website resmi pemerintah provinsi sulawesi selatan http://sulselprov.go.id

Hal-hal Kecil dan Besar

  • 1436 pengunjung
  • 1730 hits
  • 11 Apr 2016

Saya ingatkan ki semua termasuk aku, budaya ta itu mengajarkan ki tentang arti gentlemen, sportif,…. dipegang kata-katanya……, “singkammai bulu na tingkokona – sama bulunya dan kukkuruyuk-nya. Kalau tidak mau jako, janganko janji-janji pade’!

Siapa yang tidak bisa dipercaya pada hal-hal yang kecil maka dia tidak layak dipercaya pada hal yang besar. Makanya jangan suka berbohong, nanti berbohong itu menjadi bisa dan jadi kebiasaanmu. Kalau komit ya komitmenlah dan hati-hati memakai kata insya Allah (kalau Allah mengizinkan). Karena itu bisa bermakna sangat serius untuk memenuhi janji dan komitmen. Bahkan, membawa nama Allah untuk menyatakan keseriusan memenuhi janji dan komitmen. Bahkan, membawa nama Allah untuk menyatakan keseriusan memenuhi atau mewujudkan komitmen itu atau …..Insya Allah-mu itu adalah bagian dari “putih”,”diulang-ulang menjadi “tipu”, “tipu” atau janji palsu. Itu karena kata insya Allah-mu hanya pemanis kata, penghalusan dari penolakan atau bagian dari keraguan dan ketidakyakinan dari komitmen yang ada. Dengan demikian, arti kata “kalau Allah mengizinkan atau menghendaki“, hamper sama kau tidak serius memenuhi janji!

Ingat bahwa orang yang muda berjanji dan suka tidak memenuhi komitmennya maka itu adalah penghianat!

“Mauko dibilang penghianat?”

Kata Pak Ustaz, Rasulullah Saw bersabda, ada tiga tanda orang munafik! Kalau bicara dia bohong, kalau berkomitmen dia melanggar, ketika dia dipercaya berhianat. Kalau begitu komitmen layak disampaikan karena itu sikap moral. Tapi ingat, itu harus dipenuhi karena kamu telah membangun pengharapan pada orang lain.

Kapan bersikap konsisten, yakinlah wibawa dan kepercayaan orang makin besar padamu.

Semoga bukan janjimu taroe kasi’!

Selamat Munas Golkar-ku.., politikmu, pemampilanmu adalah penggambaran anutan dan pandangan serta patron perpolitikan Indonesia. Makanya jangan mau dimainkan orang lain yang memang mau mendegradasimu. Salamakki!

30 November 2014

Terkait

    • 1589 pengunjung
    • 2261 hits
    • 22 02 2016

    Seorang panglima perang yang tangguh mengajak seluruh anak buahnya untuk merebut pulau. Setelah seluruh perahu bersandar di pantai pulau yang akan direbut, dia kemudian memerintahkan untuk membakar semua perahu yang ada di pantai “Don’t look back”-teriaknya itulah makna “the point of no return,” titik dimana tidak ada lagi kesempatan untuk kembali. Tekad itu merupakan suatu upaya menghadirkan keberanian karena meyakini kebenaran dan berjuang tanpa kata menyerah. Makanya, “don’t stop!” hingga berhasil merebut pulau tersebut.*

                                                                                                                                                    (5 Juli 2012)

    Selengkapnya.
    • 1535 pengunjung
    • 2162 hits
    • 22 02 2016

    Kalau kita berjalan danterus melangkah memperjuangkan kebenaran yang hendak diraih, maka satu-satunya peluang adalah terus melangkah dan menaklukkan apapun yang yang ada di hadapan kita. Bila ada jalan buntu, maka pilihannya hanya : 1) menerima apa adanya dan menyerah; serta 2) berpikira dan mengerahkan segala upaya menerobos dan menemukan jalan baru untuk menggapai tujuan. Apalagi, keadaan-keadaan mendesak justru menjadi kjreativitas dan motivasi untuk meraihnya, “Never give up” (tak pernah menyerah). Toh, kita berada pada posisi “the point of no return”. Maka, “Don‘t Stop, Komandan!”*

     

                                                                                                                                                    (5 Juli 2012)

    Selengkapnya.
    • 1628 pengunjung
    • 2304 hits
    • 22 02 2016

    Teman adalah jimat dan obat mujarab serta mampu menyembuhkan berbagai penyakit. Untuk itu, kita semua wajib menjaga pertemanan dan sebisa mungkin jangan dikecewakan. Toh, teman menjadi solusi terbaik kalau kita stress, teman adalah penasihat dan penular kebaikan, teman juga memberi dukungan saat kita susah dan membutuhkan pertolongan, teman bahkan menjauhkan kita dari masalah dan depresi. Bahkan, temanlah yang memperkuat dan mendukung semua cita-cita dan harapan kita. Makanya, mari kita perbanyak teman. Jaga sikap kita untuk keutuhan pertemanan. Kembangkan sikap mau membantu, antusias, berjiwa besar, dan selalu terbuka untuk saling memberi. Mari kita tidak saling mengecewakan teman. Dan kamu temanku, saya temanmu!*     

     

                                                                                                                                                                    (14 Juli 2012)

    Selengkapnya.

menu lainnya