website resmi pemerintah provinsi sulawesi selatan http://sulselprov.go.id

Boleh Beda, Tapi Jangan Marah

  • 1784 pengunjung
  • 2358 hits
  • 24 Feb 2016

SUKA atau tidak suka, tanggal 9 Juli 2014, kita memilih Presiden RI yang baru. Yang pasti, salah satu dari capres dan cawapres – prabowo subiakto dan Hatta Radjasa serta Joko Widodo dan jusuf Kalla – akan menjadi Presidan dan Wakil Presiden periode 2014-2019. Siapa yang terpilih? Biarlah rakyat Indonesia yang menentukan. Toh, suara rakyat adalah suara Tuhan, sesuai definisi demokrasi.

      Kita yakin, rakyat Sulsel sudah mampu dan memiliki pengalaman yang cukup dari pemilu ke pemilu dari pilkada ke pilkada, dari pilpres ke pilpres, dan semua jalan secara baik-baik saja. Kita bersama-sama melewati mimen kritis dan momen politik itu aman-aman saja serta damai saja. Dan, itu yang kita harapkan pada pilpres ke depan. Toh, rakyat sulsel sudah punya pengalaman dan terbiasa pada akar rumput berbeda pilihan – kita bisa bercermin pada pilgub dan pemiliada, semua kita lewati dengan baik.

      Mari kta jaga suasana kondusif! Kita damai. Kita aman. Kita tetap bersaudara. Kalau punkita beda, tetap tidak boleh marah! Makanya, harapan dan doa kita adalah capres yang menang akan memperhatikan rakyat dan daerah dan daerah Sulsel dan kawasan timur Indonesia. Dia akan memberi kepastian hadirnya kualitas kesejahteraan yang makin baik bagi seluruh bangsa Indonesia. Tak kalah penting yang menang tidak sombog, tidak dendam, tidak sewenang-wenan, tidak marah lalu merusak apa yang ada, lalu hadir memberi kemaslahatan rakyat. Semoga!

 

                                                                              (Makassar-Jakarta, 3 Juni 2014)

 

 

Terkait

    • 1704 pengunjung
    • 2275 hits
    • 22 02 2016

    Seorang panglima perang yang tangguh mengajak seluruh anak buahnya untuk merebut pulau. Setelah seluruh perahu bersandar di pantai pulau yang akan direbut, dia kemudian memerintahkan untuk membakar semua perahu yang ada di pantai “Don’t look back”-teriaknya itulah makna “the point of no return,” titik dimana tidak ada lagi kesempatan untuk kembali. Tekad itu merupakan suatu upaya menghadirkan keberanian karena meyakini kebenaran dan berjuang tanpa kata menyerah. Makanya, “don’t stop!” hingga berhasil merebut pulau tersebut.*

                                                                                                                                                    (5 Juli 2012)

    Selengkapnya.
    • 1623 pengunjung
    • 2175 hits
    • 22 02 2016

    Kalau kita berjalan danterus melangkah memperjuangkan kebenaran yang hendak diraih, maka satu-satunya peluang adalah terus melangkah dan menaklukkan apapun yang yang ada di hadapan kita. Bila ada jalan buntu, maka pilihannya hanya : 1) menerima apa adanya dan menyerah; serta 2) berpikira dan mengerahkan segala upaya menerobos dan menemukan jalan baru untuk menggapai tujuan. Apalagi, keadaan-keadaan mendesak justru menjadi kjreativitas dan motivasi untuk meraihnya, “Never give up” (tak pernah menyerah). Toh, kita berada pada posisi “the point of no return”. Maka, “Don‘t Stop, Komandan!”*

     

                                                                                                                                                    (5 Juli 2012)

    Selengkapnya.
    • 1748 pengunjung
    • 2329 hits
    • 22 02 2016

    Teman adalah jimat dan obat mujarab serta mampu menyembuhkan berbagai penyakit. Untuk itu, kita semua wajib menjaga pertemanan dan sebisa mungkin jangan dikecewakan. Toh, teman menjadi solusi terbaik kalau kita stress, teman adalah penasihat dan penular kebaikan, teman juga memberi dukungan saat kita susah dan membutuhkan pertolongan, teman bahkan menjauhkan kita dari masalah dan depresi. Bahkan, temanlah yang memperkuat dan mendukung semua cita-cita dan harapan kita. Makanya, mari kita perbanyak teman. Jaga sikap kita untuk keutuhan pertemanan. Kembangkan sikap mau membantu, antusias, berjiwa besar, dan selalu terbuka untuk saling memberi. Mari kita tidak saling mengecewakan teman. Dan kamu temanku, saya temanmu!*     

     

                                                                                                                                                                    (14 Juli 2012)

    Selengkapnya.

menu lainnya