website resmi pemerintah provinsi sulawesi selatan http://sulselprov.go.id

Pandai Bukan Jaminan

  • 1279 pengunjung
  • 1892 hits
  • 22 Feb 2016

Pandai bukan jaminan kesuksesan! Terbukti, sangat banyak orang pandai dan punya ilmu yang hebat tetapi kariernya  biasa-biasa saja, tidak sukses-sukses amat. Misalnya, kita bisa lihat pelatih yang hebat, dia menguasai semua jurus untuk menang, tapi mengapa jika disuruh bertanding justru kalah dan tidak bisa  berkutik? Jawabannya sederhana : dia menguasai teori saja, tapi praktek belum tentu. Hal yang sama kita bisa temukan pada mereka yang mengaku paranormal atau orang pintar yang mendoakan kita, seakan apa yang dia katakan adalah kebenaran. Maka kita bisa berpikir : andai dia mampu, mengapa bukan dirinya yang maju untuk menang?

Siapa saja boleh berteori! Namun akhirnya kembali pada persiapan diri kita sendiri, juga keyakinan atas kemampuan dan pertolongan Ilahi. Sebab kemampuan, hasil kerja keras, dan amal-amal kebaikan kita yang ditunjang oleh ilmu yang baiklah yang akan berhasil. Oleh karena itu saya makin percaya konsep PAKUI SYL sebagai konsep yang paling tepat untuk kita.

Kunci sukses memang tidak lepas dari pemaknaan PAKUI SYL yang saya anut dan selalu tawarkan kepada teman, kolega, kerabat, dan juga staf. Intinya, kita dapat memahami akan pentingnya P (pray) sebagai permohonan doa kepada ilahi yang tentunya didasari shalat dan doa; A (attitude) sebagai sikap yang tentunya dengan adat serta tabiat yang baik, K (komitmen) dengan berpegang teguh pada janji yang telah dituturkan – jangan hanya berani mengumbar janji tanpa menepatinya, U (usaha) yang artinya jangan diam saja tapi harus melakukan segala hal yang membuat kita sukses, I (imajinatif) yang menjadi tatakan awal menggapai impian sukses. Selanjutnya, S (saya), Y (yakin), L (lolos, leading, ataupun lulus). Intinya,  jika kita PAKUI (segala sesuatu di mulai dengan doa, kemudian bersikap, penuh komitmen, tetap berupaya, dan berdasar pada Imajinasi positif) maka kita bakal SYL (saya yakin leading)!

       Tak dapat dipungkiri, agama yang baik menjadi penting untuk sukses. Orang yang ibadahnya baik, doanya diterima oleh Tuhan. Lalu karakter dan watak yang baik membuat dia tekun dan rajin serta holistik dalam mengejar sesuatu target, dimana dia dapat dipercaya karena integritas, dan tidak berkhianat pada temannya. Dan apapun  suasananya, suka atau duka, berhasil atau gagal, dia mau jadikan itu semua sebagai sebuah pembelajaran dan penyempurnaan hidupnya. Apalagi, dia mau bekerja keras, ulet, gigih, tidak manja, tahan banting, optimistis, dan impiannya selalu indah.*

                                                                                               

                                                                                                                                                (10 September 2012)

Terkait

    • 1349 pengunjung
    • 2103 hits
    • 22 02 2016

    Seorang panglima perang yang tangguh mengajak seluruh anak buahnya untuk merebut pulau. Setelah seluruh perahu bersandar di pantai pulau yang akan direbut, dia kemudian memerintahkan untuk membakar semua perahu yang ada di pantai “Don’t look back”-teriaknya itulah makna “the point of no return,” titik dimana tidak ada lagi kesempatan untuk kembali. Tekad itu merupakan suatu upaya menghadirkan keberanian karena meyakini kebenaran dan berjuang tanpa kata menyerah. Makanya, “don’t stop!” hingga berhasil merebut pulau tersebut.*

                                                                                                                                                    (5 Juli 2012)

    Selengkapnya.
    • 1315 pengunjung
    • 2009 hits
    • 22 02 2016

    Kalau kita berjalan danterus melangkah memperjuangkan kebenaran yang hendak diraih, maka satu-satunya peluang adalah terus melangkah dan menaklukkan apapun yang yang ada di hadapan kita. Bila ada jalan buntu, maka pilihannya hanya : 1) menerima apa adanya dan menyerah; serta 2) berpikira dan mengerahkan segala upaya menerobos dan menemukan jalan baru untuk menggapai tujuan. Apalagi, keadaan-keadaan mendesak justru menjadi kjreativitas dan motivasi untuk meraihnya, “Never give up” (tak pernah menyerah). Toh, kita berada pada posisi “the point of no return”. Maka, “Don‘t Stop, Komandan!”*

     

                                                                                                                                                    (5 Juli 2012)

    Selengkapnya.
    • 1376 pengunjung
    • 2155 hits
    • 22 02 2016

    Teman adalah jimat dan obat mujarab serta mampu menyembuhkan berbagai penyakit. Untuk itu, kita semua wajib menjaga pertemanan dan sebisa mungkin jangan dikecewakan. Toh, teman menjadi solusi terbaik kalau kita stress, teman adalah penasihat dan penular kebaikan, teman juga memberi dukungan saat kita susah dan membutuhkan pertolongan, teman bahkan menjauhkan kita dari masalah dan depresi. Bahkan, temanlah yang memperkuat dan mendukung semua cita-cita dan harapan kita. Makanya, mari kita perbanyak teman. Jaga sikap kita untuk keutuhan pertemanan. Kembangkan sikap mau membantu, antusias, berjiwa besar, dan selalu terbuka untuk saling memberi. Mari kita tidak saling mengecewakan teman. Dan kamu temanku, saya temanmu!*     

     

                                                                                                                                                                    (14 Juli 2012)

    Selengkapnya.

menu lainnya