website resmi pemerintah provinsi sulawesi selatan http://sulselprov.go.id

Jangan Rumit dan Berbelit-belit

  • 1590 pengunjung
  • 2216 hits
  • 22 Feb 2016

Dalam keseharian kita, tidak seorangpun yang suka melakukan kerja dan berurusan sesuatu yang ruwet, prosedur yang panjang, rumit, berbelit-belit dan ribet, tidak jelas alasannya, serta mengada-ada. Ruwet, ribet, dan berbelit-belit sebenarnya pertanda sesuatu yang tidak modern, lemahnya frame academic, ada “hidden strategy” (ada yang tersembunyi), bahkan mungkin ada korupsi yang berbahaya. Kalau begitu, bagaimanakah agar tidak berbelit-belit dan ribet?

Mestinya, kuasai secara substansi apa tupoksi kita dan apa goal atau tujuan yang ingin dicapai. Yakni :

.    Lakukan proyeksi diri jika kita di pihak membutuhkan atau pengguna prosedur.

.   Hindari hadirnya egoisme berlebihan diri anda, karena itu membuat kita tidak sederhana  dan jauh dari kondisi yang realistis.

.   Hindari khayalan dan kemauan yang berlebihan, dan gunakanlah nalar terhadap diri tentang apa yang rill atau yang sebenarnya menjadi kebutuhan dan harapan agar tidak jauh dari kenyataan yang membuat kita terjebak dengan bertele-tele.

.  Hadirkan nalar yang objektif dengan coba memasuki nalar atau cara berpikir orang lain, karena hanya dengan itu nalar sehat itu membangun keseimbangan dan membuat semuanya menjadi sederhana.

      Kalau begitu, agar tidak ribet atau berbelit-belit, biasakanlah menyederhanakan segala sesuatu yang dapat disederhanakan, termasuk gaya, sikap, cara, hingga kata-kata maupun perintah. Semuanya perlu disederhanakan karena cara seperti itu akan membuat semua makin jelas dan kita akan terhindar dari hal-hal yang buruk. Dan itu juga langkah sukses untuk  meraih masa depan yang lebih baik ! *

                                                                                                                                                                         (29 Juni 2012)

Terkait

    • 1597 pengunjung
    • 2261 hits
    • 22 02 2016

    Seorang panglima perang yang tangguh mengajak seluruh anak buahnya untuk merebut pulau. Setelah seluruh perahu bersandar di pantai pulau yang akan direbut, dia kemudian memerintahkan untuk membakar semua perahu yang ada di pantai “Don’t look back”-teriaknya itulah makna “the point of no return,” titik dimana tidak ada lagi kesempatan untuk kembali. Tekad itu merupakan suatu upaya menghadirkan keberanian karena meyakini kebenaran dan berjuang tanpa kata menyerah. Makanya, “don’t stop!” hingga berhasil merebut pulau tersebut.*

                                                                                                                                                    (5 Juli 2012)

    Selengkapnya.
    • 1540 pengunjung
    • 2162 hits
    • 22 02 2016

    Kalau kita berjalan danterus melangkah memperjuangkan kebenaran yang hendak diraih, maka satu-satunya peluang adalah terus melangkah dan menaklukkan apapun yang yang ada di hadapan kita. Bila ada jalan buntu, maka pilihannya hanya : 1) menerima apa adanya dan menyerah; serta 2) berpikira dan mengerahkan segala upaya menerobos dan menemukan jalan baru untuk menggapai tujuan. Apalagi, keadaan-keadaan mendesak justru menjadi kjreativitas dan motivasi untuk meraihnya, “Never give up” (tak pernah menyerah). Toh, kita berada pada posisi “the point of no return”. Maka, “Don‘t Stop, Komandan!”*

     

                                                                                                                                                    (5 Juli 2012)

    Selengkapnya.
    • 1634 pengunjung
    • 2304 hits
    • 22 02 2016

    Teman adalah jimat dan obat mujarab serta mampu menyembuhkan berbagai penyakit. Untuk itu, kita semua wajib menjaga pertemanan dan sebisa mungkin jangan dikecewakan. Toh, teman menjadi solusi terbaik kalau kita stress, teman adalah penasihat dan penular kebaikan, teman juga memberi dukungan saat kita susah dan membutuhkan pertolongan, teman bahkan menjauhkan kita dari masalah dan depresi. Bahkan, temanlah yang memperkuat dan mendukung semua cita-cita dan harapan kita. Makanya, mari kita perbanyak teman. Jaga sikap kita untuk keutuhan pertemanan. Kembangkan sikap mau membantu, antusias, berjiwa besar, dan selalu terbuka untuk saling memberi. Mari kita tidak saling mengecewakan teman. Dan kamu temanku, saya temanmu!*     

     

                                                                                                                                                                    (14 Juli 2012)

    Selengkapnya.

menu lainnya