website resmi pemerintah provinsi sulawesi selatan http://sulselprov.go.id

Natalmu Harus Istimewa

  • 1172 pengunjung
  • 1512 hits
  • 11 Apr 2016

Hari Natal  setiap tahun dating dan kita semua menyambutnya dengan gembira dan sukacita. Kenapa? Karena paling tidak, ummat kristiani kembali diingatkan akan mengapa Tuhannya hadir menyelamatkan ummat manusia dari dosa dan kezaliman dunia? Mengapa cinta kasih yang menjadi inti ajaran Kristiani, yang akan menjamin hadirnya kehidupan kekal dunia-akhirat dalam kedamaian yang menjadi cita-cita semua ummat manusia? Adakah kita yang tidak mau bahagia Tidak ada bukan ?

Kalau begitu, natal kali ini harus dapat mengajak kita semua – bukan hanya yang Kristiani, untuk meng-konsolidasi emosional, hati, pikiran dan gerak kehidupan kita, agar menghadirkan kehidupan yang rukun dan damai, penuh rasa saling pedui,saling bantu dan gotong royong. Mari bersama saling menuntun dan mendukung menghadirkan suasana yang nyaman, menyenangkan sertamendorong kemapanan hidup yang cukup materi dan terpenuhi rohani dengan agama, adat dan saling mendoakan yang baik-baikitu.

Mari menghindari saling menzalimi, menabur kebencian, menuduh, dan saling fitnah, saling mencari apa yang salah dan lemah. Cukup itu terjadi pada tahun-tahun yang lalu. Tahun ini tidak lagi!

Jangan ada yang asyik dan bersenang-senang sendiri, egoisme, tidak mau peduli orang lain. Jangan mengedepankan kepentingan sempit dan hanya ngotot berjuang atas nama kepentingan pribadi, kelompok, golongan, suku, partai dari pada kebersamaan dan keindonesiaan kita.

Momentum religi ini, mari kita jadikan momentum pertobatan. Memohon ampun pada Tuhan kita dan membangun kembali cinta kasih dan rahmatan lil alamin kepada istri, anak-anak, orang tua dan saudara kita. Bangun toleransi, kecintaan dan kasih sayang di rumah, kantor, masyarakat … dan pada Negara dan bangsa kita. Aamiin. Semoga.

 Makassar-Luwu, 26 Desember 2014

Terkait

    • 1369 pengunjung
    • 2142 hits
    • 22 02 2016

    Seorang panglima perang yang tangguh mengajak seluruh anak buahnya untuk merebut pulau. Setelah seluruh perahu bersandar di pantai pulau yang akan direbut, dia kemudian memerintahkan untuk membakar semua perahu yang ada di pantai “Don’t look back”-teriaknya itulah makna “the point of no return,” titik dimana tidak ada lagi kesempatan untuk kembali. Tekad itu merupakan suatu upaya menghadirkan keberanian karena meyakini kebenaran dan berjuang tanpa kata menyerah. Makanya, “don’t stop!” hingga berhasil merebut pulau tersebut.*

                                                                                                                                                    (5 Juli 2012)

    Selengkapnya.
    • 1327 pengunjung
    • 2043 hits
    • 22 02 2016

    Kalau kita berjalan danterus melangkah memperjuangkan kebenaran yang hendak diraih, maka satu-satunya peluang adalah terus melangkah dan menaklukkan apapun yang yang ada di hadapan kita. Bila ada jalan buntu, maka pilihannya hanya : 1) menerima apa adanya dan menyerah; serta 2) berpikira dan mengerahkan segala upaya menerobos dan menemukan jalan baru untuk menggapai tujuan. Apalagi, keadaan-keadaan mendesak justru menjadi kjreativitas dan motivasi untuk meraihnya, “Never give up” (tak pernah menyerah). Toh, kita berada pada posisi “the point of no return”. Maka, “Don‘t Stop, Komandan!”*

     

                                                                                                                                                    (5 Juli 2012)

    Selengkapnya.
    • 1392 pengunjung
    • 2185 hits
    • 22 02 2016

    Teman adalah jimat dan obat mujarab serta mampu menyembuhkan berbagai penyakit. Untuk itu, kita semua wajib menjaga pertemanan dan sebisa mungkin jangan dikecewakan. Toh, teman menjadi solusi terbaik kalau kita stress, teman adalah penasihat dan penular kebaikan, teman juga memberi dukungan saat kita susah dan membutuhkan pertolongan, teman bahkan menjauhkan kita dari masalah dan depresi. Bahkan, temanlah yang memperkuat dan mendukung semua cita-cita dan harapan kita. Makanya, mari kita perbanyak teman. Jaga sikap kita untuk keutuhan pertemanan. Kembangkan sikap mau membantu, antusias, berjiwa besar, dan selalu terbuka untuk saling memberi. Mari kita tidak saling mengecewakan teman. Dan kamu temanku, saya temanmu!*     

     

                                                                                                                                                                    (14 Juli 2012)

    Selengkapnya.

menu lainnya