website resmi pemerintah provinsi sulawesi selatan http://sulselprov.go.id

Chavez ... El Comandante Venezuela

  • 1575 pengunjung
  • 2339 hits
  • 23 Feb 2016

Hugo Chavez, Pak Komandan dari  Venezuela meninggal dalam tangis haru biru seluruh rakyat Venezuella, 5 Maret 2013. Dia dikagumi sekaligus dibenci oleh dunia. Dia dianggap pahlawan luar biasa oleh rakyatnya meski kerap dicap sebagai seorang penantang globalisasi yang tidak adil. Dia juga penantang demokrasi dan anti kebebasan pers. Bahkan dia kerap disebut pelanggar hak asasi  manusia dan otoriter. Dia juga sangat anti dengan Amerika Serikat yang membencinya dan menilai dirinya sebagai monster. Namun anehnya, semakin dibenci Amerika dan negara barat, ternyata dia makin dalam dicintai rakyatnya.

Makin banyak dunia menghujatnya terutama Amerika, “El Comandante”Chavez makin dicintai rakyatnya. Ini tidak lain karena selama delapan tahun memerintah sampai dia meninggal semua arah kebijakannya hanya untuk kepentingan rakyatnya. Dalam pemerintahan “El Comandante” kemiskinan menurun sampai dengan 50 persen. Membagi-bagikan tanah bagi rakyat miskin, beberapa dominasi asing di bidang ekonomi termasuk minyak dinasionalisasi secara paksa dan tidak populer.

Paling disukai oleh rakyat dari seseorang Chavez adalah meng “gratis” kan kesehatan sehingga orang sakit tidak perlu takut tidak ditangani. Begitu juga dengan pendidikan gratis dari sekolah dasar sampai perguruan tinggi.

El Comandante Chavez memang bukan sosok manusia sempurna. Semua tindakannya pro dan kontra dalam pandangan dunia termasuk pers. Tetapi apapun dia telah berjuang untuk rakyat dan bangsanya. Dia telah perlihatkan dimata dunia keberpihakan pada rakyatnya. Dan itu dibuktikan dimana mayatnya dibalsem lalu disemayamkan di Akademi Militer Caracas sebelum dimakamkan dua pekan kemudian agar mendapatkan penghormatan dan tangisan rakyat Venezuela.

Tentulah, kita berharap mendapat cinta yang luar biasa dari rakyat seperti rakyat Venezuela kepada El Comandante Chaves !

                                                                                                                  @ Jakarta, 9  Maret  2013

Terkait

    • 1549 pengunjung
    • 2258 hits
    • 22 02 2016

    Seorang panglima perang yang tangguh mengajak seluruh anak buahnya untuk merebut pulau. Setelah seluruh perahu bersandar di pantai pulau yang akan direbut, dia kemudian memerintahkan untuk membakar semua perahu yang ada di pantai “Don’t look back”-teriaknya itulah makna “the point of no return,” titik dimana tidak ada lagi kesempatan untuk kembali. Tekad itu merupakan suatu upaya menghadirkan keberanian karena meyakini kebenaran dan berjuang tanpa kata menyerah. Makanya, “don’t stop!” hingga berhasil merebut pulau tersebut.*

                                                                                                                                                    (5 Juli 2012)

    Selengkapnya.
    • 1500 pengunjung
    • 2161 hits
    • 22 02 2016

    Kalau kita berjalan danterus melangkah memperjuangkan kebenaran yang hendak diraih, maka satu-satunya peluang adalah terus melangkah dan menaklukkan apapun yang yang ada di hadapan kita. Bila ada jalan buntu, maka pilihannya hanya : 1) menerima apa adanya dan menyerah; serta 2) berpikira dan mengerahkan segala upaya menerobos dan menemukan jalan baru untuk menggapai tujuan. Apalagi, keadaan-keadaan mendesak justru menjadi kjreativitas dan motivasi untuk meraihnya, “Never give up” (tak pernah menyerah). Toh, kita berada pada posisi “the point of no return”. Maka, “Don‘t Stop, Komandan!”*

     

                                                                                                                                                    (5 Juli 2012)

    Selengkapnya.
    • 1580 pengunjung
    • 2302 hits
    • 22 02 2016

    Teman adalah jimat dan obat mujarab serta mampu menyembuhkan berbagai penyakit. Untuk itu, kita semua wajib menjaga pertemanan dan sebisa mungkin jangan dikecewakan. Toh, teman menjadi solusi terbaik kalau kita stress, teman adalah penasihat dan penular kebaikan, teman juga memberi dukungan saat kita susah dan membutuhkan pertolongan, teman bahkan menjauhkan kita dari masalah dan depresi. Bahkan, temanlah yang memperkuat dan mendukung semua cita-cita dan harapan kita. Makanya, mari kita perbanyak teman. Jaga sikap kita untuk keutuhan pertemanan. Kembangkan sikap mau membantu, antusias, berjiwa besar, dan selalu terbuka untuk saling memberi. Mari kita tidak saling mengecewakan teman. Dan kamu temanku, saya temanmu!*     

     

                                                                                                                                                                    (14 Juli 2012)

    Selengkapnya.

menu lainnya