website resmi pemerintah provinsi sulawesi selatan http://sulselprov.go.id

Bila Beda Ukuran Sepatu

  • 1675 pengunjung
  • 2336 hits
  • 24 Feb 2016

SEPATUMU toh, tidak cocok dengan kakiku! Tidak cocok dengan orang lain. Makanya, jangan ukuran sepatumu kamu paksa dipakaikan pada orang lain, karena mungkin saja tidak pas dan akan menyakitkan.

            Sangat banyak kebersamaan yang harmonis harus berantakan karena kita terlalu ego. Kegagalan itu dikarenakan ukuran standar kita yang beda. Kita mau orang lain menggunakannya. Kadang kita tidak sadar bahwa kita membandingkan kemampuan kita dengan orang lain. Kita menganggap apa yang kita lakukan adalah standar yang tepat. Padahal mungkin saja bagi orang lain, staf, istri, maupun anak-anak kita, justru apayang kita lakukan adalah sesuatu yang terlalu berat atau terlalu cepat pada mereka. Contohnya kalau mau ke acara perkawinan, istri, maupun ank-anka kita, justru apa yang kita lakukan aalah sesuatu yang yang terlalu berat atau terlalu cepat pada mereka. contohya kalau mau ke acara perkawinan, istri dandanannya terlalu lam yang kemudian mengakibatkan kita marah.

Hal lain, staf terlalu lambat kalua mengonsep surat, padahal ukuran standar kita  yang kita pakai . apalagi,kalau penggunaan standar kerjs itu sudah biasa buat kita.

            Akibatnya, prajudice ( prasangka) itu muncul.

Malah,jika terdistorsi dengan like and dislike seperti perbedaan orientasi politik atau partai,maka makin negatiflah nilai standar kerja ita pada ukuran orang lain,dan di sinilah hal yang berbahaya dalam keluarga,apalagi bagi seorng pemimpin. Kalau mau tenang, harmonis dan bahagia maka metinya janganlah memaksakan kemampuan pada orang lain.

            Untuk itulah, kita biasa sajalah mengukur kinerja oang. Jangan egois ! berhentilah memaksakan ukuran sepatu atau baju kita pada orang lain.seyogiyanya, kita makin rendah mungkin saja itu semu. Toh, tidak slamanya kitalah yang paling hebat.

 

(Jakarta, 9 Mey 2014)

Terkait

    • 1591 pengunjung
    • 2261 hits
    • 22 02 2016

    Seorang panglima perang yang tangguh mengajak seluruh anak buahnya untuk merebut pulau. Setelah seluruh perahu bersandar di pantai pulau yang akan direbut, dia kemudian memerintahkan untuk membakar semua perahu yang ada di pantai “Don’t look back”-teriaknya itulah makna “the point of no return,” titik dimana tidak ada lagi kesempatan untuk kembali. Tekad itu merupakan suatu upaya menghadirkan keberanian karena meyakini kebenaran dan berjuang tanpa kata menyerah. Makanya, “don’t stop!” hingga berhasil merebut pulau tersebut.*

                                                                                                                                                    (5 Juli 2012)

    Selengkapnya.
    • 1537 pengunjung
    • 2162 hits
    • 22 02 2016

    Kalau kita berjalan danterus melangkah memperjuangkan kebenaran yang hendak diraih, maka satu-satunya peluang adalah terus melangkah dan menaklukkan apapun yang yang ada di hadapan kita. Bila ada jalan buntu, maka pilihannya hanya : 1) menerima apa adanya dan menyerah; serta 2) berpikira dan mengerahkan segala upaya menerobos dan menemukan jalan baru untuk menggapai tujuan. Apalagi, keadaan-keadaan mendesak justru menjadi kjreativitas dan motivasi untuk meraihnya, “Never give up” (tak pernah menyerah). Toh, kita berada pada posisi “the point of no return”. Maka, “Don‘t Stop, Komandan!”*

     

                                                                                                                                                    (5 Juli 2012)

    Selengkapnya.
    • 1630 pengunjung
    • 2304 hits
    • 22 02 2016

    Teman adalah jimat dan obat mujarab serta mampu menyembuhkan berbagai penyakit. Untuk itu, kita semua wajib menjaga pertemanan dan sebisa mungkin jangan dikecewakan. Toh, teman menjadi solusi terbaik kalau kita stress, teman adalah penasihat dan penular kebaikan, teman juga memberi dukungan saat kita susah dan membutuhkan pertolongan, teman bahkan menjauhkan kita dari masalah dan depresi. Bahkan, temanlah yang memperkuat dan mendukung semua cita-cita dan harapan kita. Makanya, mari kita perbanyak teman. Jaga sikap kita untuk keutuhan pertemanan. Kembangkan sikap mau membantu, antusias, berjiwa besar, dan selalu terbuka untuk saling memberi. Mari kita tidak saling mengecewakan teman. Dan kamu temanku, saya temanmu!*     

     

                                                                                                                                                                    (14 Juli 2012)

    Selengkapnya.

menu lainnya