website resmi pemerintah provinsi sulawesi selatan http://sulselprov.go.id

Nilai Kursi

  • 1270 pengunjung
  • 1847 hits
  • 23 Feb 2016

Kala kecil, saya diajari oleh ayah membuat kursi. Kursi dibuat dari kayu jati yang kuat. Ia ketam. Ia cat. Namun kursi itu lebih mirip bangku yang pakai sandaran kayak kursi anak SD. Dan saya spontan berkomentar bahwa kursi itu sangat jelek. Ia kemudian mengajari saya tentang makna kehidupan bahwa apa saja yang kita buat selalu ada yang baik dan ada yang jelek. Bahkan orang Makassar bilang “teako gauki punna nicallai” artinya jangan berbuat jika takut dicela.  Hakikatnya, apa saja yang kita lakukan harus benar.

Kemudian ayah saya bertanya,”Kursi ini sisi baiknya apa yang kau lihat?” dan, saya berfikir sejenak lalu menjawab “Kursi ini tahan lama dan kuat.” Setelah itu, ayah saya langsung berkata, apalagi yang kita lihat? Saya berujar: Lebih dari lima tahun, kursi ini tidak rusak”.

Dia langsung menimpali,”Wah itu luar biasa”, Pun, ia tegaskan bahwa sesuatu yang kita buatnya mempunyai daya tahan manfaat lebih dari satu bulan saja, itu sudah luar biasa, apalagi kalau lima tahun lebih, 10 tahun lebih, hingga waktu yang begitu panjang. Maka sebenarnya, kejelekan yang ada itu akan tertutup dibandingkan dari sesuatu perjalanan yang panjang yang kuat dan tahan. Oleh karena itu, hidup yang harus dicari adalah makna yang berarti seperti halnya kursi yang kuat dan tahan serta punya manfaat.*

Terkait

    • 1349 pengunjung
    • 2103 hits
    • 22 02 2016

    Seorang panglima perang yang tangguh mengajak seluruh anak buahnya untuk merebut pulau. Setelah seluruh perahu bersandar di pantai pulau yang akan direbut, dia kemudian memerintahkan untuk membakar semua perahu yang ada di pantai “Don’t look back”-teriaknya itulah makna “the point of no return,” titik dimana tidak ada lagi kesempatan untuk kembali. Tekad itu merupakan suatu upaya menghadirkan keberanian karena meyakini kebenaran dan berjuang tanpa kata menyerah. Makanya, “don’t stop!” hingga berhasil merebut pulau tersebut.*

                                                                                                                                                    (5 Juli 2012)

    Selengkapnya.
    • 1315 pengunjung
    • 2009 hits
    • 22 02 2016

    Kalau kita berjalan danterus melangkah memperjuangkan kebenaran yang hendak diraih, maka satu-satunya peluang adalah terus melangkah dan menaklukkan apapun yang yang ada di hadapan kita. Bila ada jalan buntu, maka pilihannya hanya : 1) menerima apa adanya dan menyerah; serta 2) berpikira dan mengerahkan segala upaya menerobos dan menemukan jalan baru untuk menggapai tujuan. Apalagi, keadaan-keadaan mendesak justru menjadi kjreativitas dan motivasi untuk meraihnya, “Never give up” (tak pernah menyerah). Toh, kita berada pada posisi “the point of no return”. Maka, “Don‘t Stop, Komandan!”*

     

                                                                                                                                                    (5 Juli 2012)

    Selengkapnya.
    • 1376 pengunjung
    • 2155 hits
    • 22 02 2016

    Teman adalah jimat dan obat mujarab serta mampu menyembuhkan berbagai penyakit. Untuk itu, kita semua wajib menjaga pertemanan dan sebisa mungkin jangan dikecewakan. Toh, teman menjadi solusi terbaik kalau kita stress, teman adalah penasihat dan penular kebaikan, teman juga memberi dukungan saat kita susah dan membutuhkan pertolongan, teman bahkan menjauhkan kita dari masalah dan depresi. Bahkan, temanlah yang memperkuat dan mendukung semua cita-cita dan harapan kita. Makanya, mari kita perbanyak teman. Jaga sikap kita untuk keutuhan pertemanan. Kembangkan sikap mau membantu, antusias, berjiwa besar, dan selalu terbuka untuk saling memberi. Mari kita tidak saling mengecewakan teman. Dan kamu temanku, saya temanmu!*     

     

                                                                                                                                                                    (14 Juli 2012)

    Selengkapnya.

menu lainnya