website resmi pemerintah provinsi sulawesi selatan http://sulselprov.go.id

Meyakini: Badai Pasti Berlalu

  • 1636 pengunjung
  • 2205 hits
  • 24 Feb 2016

ADA saat di mana kita merasa tekanan, tantangan, dan problematika seakan beruntun dan tak henti-hentinya. Kenapa, ya ? apa yang salah? Apa dosaku? Walaupun akal sehat kita mengatakan jika hal tersebut lumrah, bahagian dari hidup, tetapi tetap saja kita kecewa karena rasanya yang baik sudah kita lakukan.

            Memang, akal sehat juga tak mampu memahami. Bila kita telah bekerja secara tulus, baik, dan sangat keras demi rakyat, tetapi mengapa tetap saja ada hantaman di media massa, tudingan orang, dan tekanan lain yang sepertinya tidak berhenti. Itu sebabnya, kadang muncul kejengkelan, marah, meradang, gamang, merasa diperlakukan tidak adil, dizalimi, serta tervonis salah di mata orang dan media massa. Hati kita pun terkoyak karena seakan orang lain tidak menghargai apa yang kita perbuat, orang lain tidak menghargai kebaikan-kebaikan yang kita taburkan.

            Ya, sudahlah! Segala tudingan negatif dari hasil kerja kita, tetaplah harus menjadi pengalaman hidup. Ini bahagian untuk memantangkan kualitas hidup, sebab kita memang harus diuji lagi dengan kesabaran. Dan, itu akan memperkuat modal sukses kita di masa depan. Lagipula, tak satu pun pemimpin yang bisa memuaskan semua orang.

            Sudahlah, kita anggap ini bahagian ujian untuk mencapai kenaikan kelas berikut. Kalaulah begitu, biarkan badai itu berlalu sebab badai pasti berlalu. Mari terus bersabar dan terus berjuang. Atasi segala hambatan itu. cari teman-teman untuk membantu kita, dan teruslah berkarya. Toh, kita yakin Allah ada dan tidak tidur melihat niat dan perbuatan baik kita. Dan, kita tak perlu terpengaruh oleh beragam kezaliman dan hantaman media massa seakan ada orang yang ingin menjatuhkan reputasi dan prestasi yang kita capai bersama.

            Mari, kita terus membuktikan bahwa kita bekerja untuk rakyat. Toh, ini ibadah bagi kita, orang-orang yang jujur dan tulus bekerja, bukan koruptor yang mereka sangkakan!

 

                                                                        (Makassar-Jakarta, 11 Agustus 2014)

 

Terkait

    • 1589 pengunjung
    • 2261 hits
    • 22 02 2016

    Seorang panglima perang yang tangguh mengajak seluruh anak buahnya untuk merebut pulau. Setelah seluruh perahu bersandar di pantai pulau yang akan direbut, dia kemudian memerintahkan untuk membakar semua perahu yang ada di pantai “Don’t look back”-teriaknya itulah makna “the point of no return,” titik dimana tidak ada lagi kesempatan untuk kembali. Tekad itu merupakan suatu upaya menghadirkan keberanian karena meyakini kebenaran dan berjuang tanpa kata menyerah. Makanya, “don’t stop!” hingga berhasil merebut pulau tersebut.*

                                                                                                                                                    (5 Juli 2012)

    Selengkapnya.
    • 1535 pengunjung
    • 2162 hits
    • 22 02 2016

    Kalau kita berjalan danterus melangkah memperjuangkan kebenaran yang hendak diraih, maka satu-satunya peluang adalah terus melangkah dan menaklukkan apapun yang yang ada di hadapan kita. Bila ada jalan buntu, maka pilihannya hanya : 1) menerima apa adanya dan menyerah; serta 2) berpikira dan mengerahkan segala upaya menerobos dan menemukan jalan baru untuk menggapai tujuan. Apalagi, keadaan-keadaan mendesak justru menjadi kjreativitas dan motivasi untuk meraihnya, “Never give up” (tak pernah menyerah). Toh, kita berada pada posisi “the point of no return”. Maka, “Don‘t Stop, Komandan!”*

     

                                                                                                                                                    (5 Juli 2012)

    Selengkapnya.
    • 1628 pengunjung
    • 2304 hits
    • 22 02 2016

    Teman adalah jimat dan obat mujarab serta mampu menyembuhkan berbagai penyakit. Untuk itu, kita semua wajib menjaga pertemanan dan sebisa mungkin jangan dikecewakan. Toh, teman menjadi solusi terbaik kalau kita stress, teman adalah penasihat dan penular kebaikan, teman juga memberi dukungan saat kita susah dan membutuhkan pertolongan, teman bahkan menjauhkan kita dari masalah dan depresi. Bahkan, temanlah yang memperkuat dan mendukung semua cita-cita dan harapan kita. Makanya, mari kita perbanyak teman. Jaga sikap kita untuk keutuhan pertemanan. Kembangkan sikap mau membantu, antusias, berjiwa besar, dan selalu terbuka untuk saling memberi. Mari kita tidak saling mengecewakan teman. Dan kamu temanku, saya temanmu!*     

     

                                                                                                                                                                    (14 Juli 2012)

    Selengkapnya.

menu lainnya