website resmi pemerintah provinsi sulawesi selatan http://sulselprov.go.id

Membaca Peluang Eropa

  • 1601 pengunjung
  • 2075 hits
  • 23 Feb 2016

Entry point atau titik tolak tentang subtansi di Jerman dan Hungaria (saat mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono) akan misi dan pesan yang didapatkan dari kedua negara ini tidak lain adalah peluang yang mungkin dapat dicapai untuk kemajuan Indonesia. Lalu kenapa Jerman dan Hungaria ? Karena resesi ekonomi Eropa mempengaruhi kelambatan ekonomi dunia termasuk Indonesia yang tentu juga Sulsel. Oleh karena itu, kita tidak boleh diam agar pertumbuhan ekonomi dapat kita pertahankan.

Smart and strong forum policy, kecerdasan dan kekuatan dari kebijakan forum dunia, khususnya Jerman dan Hungaria dibutuhkan. Walaupun bisa saja segala upaya komunikasi menjadi long turn policy economic, ekonomi jangka panjang. Akan tetapi, upaya membangun komunikasi itu harus dilakukan agar kehidupan ekonomi di negeri kita tetap maju.

Patut dicatat, Indonesia berada di posisi keempat pengespor ke Jerman. Itu terjadi karena tidak semua kebijakan ekonomi kita diekspor ke negara-negara Eropa. Kita gantungkan pula ke Malaysia, Singapura, dan negara Asean lainnya sehingga Indonesia punya daya tahan bila terjadi krisis. Yang pasti, setiap kunjungan ke luar negeri merupayakan upaya membaca peluang.

@ Berlin-Jeman, 5 Maret 2013

Terkait

    • 1597 pengunjung
    • 2261 hits
    • 22 02 2016

    Seorang panglima perang yang tangguh mengajak seluruh anak buahnya untuk merebut pulau. Setelah seluruh perahu bersandar di pantai pulau yang akan direbut, dia kemudian memerintahkan untuk membakar semua perahu yang ada di pantai “Don’t look back”-teriaknya itulah makna “the point of no return,” titik dimana tidak ada lagi kesempatan untuk kembali. Tekad itu merupakan suatu upaya menghadirkan keberanian karena meyakini kebenaran dan berjuang tanpa kata menyerah. Makanya, “don’t stop!” hingga berhasil merebut pulau tersebut.*

                                                                                                                                                    (5 Juli 2012)

    Selengkapnya.
    • 1540 pengunjung
    • 2162 hits
    • 22 02 2016

    Kalau kita berjalan danterus melangkah memperjuangkan kebenaran yang hendak diraih, maka satu-satunya peluang adalah terus melangkah dan menaklukkan apapun yang yang ada di hadapan kita. Bila ada jalan buntu, maka pilihannya hanya : 1) menerima apa adanya dan menyerah; serta 2) berpikira dan mengerahkan segala upaya menerobos dan menemukan jalan baru untuk menggapai tujuan. Apalagi, keadaan-keadaan mendesak justru menjadi kjreativitas dan motivasi untuk meraihnya, “Never give up” (tak pernah menyerah). Toh, kita berada pada posisi “the point of no return”. Maka, “Don‘t Stop, Komandan!”*

     

                                                                                                                                                    (5 Juli 2012)

    Selengkapnya.
    • 1634 pengunjung
    • 2304 hits
    • 22 02 2016

    Teman adalah jimat dan obat mujarab serta mampu menyembuhkan berbagai penyakit. Untuk itu, kita semua wajib menjaga pertemanan dan sebisa mungkin jangan dikecewakan. Toh, teman menjadi solusi terbaik kalau kita stress, teman adalah penasihat dan penular kebaikan, teman juga memberi dukungan saat kita susah dan membutuhkan pertolongan, teman bahkan menjauhkan kita dari masalah dan depresi. Bahkan, temanlah yang memperkuat dan mendukung semua cita-cita dan harapan kita. Makanya, mari kita perbanyak teman. Jaga sikap kita untuk keutuhan pertemanan. Kembangkan sikap mau membantu, antusias, berjiwa besar, dan selalu terbuka untuk saling memberi. Mari kita tidak saling mengecewakan teman. Dan kamu temanku, saya temanmu!*     

     

                                                                                                                                                                    (14 Juli 2012)

    Selengkapnya.

menu lainnya