website resmi pemerintah provinsi sulawesi selatan http://sulselprov.go.id

Jangan Jadi Peragu

  • 1505 pengunjung
  • 2023 hits
  • 22 Feb 2016

Tekad adalah perjuangan. Salah satu kunci meraih kemenangan sesuai tekad, yakni keyakinan. Maka ayo kita yakinkan diri bahwa kita menang ! SYL : Saya Yakin Lanjut, hehehe... maka ingatlah PAKUI, rumus kita. Jadi jangan jadi peragu apalagi suka bimbang karena orang seperti itu tidak akan pernah meraih  kemenangan, bahkan cenderung menjadi pecundang dan tidak pernah meraih sukses besar. Marilah kita melihat biji besi dalam bejana bandul. Dia terhempas ke kiri dan ke kanan tapi giliran diam, dia tidak bergerak dari tempatnya atau stagnan alias tidak ke mana-mana.

Memang kita tak boleh ragu. Dan jangan jadi peragu seperti defenisi berikut; tidak tetap pendirian, goyah, mudah berubah pendiriannya, tidak punya daya tahan, tidak sesuai dengan risiko, suka cari selamat melulu di pikirannya. Dari sejumlah hal itu orang peragu tidak pernah percaya diri. Oleh karena itu, peragu tidak akan pernah maju besar dan terlambat bersikap, kalau orang menang atau kalah sehingga dia tidak bisa mengklaim apakah dia pemenang ataupun kalah. Akibatnya dia tidak punya nama maupun pusara untuk dikenang. Bahkan dia bisa saja dianggap pengkhianat.

Sejatinya, kalau kita yakin bahwa yang dituju adalah kebenaran, maka itu merupakan suatu pilihan yang tidak berdosa, dan akan bermanfaat untuk banyak orang. Kita mestilah yakin akan mencapai tujuan. Kita yakin menang! Kita yakin tidak pernah kalah. Karena keyakinan itulah yang akan menuntun semua pikiran, tekad, dan spirit untuk membuka jalan menemukan kemudahan mencapai tujuan! *

 

                                                                                                                                                (15 Agustus 2012)

Terkait

    • 1555 pengunjung
    • 2258 hits
    • 22 02 2016

    Seorang panglima perang yang tangguh mengajak seluruh anak buahnya untuk merebut pulau. Setelah seluruh perahu bersandar di pantai pulau yang akan direbut, dia kemudian memerintahkan untuk membakar semua perahu yang ada di pantai “Don’t look back”-teriaknya itulah makna “the point of no return,” titik dimana tidak ada lagi kesempatan untuk kembali. Tekad itu merupakan suatu upaya menghadirkan keberanian karena meyakini kebenaran dan berjuang tanpa kata menyerah. Makanya, “don’t stop!” hingga berhasil merebut pulau tersebut.*

                                                                                                                                                    (5 Juli 2012)

    Selengkapnya.
    • 1504 pengunjung
    • 2161 hits
    • 22 02 2016

    Kalau kita berjalan danterus melangkah memperjuangkan kebenaran yang hendak diraih, maka satu-satunya peluang adalah terus melangkah dan menaklukkan apapun yang yang ada di hadapan kita. Bila ada jalan buntu, maka pilihannya hanya : 1) menerima apa adanya dan menyerah; serta 2) berpikira dan mengerahkan segala upaya menerobos dan menemukan jalan baru untuk menggapai tujuan. Apalagi, keadaan-keadaan mendesak justru menjadi kjreativitas dan motivasi untuk meraihnya, “Never give up” (tak pernah menyerah). Toh, kita berada pada posisi “the point of no return”. Maka, “Don‘t Stop, Komandan!”*

     

                                                                                                                                                    (5 Juli 2012)

    Selengkapnya.
    • 1588 pengunjung
    • 2303 hits
    • 22 02 2016

    Teman adalah jimat dan obat mujarab serta mampu menyembuhkan berbagai penyakit. Untuk itu, kita semua wajib menjaga pertemanan dan sebisa mungkin jangan dikecewakan. Toh, teman menjadi solusi terbaik kalau kita stress, teman adalah penasihat dan penular kebaikan, teman juga memberi dukungan saat kita susah dan membutuhkan pertolongan, teman bahkan menjauhkan kita dari masalah dan depresi. Bahkan, temanlah yang memperkuat dan mendukung semua cita-cita dan harapan kita. Makanya, mari kita perbanyak teman. Jaga sikap kita untuk keutuhan pertemanan. Kembangkan sikap mau membantu, antusias, berjiwa besar, dan selalu terbuka untuk saling memberi. Mari kita tidak saling mengecewakan teman. Dan kamu temanku, saya temanmu!*     

     

                                                                                                                                                                    (14 Juli 2012)

    Selengkapnya.

menu lainnya