekarang adalah camat kota bawahanya.

            Inilah politik! Padahal mestinya, asas kepatutan dan kepantasan diperlukan justru untuk menjadikan permainan politik yang serba kemungkinan itu terhindarkan dari persoalan etika elementer dan tidak sekadar hanya fokus pada usaha mengolah kemungkinan untuk menang dan meraih jabatan. Tapi, itulah politik yang memang merupakan seni mengolah kemungkinan untuk menang dan meraih jabatan. Tapi, itulah politik yang memang merupakan seni mengolah kemungkinan untuk melahirkan kemungkinan baru. Jadi, sah-sah saja jika ada yang tidak maksimal mendukung atas nama “sekampung”, dan lain-lain. Intinya, politik itu bukan matematika!

 

                                                (Makassar-Surabaya-yogyakarta, 13 Juni 2014)

     

Terkait

    • 1704 pengunjung
    • 2275 hits
    • 22 02 2016

    Seorang panglima perang yang tangguh mengajak seluruh anak buahnya untuk merebut pulau. Setelah seluruh perahu bersandar di pantai pulau yang akan direbut, dia kemudian memerintahkan untuk membakar semua perahu yang ada di pantai “Don’t look back”-teriaknya itulah makna “the point of no return,” titik dimana tidak ada lagi kesempatan untuk kembali. Tekad itu merupakan suatu upaya menghadirkan keberanian karena meyakini kebenaran dan berjuang tanpa kata menyerah. Makanya, “don’t stop!” hingga berhasil merebut pulau tersebut.*

                                                                                                                                                    (5 Juli 2012)

    Selengkapnya.
    • 1623 pengunjung
    • 2175 hits
    • 22 02 2016

    Kalau kita berjalan danterus melangkah memperjuangkan kebenaran yang hendak diraih, maka satu-satunya peluang adalah terus melangkah dan menaklukkan apapun yang yang ada di hadapan kita. Bila ada jalan buntu, maka pilihannya hanya : 1) menerima apa adanya dan menyerah; serta 2) berpikira dan mengerahkan segala upaya menerobos dan menemukan jalan baru untuk menggapai tujuan. Apalagi, keadaan-keadaan mendesak justru menjadi kjreativitas dan motivasi untuk meraihnya, “Never give up” (tak pernah menyerah). Toh, kita berada pada posisi “the point of no return”. Maka, “Don‘t Stop, Komandan!”*

     

                                                                                                                                                    (5 Juli 2012)

    Selengkapnya.
    • 1748 pengunjung
    • 2329 hits
    • 22 02 2016

    Teman adalah jimat dan obat mujarab serta mampu menyembuhkan berbagai penyakit. Untuk itu, kita semua wajib menjaga pertemanan dan sebisa mungkin jangan dikecewakan. Toh, teman menjadi solusi terbaik kalau kita stress, teman adalah penasihat dan penular kebaikan, teman juga memberi dukungan saat kita susah dan membutuhkan pertolongan, teman bahkan menjauhkan kita dari masalah dan depresi. Bahkan, temanlah yang memperkuat dan mendukung semua cita-cita dan harapan kita. Makanya, mari kita perbanyak teman. Jaga sikap kita untuk keutuhan pertemanan. Kembangkan sikap mau membantu, antusias, berjiwa besar, dan selalu terbuka untuk saling memberi. Mari kita tidak saling mengecewakan teman. Dan kamu temanku, saya temanmu!*     

     

                                                                                                                                                                    (14 Juli 2012)

    Selengkapnya.

menu lainnya