website resmi pemerintah provinsi sulawesi selatan http://sulselprov.go.id

Negara Tidak Boleh Kalah dengan Narkoba!

  • 1311 pengunjung
  • 1666 hits
  • 11 Apr 2016

Narkoba adalah senjata pemusnah missal yang melebihi senjata biologis perang yang perang ada. Dapat dibayangkan setiap hari ada 50 orang remaja dan pemuda kita mati sia-sia dan itu terakumulasi menjadi 18.000 orang pertahun yang mati. Yang pasti kalau kita tidak ikut mencegah, pasti yang mati itu adalah keluarga kita! Karena rembesan narkoba itu sangat dahsyat di sekitar kita.

Kalau pun diantara keluarga kita itu tidak mati mendadak karena overdosis, pasti diantara 4,5 juta orang akan terjangkit dengan berbagai penyakit dan dampak kronis impact-impact negative yang akan melemahkan pemuda kita.

Kalau begitu, tidak ada jalan lain. Kita semua harus turun tangan mencegahnya dan ikut berbuat mendorong Badan Narkotika Nasional (BNN) bekerja maksimal. Ikut melaporkan pada yang berwajib kalau ada indikasi peredaran narkoba. Kita ikut memberikan penyuluhan kepada keluarga dan juga masyarakat untuk menghindari, melawan, perang dan menolak pengguna narkoba di sekitar kita, di wilayah kerja kita.

Mari kita menyumbangkan tenaga pikiran dan kerja kita membantu Negara melawan dan kita jadikan bahaya narkoba menjadi musuh bersama. Kepada jajaran pemerintahan, Polri dan TNI, kepada para bupati dan walikota sampai dengan camat, kepala desa, lurah, sudah menjadi perintah Negara pada kita untuk bergerak memotong peredaran narkoba di wilayah kerja kita masing-masing secara serius maksimal dan tidak ada toleransi.

Mari kita hentikan apotik dan sumber lain yang bisa menjadi pemicu hadirnya pemicu dalam masyarakat. Sekecil apa pun, mari kita langkah dari kita semua melakukan gerakan menghentikan peredaran narkoba di wilayah Sulsel pada khususnya dan Negara Indonesia pada umumnya.

Ini panggilan abdi Negara Indonesia, ini panggilan kemanusiaan. Ayo! Negara kita tidak boleh kalah dengan narkoba. Salamakki tapada salama’.

4, Februari 2015

 

Terkait

    • 1588 pengunjung
    • 2261 hits
    • 22 02 2016

    Seorang panglima perang yang tangguh mengajak seluruh anak buahnya untuk merebut pulau. Setelah seluruh perahu bersandar di pantai pulau yang akan direbut, dia kemudian memerintahkan untuk membakar semua perahu yang ada di pantai “Don’t look back”-teriaknya itulah makna “the point of no return,” titik dimana tidak ada lagi kesempatan untuk kembali. Tekad itu merupakan suatu upaya menghadirkan keberanian karena meyakini kebenaran dan berjuang tanpa kata menyerah. Makanya, “don’t stop!” hingga berhasil merebut pulau tersebut.*

                                                                                                                                                    (5 Juli 2012)

    Selengkapnya.
    • 1535 pengunjung
    • 2162 hits
    • 22 02 2016

    Kalau kita berjalan danterus melangkah memperjuangkan kebenaran yang hendak diraih, maka satu-satunya peluang adalah terus melangkah dan menaklukkan apapun yang yang ada di hadapan kita. Bila ada jalan buntu, maka pilihannya hanya : 1) menerima apa adanya dan menyerah; serta 2) berpikira dan mengerahkan segala upaya menerobos dan menemukan jalan baru untuk menggapai tujuan. Apalagi, keadaan-keadaan mendesak justru menjadi kjreativitas dan motivasi untuk meraihnya, “Never give up” (tak pernah menyerah). Toh, kita berada pada posisi “the point of no return”. Maka, “Don‘t Stop, Komandan!”*

     

                                                                                                                                                    (5 Juli 2012)

    Selengkapnya.
    • 1627 pengunjung
    • 2304 hits
    • 22 02 2016

    Teman adalah jimat dan obat mujarab serta mampu menyembuhkan berbagai penyakit. Untuk itu, kita semua wajib menjaga pertemanan dan sebisa mungkin jangan dikecewakan. Toh, teman menjadi solusi terbaik kalau kita stress, teman adalah penasihat dan penular kebaikan, teman juga memberi dukungan saat kita susah dan membutuhkan pertolongan, teman bahkan menjauhkan kita dari masalah dan depresi. Bahkan, temanlah yang memperkuat dan mendukung semua cita-cita dan harapan kita. Makanya, mari kita perbanyak teman. Jaga sikap kita untuk keutuhan pertemanan. Kembangkan sikap mau membantu, antusias, berjiwa besar, dan selalu terbuka untuk saling memberi. Mari kita tidak saling mengecewakan teman. Dan kamu temanku, saya temanmu!*     

     

                                                                                                                                                                    (14 Juli 2012)

    Selengkapnya.

menu lainnya