website resmi pemerintah provinsi sulawesi selatan http://sulselprov.go.id

Kunci Sukses

  • 1602 pengunjung
  • 2101 hits
  • 23 Feb 2016

Seseorang menjadi kuat karena mentalnya kuat. Seseorang menjadi lemah. Demikian pula orang yang sukses, apa saja karena mentalnya memang lemah. Demikian pula orang yang sukses, apa saja karena keinginannya memang sukses yang menggebu-gebu, tidak setengah-setengah dalam melakukan hal untuk menggapai sukses itu dan dia terus belajar serta ngotot sukses dalam semua hal, sekecil apapun.

Orang sukses itu memandang segala sesuatu dengan positive thinking, dalam optimisme yang tinggi. Orang bermental sukses itu bila berhadapan dengan masalah maka dia mencari solusi dan tidak menyalahkan apa saja apabila dia menemukan dan masalah dan mencari kambing hitam yang dapat melemahkan gerakannya. Setiap masalah dia menjadikan cambuk dan pembelajaran untuk membuat lebih gigih menerobos segala tantangan. Dia tahu dan maklum bahwa tidak ada keberhasilan tanpa pengorbanan dan kerja keras. Ia berteman dan memilih jalan salah. Dia tidak gunakan pikirannya secara baik. Tidak menggunakan feeling dalam melangkah. Dia lalai dan teledor. Dia salah memilih teman.  Dia suka membiasakan dirinya gagal. Dia tidak normati atau  malah tidak sunnatullah dalam melangkah. Sunnatullah itu hukum alam. Siapa menabur benih, dia, akan memanen hasilnya. Siapa yang kerja banyak hasilnya akan banyak. Siapa yang suka mengakali orang laian, bohong dan curang maka dia dapat dipastikan bakal gagal. Kalau begitu, sukses harus didorong oleh optimisme dan ambisi, tapi bukan ambisius. Artinya tegar menghadapi tantangan. Yakini, Allah mendampingi niat baik kita ! Optimistislahlah! Bismillah!*

Terkait

    • 1597 pengunjung
    • 2261 hits
    • 22 02 2016

    Seorang panglima perang yang tangguh mengajak seluruh anak buahnya untuk merebut pulau. Setelah seluruh perahu bersandar di pantai pulau yang akan direbut, dia kemudian memerintahkan untuk membakar semua perahu yang ada di pantai “Don’t look back”-teriaknya itulah makna “the point of no return,” titik dimana tidak ada lagi kesempatan untuk kembali. Tekad itu merupakan suatu upaya menghadirkan keberanian karena meyakini kebenaran dan berjuang tanpa kata menyerah. Makanya, “don’t stop!” hingga berhasil merebut pulau tersebut.*

                                                                                                                                                    (5 Juli 2012)

    Selengkapnya.
    • 1540 pengunjung
    • 2162 hits
    • 22 02 2016

    Kalau kita berjalan danterus melangkah memperjuangkan kebenaran yang hendak diraih, maka satu-satunya peluang adalah terus melangkah dan menaklukkan apapun yang yang ada di hadapan kita. Bila ada jalan buntu, maka pilihannya hanya : 1) menerima apa adanya dan menyerah; serta 2) berpikira dan mengerahkan segala upaya menerobos dan menemukan jalan baru untuk menggapai tujuan. Apalagi, keadaan-keadaan mendesak justru menjadi kjreativitas dan motivasi untuk meraihnya, “Never give up” (tak pernah menyerah). Toh, kita berada pada posisi “the point of no return”. Maka, “Don‘t Stop, Komandan!”*

     

                                                                                                                                                    (5 Juli 2012)

    Selengkapnya.
    • 1634 pengunjung
    • 2304 hits
    • 22 02 2016

    Teman adalah jimat dan obat mujarab serta mampu menyembuhkan berbagai penyakit. Untuk itu, kita semua wajib menjaga pertemanan dan sebisa mungkin jangan dikecewakan. Toh, teman menjadi solusi terbaik kalau kita stress, teman adalah penasihat dan penular kebaikan, teman juga memberi dukungan saat kita susah dan membutuhkan pertolongan, teman bahkan menjauhkan kita dari masalah dan depresi. Bahkan, temanlah yang memperkuat dan mendukung semua cita-cita dan harapan kita. Makanya, mari kita perbanyak teman. Jaga sikap kita untuk keutuhan pertemanan. Kembangkan sikap mau membantu, antusias, berjiwa besar, dan selalu terbuka untuk saling memberi. Mari kita tidak saling mengecewakan teman. Dan kamu temanku, saya temanmu!*     

     

                                                                                                                                                                    (14 Juli 2012)

    Selengkapnya.

menu lainnya