website resmi pemerintah provinsi sulawesi selatan http://sulselprov.go.id

Pemimpin dan Rakyat Saling Membutuhkan

  • 1523 pengunjung
  • 2208 hits
  • 24 Feb 2016

PEMIMPIN dan rakyat tak bisa dipisahkan! Pemimpin takkanhidup tanpa rakyat, dan sebaliknya rakyat dengan kompleksitas masalah dan begitu luas problematik yang ada di sekitarnya, tentulah membutuhkan pemimpin. Oleh karena itu, pemimpin akan hadir sesuai tantangan, sesuai era, sesuai dengan kebutuhan. Intinya, tidak akan ada rakyat tanpa pemimpin, begitu pula  sebaliknya bahwa pemimpin yang ditinggalkan rakyat adalah sesuatu yang melayang.

            Apa yang dimaksud melayang? Dia merasa pemimpin tetapi sebenarnya dia kehilangan substansi kepemimpinan. Makanya, pemimpin yang baik adalah pemimpin yang bisa menemukan harapan kebutuhannya rakyat. Dia harus betul-betul bisa melakukan riset dalam bentuk yang macam-macam untuk bisa menemukan harapan dan kebutuhan rakyat. Salah satunya adalah pemimpin harus dekat dengan rakyat, sehingga pemimpin bisa mencium aroma yang ada pada rakyat.

            Pemimpin memang mestilah dekat dengan rakyat. Mesti mendatang rakyat di mana rakyat berada. Pemimpin harus berada di warung-warung kopi, misalnya, karena pemimpin yang baik  akan menemukan harapan itu di warung-warung kopi. Kalau begitu pemerintahan juga bisa di bangun dri warung kopi ke warung kopi, karena disitulah pemimpin dapat menemukan harapan dan kebutuhan rakyat. Toh, bisa jadi rakyat tidak bisa ngomong, tetapi mata bicara banyak.  dan, pemimpin yang baik dapat merasakan kebutuhan dan harapan rakyat.

            Kedua, pemimpin adalah orang yang bisa meng-energizer semua pihak untuk mengambil peran agar dapat memecahkan tantangan-tantangan yang ada disekitarnya. Bisa jadi ada pemipin diatas pemimpin. Tetapi, salah satu tugasnya adalah meng-energizer dan menggetrka seluruh komponen orang-orang yag dipimpinnya untuk mengambil langkah sehingga dia membantu memecahkan persoalan atau mendorong agar rakyat mampu memecahkan sendiri persoalannya. Jadi tugas pemimpin bukan hanya ikut menyelesaikan, tapi mampu mendorong untuk orang menyelesaikan persoalannya.

            Yang pasti, pemimpin yang baik adalah pemimpin yang bisa mendorong dan memacu rakyat mengambil sendiri peran-perannya. Jadi, kalau ada pemimpin yang sok jagoan dan ingin terlihat hebat sendiri-pemimpin yang berfikiran bahwa hanya dia yang bisa menyelesaikan persoalan-pasti dia bukan pemimpin yang baik. Pasalnya,pemimpin yang baik itu bila dia membagi tugas,mendelegesiikankewenangan termasuk kepada rakyat , dan tidak segan-segan mengakui kekurangannya . dan itu hanya ada kalo memang  dia terlahir sebagai pemimpin yang mau menempatkan tanggung jawab secara proporsional.

            Poin ketiga,pemimpin yang baikitu ynag bisa menjaga kepercayaan rakyat. Bila dia mampu menjaga kepercayaan rakyat,maka dia bisa jadi teladan dari segalanya. Alangkah tidak patutnya kalaurakyat bersoal dengan masalah kehidupan, dan seorang pemimpin berfoya-foyadi kursi yang dipercayakan oleh rakyat padanya.

Pemimpin memang mesti menyatu dengan rakyat! Makanya, pemimpin yang baik itu peduli terhadap semua masalah yang ada. Apalagi, harapan masyarakat berharap pemimpin itu adalah mereka ingin peduli terhadap sema masalah yang mereka hadapi. Rakyat membutuhkan pemimpin yang membantunya, tidak membiarkan dia susah sendiri. Dan ,yang paling inti menurut saya yang dibutuhkan rakyat dari pemimpnnya itu adalah pemimpin yang tidak bohong,tidak mendustai amanah!

 

 

(Makassar,19 september 2014)

Terkait

    • 1369 pengunjung
    • 2142 hits
    • 22 02 2016

    Seorang panglima perang yang tangguh mengajak seluruh anak buahnya untuk merebut pulau. Setelah seluruh perahu bersandar di pantai pulau yang akan direbut, dia kemudian memerintahkan untuk membakar semua perahu yang ada di pantai “Don’t look back”-teriaknya itulah makna “the point of no return,” titik dimana tidak ada lagi kesempatan untuk kembali. Tekad itu merupakan suatu upaya menghadirkan keberanian karena meyakini kebenaran dan berjuang tanpa kata menyerah. Makanya, “don’t stop!” hingga berhasil merebut pulau tersebut.*

                                                                                                                                                    (5 Juli 2012)

    Selengkapnya.
    • 1327 pengunjung
    • 2043 hits
    • 22 02 2016

    Kalau kita berjalan danterus melangkah memperjuangkan kebenaran yang hendak diraih, maka satu-satunya peluang adalah terus melangkah dan menaklukkan apapun yang yang ada di hadapan kita. Bila ada jalan buntu, maka pilihannya hanya : 1) menerima apa adanya dan menyerah; serta 2) berpikira dan mengerahkan segala upaya menerobos dan menemukan jalan baru untuk menggapai tujuan. Apalagi, keadaan-keadaan mendesak justru menjadi kjreativitas dan motivasi untuk meraihnya, “Never give up” (tak pernah menyerah). Toh, kita berada pada posisi “the point of no return”. Maka, “Don‘t Stop, Komandan!”*

     

                                                                                                                                                    (5 Juli 2012)

    Selengkapnya.
    • 1392 pengunjung
    • 2185 hits
    • 22 02 2016

    Teman adalah jimat dan obat mujarab serta mampu menyembuhkan berbagai penyakit. Untuk itu, kita semua wajib menjaga pertemanan dan sebisa mungkin jangan dikecewakan. Toh, teman menjadi solusi terbaik kalau kita stress, teman adalah penasihat dan penular kebaikan, teman juga memberi dukungan saat kita susah dan membutuhkan pertolongan, teman bahkan menjauhkan kita dari masalah dan depresi. Bahkan, temanlah yang memperkuat dan mendukung semua cita-cita dan harapan kita. Makanya, mari kita perbanyak teman. Jaga sikap kita untuk keutuhan pertemanan. Kembangkan sikap mau membantu, antusias, berjiwa besar, dan selalu terbuka untuk saling memberi. Mari kita tidak saling mengecewakan teman. Dan kamu temanku, saya temanmu!*     

     

                                                                                                                                                                    (14 Juli 2012)

    Selengkapnya.

menu lainnya