website resmi pemerintah provinsi sulawesi selatan http://sulselprov.go.id

Membiasakan Perbuatan Baik

  • 1313 pengunjung
  • 1993 hits
  • 24 Feb 2016

PERBUATAN-perbuatan baik saja tidak cukup bagi seorang. Dia harus belajar terus menerus melakukan perbuatan baik. Haruslah terus menerus dan berulang-ulang membuat kebajikan dan amalan, agar berbuat baik itu menjadi watak dan karakternya.

            Kebiasaan baik hati itu membuat segalanya menjadi teduh, tenang, dan membuat kita damai dan itu yang akan mengantar kita pada segalanya berjalan mudah saja, going easier. Karena, kalau kebaikan dan perbuatan baik itu lahir dari ketulusan dan bukan hanya karena pamrih, bukan kepentingan dan kebutuhan sesaat kita, maka dia akan berkesan dan Insya Allah berbalas kebaikan pula dari Ilahi.

            Intinya, walau sedikit kebaikan yang kita lakukan, tetapi terus-menerus dilakukan, tentulah jauh lebih berarti daripada banyak tetapi hanya sekali-sekali dan terputus-putus. Bila kebaikan yang terus-menerus dilakukan, pada gilirannya akan menjadi kebiasaan dan tabiat kita.

            Selamat menjadi orang baik!

 

 

(Makassar-Luwu, 15 Februari 2014)

 

Terkait

    • 1349 pengunjung
    • 2103 hits
    • 22 02 2016

    Seorang panglima perang yang tangguh mengajak seluruh anak buahnya untuk merebut pulau. Setelah seluruh perahu bersandar di pantai pulau yang akan direbut, dia kemudian memerintahkan untuk membakar semua perahu yang ada di pantai “Don’t look back”-teriaknya itulah makna “the point of no return,” titik dimana tidak ada lagi kesempatan untuk kembali. Tekad itu merupakan suatu upaya menghadirkan keberanian karena meyakini kebenaran dan berjuang tanpa kata menyerah. Makanya, “don’t stop!” hingga berhasil merebut pulau tersebut.*

                                                                                                                                                    (5 Juli 2012)

    Selengkapnya.
    • 1316 pengunjung
    • 2009 hits
    • 22 02 2016

    Kalau kita berjalan danterus melangkah memperjuangkan kebenaran yang hendak diraih, maka satu-satunya peluang adalah terus melangkah dan menaklukkan apapun yang yang ada di hadapan kita. Bila ada jalan buntu, maka pilihannya hanya : 1) menerima apa adanya dan menyerah; serta 2) berpikira dan mengerahkan segala upaya menerobos dan menemukan jalan baru untuk menggapai tujuan. Apalagi, keadaan-keadaan mendesak justru menjadi kjreativitas dan motivasi untuk meraihnya, “Never give up” (tak pernah menyerah). Toh, kita berada pada posisi “the point of no return”. Maka, “Don‘t Stop, Komandan!”*

     

                                                                                                                                                    (5 Juli 2012)

    Selengkapnya.
    • 1377 pengunjung
    • 2155 hits
    • 22 02 2016

    Teman adalah jimat dan obat mujarab serta mampu menyembuhkan berbagai penyakit. Untuk itu, kita semua wajib menjaga pertemanan dan sebisa mungkin jangan dikecewakan. Toh, teman menjadi solusi terbaik kalau kita stress, teman adalah penasihat dan penular kebaikan, teman juga memberi dukungan saat kita susah dan membutuhkan pertolongan, teman bahkan menjauhkan kita dari masalah dan depresi. Bahkan, temanlah yang memperkuat dan mendukung semua cita-cita dan harapan kita. Makanya, mari kita perbanyak teman. Jaga sikap kita untuk keutuhan pertemanan. Kembangkan sikap mau membantu, antusias, berjiwa besar, dan selalu terbuka untuk saling memberi. Mari kita tidak saling mengecewakan teman. Dan kamu temanku, saya temanmu!*     

     

                                                                                                                                                                    (14 Juli 2012)

    Selengkapnya.

menu lainnya