website resmi pemerintah provinsi sulawesi selatan http://sulselprov.go.id

Kalah-Menang Itu Biasa!

  • 2012 pengunjung
  • 2443 hits
  • 24 Feb 2016

KALAH atau menang itu biasa itu dalam demokrasi bila kita cermati fenomena akrobatk politik dalam mengantar pengatin rezim pemerintahan indonesia saat ini baik alam proses pemilu pilpres sampai denga adu kuat tirani mayoritas digedung parlemen maka makna berdemokrasi yang tidak hanya sebagai proses politik untuk mengantar seseorang pada jabatan dan kekuasaan semta makin perlu dipahamkan.

Dalam konteks itu, seyogianya demokrasi diposisikan sebagai instrumen kesejahteraan. Kalau ini sudah kita sepakati sebagai suatu norma fundamental yang menjadi landasan berpikir dan bertindak, maka berbagai perbedaan pendapat, konflik kepentingan, kalah-menang dalam pemilihan pemimpin dan pembuatan kebijakan yang secara alamiah melekat pada tahapan prosedural dari proses demokrasi, tidak seyogianya menjadikan kita pecah, berseberangan secara emosional,terperangkap dalam jerat rasa senang atau tidak senang yang cenderung permanen dan bersifat ideologis.

Demokrasi substansial menempatkan semua pihak pada posisi sederajat dalam mewujudkan tujuan bersama yaitu kesejahteraan. Kalau begitu, menang-kalah dalam proses berdemokrasi adalah hal yang biasa. Seharusnya tidak perlu membuat kita hitam-putih berseberangan secara permanen. Paling penting, menang-kalah dalam proses berdemokrasi tidak harus dibawa ke konflik jalanan yang bisa membuat bangsa terganggu dan dapat memicu resonansi-resonansi negatif pada ekonomi seperti inflansi, melemahnya nilai tukar rupiah, dan penarikan investasi asing dari indonesia.

Untuk itulah, janganlah terjebak pada demokrasi sebagai tujuan karena itu hanya instrumen. Jangan terjebak demokrasi formalitas yang hanya merupakan proses mengantar seseorang pada posisi kekuasaan, tetapi demokrasi adalah sarana untuk mencapai kesejahteraan bagi rakyat indonesia

Kalau begitu, mestinya dalam politik tidak ada konflik permanen. Dan, harus dijaga dinamika politik sehingga tidak meresonansi kacaunya ekonomi kita. Sebab, demokrasi haruslah menjamin kita makin sejahtera.

                                                                        (Makassar-Jakarta, 2 oktober 2014)

 

 

Terkait

    • 1705 pengunjung
    • 2275 hits
    • 22 02 2016

    Seorang panglima perang yang tangguh mengajak seluruh anak buahnya untuk merebut pulau. Setelah seluruh perahu bersandar di pantai pulau yang akan direbut, dia kemudian memerintahkan untuk membakar semua perahu yang ada di pantai “Don’t look back”-teriaknya itulah makna “the point of no return,” titik dimana tidak ada lagi kesempatan untuk kembali. Tekad itu merupakan suatu upaya menghadirkan keberanian karena meyakini kebenaran dan berjuang tanpa kata menyerah. Makanya, “don’t stop!” hingga berhasil merebut pulau tersebut.*

                                                                                                                                                    (5 Juli 2012)

    Selengkapnya.
    • 1624 pengunjung
    • 2175 hits
    • 22 02 2016

    Kalau kita berjalan danterus melangkah memperjuangkan kebenaran yang hendak diraih, maka satu-satunya peluang adalah terus melangkah dan menaklukkan apapun yang yang ada di hadapan kita. Bila ada jalan buntu, maka pilihannya hanya : 1) menerima apa adanya dan menyerah; serta 2) berpikira dan mengerahkan segala upaya menerobos dan menemukan jalan baru untuk menggapai tujuan. Apalagi, keadaan-keadaan mendesak justru menjadi kjreativitas dan motivasi untuk meraihnya, “Never give up” (tak pernah menyerah). Toh, kita berada pada posisi “the point of no return”. Maka, “Don‘t Stop, Komandan!”*

     

                                                                                                                                                    (5 Juli 2012)

    Selengkapnya.
    • 1749 pengunjung
    • 2329 hits
    • 22 02 2016

    Teman adalah jimat dan obat mujarab serta mampu menyembuhkan berbagai penyakit. Untuk itu, kita semua wajib menjaga pertemanan dan sebisa mungkin jangan dikecewakan. Toh, teman menjadi solusi terbaik kalau kita stress, teman adalah penasihat dan penular kebaikan, teman juga memberi dukungan saat kita susah dan membutuhkan pertolongan, teman bahkan menjauhkan kita dari masalah dan depresi. Bahkan, temanlah yang memperkuat dan mendukung semua cita-cita dan harapan kita. Makanya, mari kita perbanyak teman. Jaga sikap kita untuk keutuhan pertemanan. Kembangkan sikap mau membantu, antusias, berjiwa besar, dan selalu terbuka untuk saling memberi. Mari kita tidak saling mengecewakan teman. Dan kamu temanku, saya temanmu!*     

     

                                                                                                                                                                    (14 Juli 2012)

    Selengkapnya.

menu lainnya