website resmi pemerintah provinsi sulawesi selatan http://sulselprov.go.id

Catatan Tercecer

  • 1541 pengunjung
  • 1825 hits
  • 11 Apr 2016

Saatnya kita bertanya pada diri kita, apakah saya menyukai pekerjaan saya ini? Apakah saya suka jabatan saya? Ini pertanyaan terasa aneh tetapi seseorang dapat menjawabnya sendiri.

Jawabannya ada pada diri kita. Apakah saya senang melakukan rangkaian program yan ada dan tetap tidak diam dan terus berusaha keluar dari tantangan? Dan, berusaha sukses kan?  Kenapa? Karena akan terukur pada sejauhmana saya cinta jabatan atau pekerjaan saya, bila pekerjaan ini tidak membuat saya menjadi resah dan kesulitan dan terus mau melakukan sesuatu atas nama kebaikan dari pekerjaan ini. Sebaliknya kalau setiap langkah kita sudah terasa berat, di sana-sini terasa beban yang makin menumpuk!  Banyak masalah yang seakan tak terpecahkan maka waspadalah! Itu tanda-tanda ada kejenuhan. Kalau tidak ter-manage dengan baik, maka kegagalan dan kejatuhan itu di depan mata. Bila demikian apa yang harus kita lakukan?

  1. Perbaharui mencintai pekerjaanmu. Yakinkan kau tidak merasa berat dalam melakukan apa saja karena ini tanggung jawabmu. Makin tuluslah melakukan kerjamu, Insya Allah capek-capekmu tidak akan terasa.
  2. Agar kejenuhan tidak menderamu dan stress-mu berlanjut  maka buat program-program jangka pendek dengan realitas pencapaian yang pasti hasilnya, pasti bermanfaat pada orang banyak. Urai tugasmu pada bagian-bagian yang gampang atau program “ patappu bodo-bodo”.
  3. Jangan berhenti bertanya dan minta referensi pada banyak orang, belajar terus dari keadaan yang ada adalah menentukan. Dan ikuti hal-hal yang positif dan baik dari hasil penelaahanmu.
  4. Ajak orang lain membantumu. Hindari orang-orang yang tidak bermutu dan hanya membuat makin ribet pikiranmu.

      5. Carilah hal-hal yang bisa membuatmu tertawa. Jangan bikin makin serius dan mumet pikiranmu.Tinggal saja semua kembali kepada doa dan               shalatmu, karena yakinkan dirimu Allah Swt akan memperjalankan kita dari niat baik untuk ibadah. Salamakki.

 

 7 November 2014

 

Terkait

    • 1597 pengunjung
    • 2261 hits
    • 22 02 2016

    Seorang panglima perang yang tangguh mengajak seluruh anak buahnya untuk merebut pulau. Setelah seluruh perahu bersandar di pantai pulau yang akan direbut, dia kemudian memerintahkan untuk membakar semua perahu yang ada di pantai “Don’t look back”-teriaknya itulah makna “the point of no return,” titik dimana tidak ada lagi kesempatan untuk kembali. Tekad itu merupakan suatu upaya menghadirkan keberanian karena meyakini kebenaran dan berjuang tanpa kata menyerah. Makanya, “don’t stop!” hingga berhasil merebut pulau tersebut.*

                                                                                                                                                    (5 Juli 2012)

    Selengkapnya.
    • 1540 pengunjung
    • 2162 hits
    • 22 02 2016

    Kalau kita berjalan danterus melangkah memperjuangkan kebenaran yang hendak diraih, maka satu-satunya peluang adalah terus melangkah dan menaklukkan apapun yang yang ada di hadapan kita. Bila ada jalan buntu, maka pilihannya hanya : 1) menerima apa adanya dan menyerah; serta 2) berpikira dan mengerahkan segala upaya menerobos dan menemukan jalan baru untuk menggapai tujuan. Apalagi, keadaan-keadaan mendesak justru menjadi kjreativitas dan motivasi untuk meraihnya, “Never give up” (tak pernah menyerah). Toh, kita berada pada posisi “the point of no return”. Maka, “Don‘t Stop, Komandan!”*

     

                                                                                                                                                    (5 Juli 2012)

    Selengkapnya.
    • 1634 pengunjung
    • 2304 hits
    • 22 02 2016

    Teman adalah jimat dan obat mujarab serta mampu menyembuhkan berbagai penyakit. Untuk itu, kita semua wajib menjaga pertemanan dan sebisa mungkin jangan dikecewakan. Toh, teman menjadi solusi terbaik kalau kita stress, teman adalah penasihat dan penular kebaikan, teman juga memberi dukungan saat kita susah dan membutuhkan pertolongan, teman bahkan menjauhkan kita dari masalah dan depresi. Bahkan, temanlah yang memperkuat dan mendukung semua cita-cita dan harapan kita. Makanya, mari kita perbanyak teman. Jaga sikap kita untuk keutuhan pertemanan. Kembangkan sikap mau membantu, antusias, berjiwa besar, dan selalu terbuka untuk saling memberi. Mari kita tidak saling mengecewakan teman. Dan kamu temanku, saya temanmu!*     

     

                                                                                                                                                                    (14 Juli 2012)

    Selengkapnya.

menu lainnya