website resmi pemerintah provinsi sulawesi selatan http://sulselprov.go.id

Kita Keluarga Pahlawan (2)

  • 1622 pengunjung
  • 2058 hits
  • 22 Feb 2016

Semangat nasionalisme anak bangsa tergerus dan mengalami degradasi dari waktu ke waktu. Di kekinian, perburuan pada kehidupan materialistik dan cenderung mengagungkan kapitalisme, membuat orang  berhadapan dengan tantangan-tantangan fragmatis yang sangat individualistis. Akibatnya, makna pengorbanan, gotong royong, tolong menolong, berfikir idealistis untuk bangsa dan mutulistik anak bangsa seakan diabaikan dan tidak perlu. Kini, anak bangsa terjebak mengejar harta, serakah, korupsi, dan egosentris kedaerahan menjadi anutan dan pembenaran dengan berbagai dalih akademik. Bahkan marah sedikit saja, mau merobek-robek NKRI. Dan pesan Tetta tetap terngiang agar menjaga negeri, yakni tanamkanlah pada diri bahwa “kita keluarga pahlawan” yang mendahulukan kepentingan negara.*

 

                                                                                                                                (10 November 2011)

Terkait

    • 1704 pengunjung
    • 2275 hits
    • 22 02 2016

    Seorang panglima perang yang tangguh mengajak seluruh anak buahnya untuk merebut pulau. Setelah seluruh perahu bersandar di pantai pulau yang akan direbut, dia kemudian memerintahkan untuk membakar semua perahu yang ada di pantai “Don’t look back”-teriaknya itulah makna “the point of no return,” titik dimana tidak ada lagi kesempatan untuk kembali. Tekad itu merupakan suatu upaya menghadirkan keberanian karena meyakini kebenaran dan berjuang tanpa kata menyerah. Makanya, “don’t stop!” hingga berhasil merebut pulau tersebut.*

                                                                                                                                                    (5 Juli 2012)

    Selengkapnya.
    • 1623 pengunjung
    • 2175 hits
    • 22 02 2016

    Kalau kita berjalan danterus melangkah memperjuangkan kebenaran yang hendak diraih, maka satu-satunya peluang adalah terus melangkah dan menaklukkan apapun yang yang ada di hadapan kita. Bila ada jalan buntu, maka pilihannya hanya : 1) menerima apa adanya dan menyerah; serta 2) berpikira dan mengerahkan segala upaya menerobos dan menemukan jalan baru untuk menggapai tujuan. Apalagi, keadaan-keadaan mendesak justru menjadi kjreativitas dan motivasi untuk meraihnya, “Never give up” (tak pernah menyerah). Toh, kita berada pada posisi “the point of no return”. Maka, “Don‘t Stop, Komandan!”*

     

                                                                                                                                                    (5 Juli 2012)

    Selengkapnya.
    • 1748 pengunjung
    • 2329 hits
    • 22 02 2016

    Teman adalah jimat dan obat mujarab serta mampu menyembuhkan berbagai penyakit. Untuk itu, kita semua wajib menjaga pertemanan dan sebisa mungkin jangan dikecewakan. Toh, teman menjadi solusi terbaik kalau kita stress, teman adalah penasihat dan penular kebaikan, teman juga memberi dukungan saat kita susah dan membutuhkan pertolongan, teman bahkan menjauhkan kita dari masalah dan depresi. Bahkan, temanlah yang memperkuat dan mendukung semua cita-cita dan harapan kita. Makanya, mari kita perbanyak teman. Jaga sikap kita untuk keutuhan pertemanan. Kembangkan sikap mau membantu, antusias, berjiwa besar, dan selalu terbuka untuk saling memberi. Mari kita tidak saling mengecewakan teman. Dan kamu temanku, saya temanmu!*     

     

                                                                                                                                                                    (14 Juli 2012)

    Selengkapnya.

menu lainnya