website resmi pemerintah provinsi sulawesi selatan http://sulselprov.go.id

Ibu Melahirkan Pemimpin

  • 1595 pengunjung
  • 2134 hits
  • 24 Feb 2016

Ibu tidak hanya diartikan sebagai seorang perempuan yang melahirkan dan membesarkan anak. Peran seorang ibu amat sangat mulia. Ibu adalah malaikat dan bidadari bagi anaknya. Oleh karena itu, segala yang baik dari ibu akan mampu dan akan terkesan bagi anaknya. Akan menjadikan anak itu membangun kehidupan yang baik, kehidupan yang bisa memberikan kerahmatan bagi orang-orang di sekitarnya. Ibu adalah jiwa.Ibu adalah moralitas yang mengajarkan kita tentang dunia.

Sukses anak juga banyak ditentukan oleh doa sang ibu. Itu karena doa ibu biasanya diijabah oleh Tuhan. Doa yang baik dan tekad yang baik melahirkan kesuksesan yang ada. Kalau niat baik tertopang oleh malaikat yang ikut berdoa dan bidadari yang ikut memberi restu, yakinlah akan berubah manis. Dan tentu saja malaikat dan bidadari itu adalah ibu.

Ibu tidak hanya perempuan nyang melahirkan kita. Ibu bisa berarti semua perempuan yang melahirkan generasi-generasi penerus dan pemimpin. Siapapun dia, ibu adalah seorang perempuan yang senantiasa dengan segala kelembutan, segala pengayoman dengan segala kasih sayang dan senantiasa mengajarkan kesucian dan kelembutan. Itu sebabnya kita semua harus bangga terhadap sosok ibu yang dengan tulus melahirkan pemimpin-pemimpin bangsa.

Di tangan ibulah, segala kebaikan dan ketulusan diajarkan. Dapat  dipastikan, semua ibu mengajari anaknya dengan contoh kebaikan. Malah, pemimpin berguru dari ibunya. Segala perilaku kepemimpinan yang baik, pemimpin yang senantiasa mencintai rakyat adalah panutan dari kasih ibu. Maka, sangat aneh jika ada orang yang tak mengagungkan ibunya.

Juga tak mengherankan, jika setegar apapun seorang pemimpin, akan datang ke pundak ibunya menangis dan menumpahkan segala unek ketika dia tak mampu menangani masalah. Di pelukan ibu, dia akan tenang dan menemukan jawaban atas masalah yang dihadapi. Malah, ada pula orang yang sembuh kalau ketemu ibu. Toh, ibu adalah segalanya bagi siapapun, khususnya pemimpin yang tetap memelihara cinta dan kasih ibu dalam melayarkan bahtera hidup atas kepercayaan dan amanah yang diberikan oleh rakyat.

Itu sebabnya, pemimpin yang tahu berterima kasih pada ibu adalah pemimpin yang tetap memberi perlindungan dan rahmat serta rakyat dan tidak menyakiti siapapun. Toh, ibu senantiasa menyalurkan energi positif bagi anak-anaknya untuk membangun diri, bangsa dan negeri. Hal yang mesti dilakukan oleh semua pemimpin!

                                                                                                        @ Makassar, 4 September 2013

Terkait

    • 1549 pengunjung
    • 2258 hits
    • 22 02 2016

    Seorang panglima perang yang tangguh mengajak seluruh anak buahnya untuk merebut pulau. Setelah seluruh perahu bersandar di pantai pulau yang akan direbut, dia kemudian memerintahkan untuk membakar semua perahu yang ada di pantai “Don’t look back”-teriaknya itulah makna “the point of no return,” titik dimana tidak ada lagi kesempatan untuk kembali. Tekad itu merupakan suatu upaya menghadirkan keberanian karena meyakini kebenaran dan berjuang tanpa kata menyerah. Makanya, “don’t stop!” hingga berhasil merebut pulau tersebut.*

                                                                                                                                                    (5 Juli 2012)

    Selengkapnya.
    • 1500 pengunjung
    • 2161 hits
    • 22 02 2016

    Kalau kita berjalan danterus melangkah memperjuangkan kebenaran yang hendak diraih, maka satu-satunya peluang adalah terus melangkah dan menaklukkan apapun yang yang ada di hadapan kita. Bila ada jalan buntu, maka pilihannya hanya : 1) menerima apa adanya dan menyerah; serta 2) berpikira dan mengerahkan segala upaya menerobos dan menemukan jalan baru untuk menggapai tujuan. Apalagi, keadaan-keadaan mendesak justru menjadi kjreativitas dan motivasi untuk meraihnya, “Never give up” (tak pernah menyerah). Toh, kita berada pada posisi “the point of no return”. Maka, “Don‘t Stop, Komandan!”*

     

                                                                                                                                                    (5 Juli 2012)

    Selengkapnya.
    • 1580 pengunjung
    • 2302 hits
    • 22 02 2016

    Teman adalah jimat dan obat mujarab serta mampu menyembuhkan berbagai penyakit. Untuk itu, kita semua wajib menjaga pertemanan dan sebisa mungkin jangan dikecewakan. Toh, teman menjadi solusi terbaik kalau kita stress, teman adalah penasihat dan penular kebaikan, teman juga memberi dukungan saat kita susah dan membutuhkan pertolongan, teman bahkan menjauhkan kita dari masalah dan depresi. Bahkan, temanlah yang memperkuat dan mendukung semua cita-cita dan harapan kita. Makanya, mari kita perbanyak teman. Jaga sikap kita untuk keutuhan pertemanan. Kembangkan sikap mau membantu, antusias, berjiwa besar, dan selalu terbuka untuk saling memberi. Mari kita tidak saling mengecewakan teman. Dan kamu temanku, saya temanmu!*     

     

                                                                                                                                                                    (14 Juli 2012)

    Selengkapnya.

menu lainnya