website resmi pemerintah provinsi sulawesi selatan http://sulselprov.go.id

. Oooeeeiii…Mau ke Mana Ko Golkar?

  • 1448 pengunjung
  • 1776 hits
  • 11 Apr 2016

Konflik adalah suatu yang wajar dan biasa dalam dunia politik. Bahkan hakikiat berpolitik ialah seni mengelolah konflik dan segala yang ada menjadi peluang untuk dijadikan mungkin.Oleh karena itu,politik segoyianya juga tidak kenal adanya kebutuhan.Karena walaupun begitu banyak dan berlapis kepentingan yang berbenturang,harus mampu dikompromikan menjadi satu tujuan bersama.Bila demikian,politik adalah seni mengelolah konflik menjadi consensus.

Oleh karena itu, jalan politik agar konflik-konflik yang ada menjadi konsensus adalah rule of the game yang harus disepakati,dijalankan secara beradab dan tanpa kekerasan.Artinya harus ada empati kebersamaan dalamnya.Kalo tidak, pastilah partai dan kelompok politik apapun di ujung kehancuran.

Golkar, sebagai partai besar dan tua serta telah berpengalaman--yang sudah teruji selama ini punya mekanisme ampuh meredam konflik dan selalu bisa keluar dari perpecahan—tampaknya dihadapkan pada kondisi sulit mengutuhkan dirinya hanya bersandar pada aturan intern yang built in selama ini. Karena perpecahan yang ada sudah mengundang intervensi kekuatan luar untuk masuk mencari solusi perpecahan. Salah sedikit penyelesaian berakhir di peradilan.

Bila itu terjadi, menjadi bukti Golkar sudah terjebak pada pendekatan fragmatis politik hanya untuk kekuasaan. Bukan berbasis lagi sebagai lembaga kader dan mengutamakan kepentingan rakyat dan negeri. Golkar hanya seperti partai lain yang bisa dipermainkan dari luar dan telah mengundang campur tangan kekuatan lain untuk masuk menjadikan partai ini sebagai alat kekuasaan. Yang jelas, ini menunjukkan lemahnya dedikasi kepartaian. Ini membuktikan rendahnya niai kekaderan yang ada dan pernah dibuktikan kader terdahulu dari partai yang berwibawa ini.

Segeralah tobat dan kembali menyatu, cari jalan keluar dengan menghadirkan consensus partai Golkar demi marwah dan eksistensi Golkar untuk rakyat dan bangsamu.

6 Maret 2015

Terkait

    • 1704 pengunjung
    • 2275 hits
    • 22 02 2016

    Seorang panglima perang yang tangguh mengajak seluruh anak buahnya untuk merebut pulau. Setelah seluruh perahu bersandar di pantai pulau yang akan direbut, dia kemudian memerintahkan untuk membakar semua perahu yang ada di pantai “Don’t look back”-teriaknya itulah makna “the point of no return,” titik dimana tidak ada lagi kesempatan untuk kembali. Tekad itu merupakan suatu upaya menghadirkan keberanian karena meyakini kebenaran dan berjuang tanpa kata menyerah. Makanya, “don’t stop!” hingga berhasil merebut pulau tersebut.*

                                                                                                                                                    (5 Juli 2012)

    Selengkapnya.
    • 1622 pengunjung
    • 2175 hits
    • 22 02 2016

    Kalau kita berjalan danterus melangkah memperjuangkan kebenaran yang hendak diraih, maka satu-satunya peluang adalah terus melangkah dan menaklukkan apapun yang yang ada di hadapan kita. Bila ada jalan buntu, maka pilihannya hanya : 1) menerima apa adanya dan menyerah; serta 2) berpikira dan mengerahkan segala upaya menerobos dan menemukan jalan baru untuk menggapai tujuan. Apalagi, keadaan-keadaan mendesak justru menjadi kjreativitas dan motivasi untuk meraihnya, “Never give up” (tak pernah menyerah). Toh, kita berada pada posisi “the point of no return”. Maka, “Don‘t Stop, Komandan!”*

     

                                                                                                                                                    (5 Juli 2012)

    Selengkapnya.
    • 1745 pengunjung
    • 2329 hits
    • 22 02 2016

    Teman adalah jimat dan obat mujarab serta mampu menyembuhkan berbagai penyakit. Untuk itu, kita semua wajib menjaga pertemanan dan sebisa mungkin jangan dikecewakan. Toh, teman menjadi solusi terbaik kalau kita stress, teman adalah penasihat dan penular kebaikan, teman juga memberi dukungan saat kita susah dan membutuhkan pertolongan, teman bahkan menjauhkan kita dari masalah dan depresi. Bahkan, temanlah yang memperkuat dan mendukung semua cita-cita dan harapan kita. Makanya, mari kita perbanyak teman. Jaga sikap kita untuk keutuhan pertemanan. Kembangkan sikap mau membantu, antusias, berjiwa besar, dan selalu terbuka untuk saling memberi. Mari kita tidak saling mengecewakan teman. Dan kamu temanku, saya temanmu!*     

     

                                                                                                                                                                    (14 Juli 2012)

    Selengkapnya.

menu lainnya