website resmi pemerintah provinsi sulawesi selatan http://sulselprov.go.id

Mau Jadi Apakah ?

  • 1669 pengunjung
  • 2041 hits
  • 23 Feb 2016

Mau jadi kelinci atau kancil? Apakah kamu tahu kalau pilih kelinci maka itu adalah simbol “playboy”? dan , itu berarti kamu “playboy”. Padahal kalau kamu pilih kancil maka itu berarti kamu  “don juan”.artinya, kancil itu simbol dari perayu ulung.

Ayo, kau pilih mana? Karena ada perbedaan substansin dari “playboy” dan “don juan” yakni kalau “playboy” itu, ada lima ciri-ciri dan karakternya. Pertama, dia datang dengan cepat. Kedua, dia bisa melihat dengan cepat. Ketiga, dia bisa melumat dan menyikat dengan cepat pula. Lalu keempat dia bisa minggat dengan tepat atau “hit and run”. Selanjutnya yang kelima dia bermasa bodoh dengan yang terjadi, sebab yang penting dia sudah menaburkan kesenangan. Oleh karena itu kelinci alias “playboy” itu  banyak dibenci tetapi juga ditunggu berderet-deret pengagumnya.

Lantas bagaimana dengan si kancil yang cerdik dan menyenangkan itu ? Dia mampu bergerak penuh perhitungan dan senantiasa tidak gegabah. Sangat memperhitungkan situasi dan kondisi atau “sikon” yang ada. Bila menyerang pantang mundur dan tak tahu mengalah.

Kesenangan yang dia tabutrkan keluar dari lubuk hatinya yang dalam. Ada cinta, adapula kasih sayang. Ada empati, Dia mau mengorbankan materi untuk sebuah pemuasan harapan dan kebutuhan. Artinya tidak pelit. Kalau dia meninggalkan tidak ada yang terluka. Dia dibenci dan dicari.

So ? Pilih mana, kelinci atau kancil ? Hehehehe ... Pilihan yang sulit yang bagai buah simalakama yang kerap memaksa kita terperangkap dalam hal memilih. 

                                                                                                @ Berlin – Budapest, 6-8 Maret 20013

Terkait

    • 1704 pengunjung
    • 2275 hits
    • 22 02 2016

    Seorang panglima perang yang tangguh mengajak seluruh anak buahnya untuk merebut pulau. Setelah seluruh perahu bersandar di pantai pulau yang akan direbut, dia kemudian memerintahkan untuk membakar semua perahu yang ada di pantai “Don’t look back”-teriaknya itulah makna “the point of no return,” titik dimana tidak ada lagi kesempatan untuk kembali. Tekad itu merupakan suatu upaya menghadirkan keberanian karena meyakini kebenaran dan berjuang tanpa kata menyerah. Makanya, “don’t stop!” hingga berhasil merebut pulau tersebut.*

                                                                                                                                                    (5 Juli 2012)

    Selengkapnya.
    • 1623 pengunjung
    • 2175 hits
    • 22 02 2016

    Kalau kita berjalan danterus melangkah memperjuangkan kebenaran yang hendak diraih, maka satu-satunya peluang adalah terus melangkah dan menaklukkan apapun yang yang ada di hadapan kita. Bila ada jalan buntu, maka pilihannya hanya : 1) menerima apa adanya dan menyerah; serta 2) berpikira dan mengerahkan segala upaya menerobos dan menemukan jalan baru untuk menggapai tujuan. Apalagi, keadaan-keadaan mendesak justru menjadi kjreativitas dan motivasi untuk meraihnya, “Never give up” (tak pernah menyerah). Toh, kita berada pada posisi “the point of no return”. Maka, “Don‘t Stop, Komandan!”*

     

                                                                                                                                                    (5 Juli 2012)

    Selengkapnya.
    • 1748 pengunjung
    • 2329 hits
    • 22 02 2016

    Teman adalah jimat dan obat mujarab serta mampu menyembuhkan berbagai penyakit. Untuk itu, kita semua wajib menjaga pertemanan dan sebisa mungkin jangan dikecewakan. Toh, teman menjadi solusi terbaik kalau kita stress, teman adalah penasihat dan penular kebaikan, teman juga memberi dukungan saat kita susah dan membutuhkan pertolongan, teman bahkan menjauhkan kita dari masalah dan depresi. Bahkan, temanlah yang memperkuat dan mendukung semua cita-cita dan harapan kita. Makanya, mari kita perbanyak teman. Jaga sikap kita untuk keutuhan pertemanan. Kembangkan sikap mau membantu, antusias, berjiwa besar, dan selalu terbuka untuk saling memberi. Mari kita tidak saling mengecewakan teman. Dan kamu temanku, saya temanmu!*     

     

                                                                                                                                                                    (14 Juli 2012)

    Selengkapnya.

menu lainnya