website resmi pemerintah provinsi sulawesi selatan http://sulselprov.go.id

Demokrasi Itu Instrumen!

  • 1817 pengunjung
  • 2151 hits
  • 24 Feb 2016

DEMOKRASI  adalah instrumen,bukan tujuan toh,tujuan bernegara hakikinya mengantar kehidupan rakyat makin sejahtera adil dan makmu jiwa an raga dalam bingkai NKRI yang berdasarkan uud 45 serta Bhinneka Tunggal Ika

Demokrasi adalah alat dan cara pandang banga untuk megantar semua rangkaian proses bernegara guna mencapai tujuan bernegara degan kata lain demokrasi tetaplah bukan tujuan.Hanya saja demokrasi kita saat ini sedang dihadapkan pada tantangan apakah terbatas pada pemantagan tahapan prosedurnya saja sebagai mana yang telah kita jalankan meluli proses pemilihan pemimpin dan pengambilan keputusan oleh eksekisif bersama legislatif atau kita benar-enar mampu mengemban amanah emokrasi memasuki tahapan substansinya yaitu mewujudkan kesejahteraN RAKYAT

Tantangan ini tidak ringan karena untuk menjawabnya secara menyakinkan diperlukan adanya kesepakatan diantara para eite politik di berbagai level bahwa demokrasi bukanlah tujuan.Karena itu demoras subtanil adalah segala upaya bersama untuk sepakat dalam keputusan keputusan yang secara langsung mendukung perwujudn kesejahteraan rakyat dengan bingkai tujuan tujuan ideal.

Oeh karena itu kepada sodaraku anak anakku yang lolos menjadi anggota DPR.DPRD atau pejabat negara,menjadi aktivutas dalam kehidupan kenegaraan,patut diingat bahwa posisi kalian adalah sama dengan saya yang gubernur atau apapun.Kita harus ma meliha dan mewujudkan hadirnya kehidupan esok yang pasti makin maju,makin berkualitas dalam kedamaian dan keteraturan bangsa indonesia yang kita cintai jadilah kalian pemimpin pemimpin yang tida sombong dan elastis jadilah orang orang yang bisa dioercaya memgang amanah janganlah tercela dan terjebak orupsi berbuatlah bekerjalah dengan tekun dan ulet jangan lupa shalat dan beramal saya percaya kamu akan menjadi kebanggan bangsa!

 

(Makassar-Jakarta, 27 September 2014)

 

Terkait

    • 1704 pengunjung
    • 2275 hits
    • 22 02 2016

    Seorang panglima perang yang tangguh mengajak seluruh anak buahnya untuk merebut pulau. Setelah seluruh perahu bersandar di pantai pulau yang akan direbut, dia kemudian memerintahkan untuk membakar semua perahu yang ada di pantai “Don’t look back”-teriaknya itulah makna “the point of no return,” titik dimana tidak ada lagi kesempatan untuk kembali. Tekad itu merupakan suatu upaya menghadirkan keberanian karena meyakini kebenaran dan berjuang tanpa kata menyerah. Makanya, “don’t stop!” hingga berhasil merebut pulau tersebut.*

                                                                                                                                                    (5 Juli 2012)

    Selengkapnya.
    • 1623 pengunjung
    • 2175 hits
    • 22 02 2016

    Kalau kita berjalan danterus melangkah memperjuangkan kebenaran yang hendak diraih, maka satu-satunya peluang adalah terus melangkah dan menaklukkan apapun yang yang ada di hadapan kita. Bila ada jalan buntu, maka pilihannya hanya : 1) menerima apa adanya dan menyerah; serta 2) berpikira dan mengerahkan segala upaya menerobos dan menemukan jalan baru untuk menggapai tujuan. Apalagi, keadaan-keadaan mendesak justru menjadi kjreativitas dan motivasi untuk meraihnya, “Never give up” (tak pernah menyerah). Toh, kita berada pada posisi “the point of no return”. Maka, “Don‘t Stop, Komandan!”*

     

                                                                                                                                                    (5 Juli 2012)

    Selengkapnya.
    • 1748 pengunjung
    • 2329 hits
    • 22 02 2016

    Teman adalah jimat dan obat mujarab serta mampu menyembuhkan berbagai penyakit. Untuk itu, kita semua wajib menjaga pertemanan dan sebisa mungkin jangan dikecewakan. Toh, teman menjadi solusi terbaik kalau kita stress, teman adalah penasihat dan penular kebaikan, teman juga memberi dukungan saat kita susah dan membutuhkan pertolongan, teman bahkan menjauhkan kita dari masalah dan depresi. Bahkan, temanlah yang memperkuat dan mendukung semua cita-cita dan harapan kita. Makanya, mari kita perbanyak teman. Jaga sikap kita untuk keutuhan pertemanan. Kembangkan sikap mau membantu, antusias, berjiwa besar, dan selalu terbuka untuk saling memberi. Mari kita tidak saling mengecewakan teman. Dan kamu temanku, saya temanmu!*     

     

                                                                                                                                                                    (14 Juli 2012)

    Selengkapnya.

menu lainnya