website resmi pemerintah provinsi sulawesi selatan http://sulselprov.go.id

Ketegasan Pemimpin

  • 1696 pengunjung
  • 2411 hits
  • 23 Feb 2016

Pemimpin mestilah tegas ! Ketegasan  adalah sesuatu keputusan yang harus diambil secara cepat dan jelas dalam situasi yang tidak mengambang dan berlarut-larut. Sebab, tugas yang paling berarti bagi seorang pemimpin adalah mengambil keputusan yang baik, tepat dan normatif.

Tentulah, bukan masalah mudah karena setiap keputusan pemimpin memiliki resiko dan konsekuensi. Putusan itu juga pasti berdampak pada rasa keadilan dan secara pasti ada yang dikorbankan dari keputusan tersebut. Makanya, menelorkan putusan  membuat seseorang pemimpin harus hati-hati dalam menentukan ketegasan pada keputusan yang dia ambil karena pemimpin yang mengubah-ubah keputusan akan mendegradasi kewibawaan yang dia perankan.

Perlu diingat bahwa bahwa  wibawa pemimpin bukan karena jabatannya, tetapi seberapa banyak keputusannya tepat dan sukses menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. Makin banyak keputusan besar yang sukses, makin tinggi derajat kepemimpinannya. Sebaliknya, makin sering keputusannya salah, semakin turun kualitas dan derajat kepemimpinan seseorang.

Kalau begitu, keputusan tegas memang perlu tetapi harus telah dipertimbangkan dengan sematang-matangnya. Jadi keputusan yang tegas adalah suatu pilihann sikap untuk melakukan sesuatu yang benar dan tidak bimbang. Keputusan yang tegas bukanlah sikap keras, ngotot dan kaku. Oleh karena itu harus mengalahkan keragu-raguan yang ada dengan mencoba menggali data dan fakta serta ketemunya tujuan yang jelas sebagai target dari suatu keputusan yang tidak boleh sekedar coba-coba.

                                                                                      @ Ho Chi Minh-saigon-Vietnam, 15 Mei 2013

Terkait

    • 1551 pengunjung
    • 2258 hits
    • 22 02 2016

    Seorang panglima perang yang tangguh mengajak seluruh anak buahnya untuk merebut pulau. Setelah seluruh perahu bersandar di pantai pulau yang akan direbut, dia kemudian memerintahkan untuk membakar semua perahu yang ada di pantai “Don’t look back”-teriaknya itulah makna “the point of no return,” titik dimana tidak ada lagi kesempatan untuk kembali. Tekad itu merupakan suatu upaya menghadirkan keberanian karena meyakini kebenaran dan berjuang tanpa kata menyerah. Makanya, “don’t stop!” hingga berhasil merebut pulau tersebut.*

                                                                                                                                                    (5 Juli 2012)

    Selengkapnya.
    • 1502 pengunjung
    • 2161 hits
    • 22 02 2016

    Kalau kita berjalan danterus melangkah memperjuangkan kebenaran yang hendak diraih, maka satu-satunya peluang adalah terus melangkah dan menaklukkan apapun yang yang ada di hadapan kita. Bila ada jalan buntu, maka pilihannya hanya : 1) menerima apa adanya dan menyerah; serta 2) berpikira dan mengerahkan segala upaya menerobos dan menemukan jalan baru untuk menggapai tujuan. Apalagi, keadaan-keadaan mendesak justru menjadi kjreativitas dan motivasi untuk meraihnya, “Never give up” (tak pernah menyerah). Toh, kita berada pada posisi “the point of no return”. Maka, “Don‘t Stop, Komandan!”*

     

                                                                                                                                                    (5 Juli 2012)

    Selengkapnya.
    • 1583 pengunjung
    • 2303 hits
    • 22 02 2016

    Teman adalah jimat dan obat mujarab serta mampu menyembuhkan berbagai penyakit. Untuk itu, kita semua wajib menjaga pertemanan dan sebisa mungkin jangan dikecewakan. Toh, teman menjadi solusi terbaik kalau kita stress, teman adalah penasihat dan penular kebaikan, teman juga memberi dukungan saat kita susah dan membutuhkan pertolongan, teman bahkan menjauhkan kita dari masalah dan depresi. Bahkan, temanlah yang memperkuat dan mendukung semua cita-cita dan harapan kita. Makanya, mari kita perbanyak teman. Jaga sikap kita untuk keutuhan pertemanan. Kembangkan sikap mau membantu, antusias, berjiwa besar, dan selalu terbuka untuk saling memberi. Mari kita tidak saling mengecewakan teman. Dan kamu temanku, saya temanmu!*     

     

                                                                                                                                                                    (14 Juli 2012)

    Selengkapnya.

menu lainnya