website resmi pemerintah provinsi sulawesi selatan http://sulselprov.go.id

Kala Cinta dan Kemauan Menyatu

  • 1540 pengunjung
  • 2314 hits
  • 23 Feb 2016

Kalau cinta dan kemauan sudah menyatu, gunung pun kan kita daki, samudera kan kita seberangi. Kemauan yang penuh cinta itu, maka yang ada hanya kata jangan berhenti berjuang, jangan berhenti membuat orang lain bahagia, “don’t stop komandan” terhadap semua harapan dan cita-cita yang belum tergapai.

Cinta dan kemauan akan membuat kita bergerak sempurna karena kita akan bekerja dengan sepenuh hati, bahkan akan sungguh-sungguh menikmati tugas dan tanggung jawab yang ada di pundak kita. Waktu pun pasti tak cukup untuk membatasi kita tidak bergerak mencapai tujuan. Tidak siang maupun malam, harapan dan doa akan terus memperkuat langkah dan kerja keras kita. Cinta dan kemauan kita yang bergairah itu, membuat kita berkonsentrasi, fokus, konsisten, dan berenergi, membuat target kita makin jelas, percaya diri, pantang menyerah, bahkan gregetan mau segera melihat hasil, kemajuan, kedamaian, dan kehidupan yang  makin teratur, ceria serta bahagia.

Yang pasti, jarang cinta yang tidak berakhir dengan sebuah hasil yang indah dan positif, kecuali itu hanya cinta palsu dan cinta monyet. Makanya, jadikan cinta kita sungguh-sungguh menjadi kemauan, kemudian kita raih keberhasilan paripurna dari profesi dan kerja keras kita!

@Tana Toraja, 25 Juli 2013

Terkait

    • 1588 pengunjung
    • 2261 hits
    • 22 02 2016

    Seorang panglima perang yang tangguh mengajak seluruh anak buahnya untuk merebut pulau. Setelah seluruh perahu bersandar di pantai pulau yang akan direbut, dia kemudian memerintahkan untuk membakar semua perahu yang ada di pantai “Don’t look back”-teriaknya itulah makna “the point of no return,” titik dimana tidak ada lagi kesempatan untuk kembali. Tekad itu merupakan suatu upaya menghadirkan keberanian karena meyakini kebenaran dan berjuang tanpa kata menyerah. Makanya, “don’t stop!” hingga berhasil merebut pulau tersebut.*

                                                                                                                                                    (5 Juli 2012)

    Selengkapnya.
    • 1535 pengunjung
    • 2162 hits
    • 22 02 2016

    Kalau kita berjalan danterus melangkah memperjuangkan kebenaran yang hendak diraih, maka satu-satunya peluang adalah terus melangkah dan menaklukkan apapun yang yang ada di hadapan kita. Bila ada jalan buntu, maka pilihannya hanya : 1) menerima apa adanya dan menyerah; serta 2) berpikira dan mengerahkan segala upaya menerobos dan menemukan jalan baru untuk menggapai tujuan. Apalagi, keadaan-keadaan mendesak justru menjadi kjreativitas dan motivasi untuk meraihnya, “Never give up” (tak pernah menyerah). Toh, kita berada pada posisi “the point of no return”. Maka, “Don‘t Stop, Komandan!”*

     

                                                                                                                                                    (5 Juli 2012)

    Selengkapnya.
    • 1627 pengunjung
    • 2304 hits
    • 22 02 2016

    Teman adalah jimat dan obat mujarab serta mampu menyembuhkan berbagai penyakit. Untuk itu, kita semua wajib menjaga pertemanan dan sebisa mungkin jangan dikecewakan. Toh, teman menjadi solusi terbaik kalau kita stress, teman adalah penasihat dan penular kebaikan, teman juga memberi dukungan saat kita susah dan membutuhkan pertolongan, teman bahkan menjauhkan kita dari masalah dan depresi. Bahkan, temanlah yang memperkuat dan mendukung semua cita-cita dan harapan kita. Makanya, mari kita perbanyak teman. Jaga sikap kita untuk keutuhan pertemanan. Kembangkan sikap mau membantu, antusias, berjiwa besar, dan selalu terbuka untuk saling memberi. Mari kita tidak saling mengecewakan teman. Dan kamu temanku, saya temanmu!*     

     

                                                                                                                                                                    (14 Juli 2012)

    Selengkapnya.

menu lainnya