website resmi pemerintah provinsi sulawesi selatan http://sulselprov.go.id

Ketika Kita Teriak Merdeka

  • 1332 pengunjung
  • 2011 hits
  • 24 Feb 2016

KITA harus teriak apa di HUT ke – 69 Republik Indonesia? Rasanya teriakan “merdeka ... Merdeka  Merdeka ...” tidak lagi melulu harus itu dan terlalu penting saat ini. Sebab, di kekinian justru teriakan kita rasanya yang lebih tepat: “Ayo, anak bangsa kamu bisa! Ayo, maju dan jangan mau tertinggal. Ayo, bangkit. Tegakkan harga dirimu. Ayo, bersatu padu agar Indonesia makin damai. Ayo, bersatu padu agar Indonesia makin damai, makin tentram, makin sejahtera!”

            Kini, sudah saatnya kita bangkit dari kemiskinan, sudah saatnya kita terhindar dari orang-orang tamak dan zalim sertakoruptir yang hanya mementingkan dirinya, partai, maupun kelompoknya. Mari kita semua keluar dari ketergantungan impor lalu menjadi negara mandiri yang menjunjung tinggi Pancasila, bersatu dari sabang sampai Merauku, karena kita semua bersaudara.

            Kita harus  bela NKRI. Kita bela pancasila. Kita bela Bhineka Tunggal Ika. Kita harus toleransi pada perbedaan dan bersatu. Jayalah Indonesiaku, Indonesiamu, Indonesia kita semua. Kita harus berarti bagi bangsa ini. Mari satukan tekad, dan dari tangan kita ada yang kita buat agar negeri jangan rusuh, agar negeri makin maju di bidang Iptek, serta bidang lainnya.

            Bila tidak ada yang bisa kita perbuat, maka kita cukup menempatkan diri sebagai bagian dari bukan orang yang bermasalah, bukan trouble maker, bukan provokator. Walau, kita sebaiknya sebagai orang yang merupakan pekerja ulet, tulus, dan jujur pada fungsi dan tanggung jawab pada keseharian kita.

            Merdeka!

 

                                                                                                (Makassar, 17 Agustus 2014)

Terkait

    • 1358 pengunjung
    • 2125 hits
    • 22 02 2016

    Seorang panglima perang yang tangguh mengajak seluruh anak buahnya untuk merebut pulau. Setelah seluruh perahu bersandar di pantai pulau yang akan direbut, dia kemudian memerintahkan untuk membakar semua perahu yang ada di pantai “Don’t look back”-teriaknya itulah makna “the point of no return,” titik dimana tidak ada lagi kesempatan untuk kembali. Tekad itu merupakan suatu upaya menghadirkan keberanian karena meyakini kebenaran dan berjuang tanpa kata menyerah. Makanya, “don’t stop!” hingga berhasil merebut pulau tersebut.*

                                                                                                                                                    (5 Juli 2012)

    Selengkapnya.
    • 1321 pengunjung
    • 2027 hits
    • 22 02 2016

    Kalau kita berjalan danterus melangkah memperjuangkan kebenaran yang hendak diraih, maka satu-satunya peluang adalah terus melangkah dan menaklukkan apapun yang yang ada di hadapan kita. Bila ada jalan buntu, maka pilihannya hanya : 1) menerima apa adanya dan menyerah; serta 2) berpikira dan mengerahkan segala upaya menerobos dan menemukan jalan baru untuk menggapai tujuan. Apalagi, keadaan-keadaan mendesak justru menjadi kjreativitas dan motivasi untuk meraihnya, “Never give up” (tak pernah menyerah). Toh, kita berada pada posisi “the point of no return”. Maka, “Don‘t Stop, Komandan!”*

     

                                                                                                                                                    (5 Juli 2012)

    Selengkapnya.
    • 1384 pengunjung
    • 2170 hits
    • 22 02 2016

    Teman adalah jimat dan obat mujarab serta mampu menyembuhkan berbagai penyakit. Untuk itu, kita semua wajib menjaga pertemanan dan sebisa mungkin jangan dikecewakan. Toh, teman menjadi solusi terbaik kalau kita stress, teman adalah penasihat dan penular kebaikan, teman juga memberi dukungan saat kita susah dan membutuhkan pertolongan, teman bahkan menjauhkan kita dari masalah dan depresi. Bahkan, temanlah yang memperkuat dan mendukung semua cita-cita dan harapan kita. Makanya, mari kita perbanyak teman. Jaga sikap kita untuk keutuhan pertemanan. Kembangkan sikap mau membantu, antusias, berjiwa besar, dan selalu terbuka untuk saling memberi. Mari kita tidak saling mengecewakan teman. Dan kamu temanku, saya temanmu!*     

     

                                                                                                                                                                    (14 Juli 2012)

    Selengkapnya.

menu lainnya