website resmi pemerintah provinsi sulawesi selatan http://sulselprov.go.id

Momentum Kemenangan

  • 1475 pengunjung
  • 1997 hits
  • 23 Feb 2016

Mahkamah Konstitusi (MK) telah membuktikan kita terhormat, tidak curang, kita demokratis dan terbaik. Kemenangan di MK menjadi sebuah momentum sakral yang bermakna religi. Makna kemenangan yang kita rasakan seprti saat Idul Fitri, Natal dan perayaan lainnya karena merupakan proses peningkatan dan pembelajaran kehidupan, belajar sabar, belajar mengalah dan uji strategi serta kecerdasan ilmu dan bakat.

Marilah, jangan bertambah usia tanpa hidup yang bermakna. Kita harus berupaya bagaimana harkat kita bertambah dan memahami hikmah kehidupan. Dari kemenangan ini, kita hanya menemukan diri semakin cerdas dan makin berpengalaman, tetapi juga harus makin bijaksana.

Ada tiga poin penting memaknai kemenangan yang kita capai, yakni :

  1. Kita tidak akan gentar mengarungi samudera kehidupan bahkan bersaing dengan siapa saja karena bersaing dalam pengertian positif justru akan memicu untuk tampil lebih baik dan sebagai pemenang.
  2. Kita akan tahan terhadap tantangan dan kritik, karena kritik dan tantangan itu merupakan evaluasi dan peluang mengoreksi langkah untuk keluar dari tantangan dan sebagai yang terbaik dan pemenang.
  3. Kita tidak akan rugi mengoreksi dan memperbaiki kalau ada yang salah atau keliru dan juga tidak ragu minta maaf dan memaafkan orang lain.

Kemenangan memang punya momentum untuk tetap disadari sebagai pembelajaran. Setidaknya, kita menyadari diri bahwa setiap kekeliruan patut kita berusaha  memperbaikinya sehingga memberi kita kesempatan baru dan penuh harapan lebih baik agar menjadi pemenang sejati.

 

                                                                                                @ Jakarta – Makassar, 26 Februari 2013

Terkait

    • 1589 pengunjung
    • 2261 hits
    • 22 02 2016

    Seorang panglima perang yang tangguh mengajak seluruh anak buahnya untuk merebut pulau. Setelah seluruh perahu bersandar di pantai pulau yang akan direbut, dia kemudian memerintahkan untuk membakar semua perahu yang ada di pantai “Don’t look back”-teriaknya itulah makna “the point of no return,” titik dimana tidak ada lagi kesempatan untuk kembali. Tekad itu merupakan suatu upaya menghadirkan keberanian karena meyakini kebenaran dan berjuang tanpa kata menyerah. Makanya, “don’t stop!” hingga berhasil merebut pulau tersebut.*

                                                                                                                                                    (5 Juli 2012)

    Selengkapnya.
    • 1535 pengunjung
    • 2162 hits
    • 22 02 2016

    Kalau kita berjalan danterus melangkah memperjuangkan kebenaran yang hendak diraih, maka satu-satunya peluang adalah terus melangkah dan menaklukkan apapun yang yang ada di hadapan kita. Bila ada jalan buntu, maka pilihannya hanya : 1) menerima apa adanya dan menyerah; serta 2) berpikira dan mengerahkan segala upaya menerobos dan menemukan jalan baru untuk menggapai tujuan. Apalagi, keadaan-keadaan mendesak justru menjadi kjreativitas dan motivasi untuk meraihnya, “Never give up” (tak pernah menyerah). Toh, kita berada pada posisi “the point of no return”. Maka, “Don‘t Stop, Komandan!”*

     

                                                                                                                                                    (5 Juli 2012)

    Selengkapnya.
    • 1628 pengunjung
    • 2304 hits
    • 22 02 2016

    Teman adalah jimat dan obat mujarab serta mampu menyembuhkan berbagai penyakit. Untuk itu, kita semua wajib menjaga pertemanan dan sebisa mungkin jangan dikecewakan. Toh, teman menjadi solusi terbaik kalau kita stress, teman adalah penasihat dan penular kebaikan, teman juga memberi dukungan saat kita susah dan membutuhkan pertolongan, teman bahkan menjauhkan kita dari masalah dan depresi. Bahkan, temanlah yang memperkuat dan mendukung semua cita-cita dan harapan kita. Makanya, mari kita perbanyak teman. Jaga sikap kita untuk keutuhan pertemanan. Kembangkan sikap mau membantu, antusias, berjiwa besar, dan selalu terbuka untuk saling memberi. Mari kita tidak saling mengecewakan teman. Dan kamu temanku, saya temanmu!*     

     

                                                                                                                                                                    (14 Juli 2012)

    Selengkapnya.

menu lainnya