website resmi pemerintah provinsi sulawesi selatan http://sulselprov.go.id

Pemimpin Ideal Bukan Tiba-tiba

  • 1374 pengunjung
  • 2013 hits
  • 24 Feb 2016

PEMIMPIN itu tidak suddenly.Tidak tiba-tiba.pemimpin itu harus berproses.dan,pemimpin yang baik adalah pemimpin yang pernah jadi anak buah yang baik.Karena kalau dengan pengalaman kepemimpinan yang ada sebagai guru,maka dia tidak hanya mengembangkan     bakat genetika yang dia miliki,tetapi dia berproses dari pengalaman dan tantangan.Mungkin saja pemimpin yang baikadalah pemimpin yang jatuh bangun dengan kegagalan – sampai bisa saja sepeti itu.

      Oleh karena itu,belajar dari proses-berproses,belajar dari ‘pangngisengang’(pengetahuan,kata orang makassara) yaitu misal melihat orang bagaimana membanyak sawah dan sebagainya.maka,dia melihat lalu menyimpulkan bahwa “begini toh cara membanyak  tanah dengan betul’.Itu jiuga adalah belajar.learning.oleh  karena itu pemimpin yang memiliki proses-proses seperti itu,pengalaman-pengalaman seperti itu pastilah memiliki lematanagn.

     Seorang pemimpin diuji dengan tantangan.Makin tinggi jabatan,maka tantangan pasti makin besar.Fitnah,caci makitidak akan pernah putus.Begitu pula sebaliknya,kekurangan seorang pemimpin makin tinggi makin terlihat.Makanya tidak gampang menjadi pemimpin yang sukses dan baik.

      Pemimpin yang hanya menghabiskan periodesasinya atau pemimpin yang hanya mengejar pangkat dan materi,buikanlah pemimpin yang baik.pemimpin ideal itu adalah mereka yang mampu mencapai kesuksesan dari suatu hal yang memang bisa dinikmati orang yang banyak.makanya,pemimpin ideal itu hanya ada kalo terdapat dukungan dari orang-orang yang di pimpinya.Tidak ada pemimpin tanpa dukungan staf.

      Adapun kunci sukses hanya yang baikdan ideal,yaitu yang pertama : seorang pemimpin harus mengambil keputusan lebih cepat dan tidak melarut-larutkan sehingga tugas yang paling paling utama adalahmengambil keputusan cepat ,cermat,akurat,sebab pemimpin itu harus CCA,cepat , cermat , akurat-itu tugas seorang pemimpin .

      Yang kedua tugas pemimpin adalah membagi-bagi tugas secara adil kepada bawahan. Proses keadilan kepada bawahan itu bukan masalah yang gampang. Kalau uraian pembagi tugas kepada staf secara baik, yakinkan 50 persen keberhasilan dari program itu berjalan.

      Yang ketiga adalah menunjukkan arah dan mempertajam program. Seorang pemimpin tidak boleh diam terus. Ia melakukan feedback.oleh karena itu seorang pemimpin yang baik selalu saja dikawal dengan kontrol yang kuat.

      Yang keempat adalah seorang pemimpin yang baik itu tidak boros,dia melakukakan efisiensi yang beragam gerakan.melakukan efektivitas dari semua program yang ada. Bahkan pemimpin yang baik mampu mengendalikan agar tidak terjadi kebocoran atau harus mencontohkan upayah-upayah tidak terjadinya penyelewengan korupsi. Yang kelima,pemimpin ynag baik adalah pemimpin yang selalu mau membagi-bagi kesejahteraan pada seluruh bawahannya atau pada semua hal yang layak.     

      Memang menjadi sebuah pertanyaan besar bagaimana menghadirkan pemimpin ideal seperti diatas jika rakyat ternyata melihat bahwa memilih pemimpin adalah dengan uang lalu menghitung berapa dia dapati. Ini tentu menjadi tantangan , seakan-akan demokrasi itu hanya suatu proses yang sebebas-bebasnya untuk mencapai suatu jenjang kedudukan serta jabatan. Padahal, demograsi adalah proses yang terbaik untuk menyeleksi kepemmpinan sesuai kapabilitas, kapasitas,integritas,dan berbagai kemampuan lain yang dipersyaratkan untuk memimpin.

      Itu sebabnya, pemimpin yang baik jangan  kebetulan dia punya partai,dia punya uang , bahkan menggunakan uang dan kekuasaan sebab itu bersifat instan. Pemmpin ideal itu bukan tiba-tiba muncul. Bukan ujung-ujung. Pemimpin itu harus berproses, sebab makin tinggi kepemimpinan yang dikejar oleh pemimpin itu, seleksinya memang harus makn besar . begitu juga vaiabel-variabel yang di pakai harus kuat.kalau ada pemimpin yang secara instans hanya karena lucky , hanya keberuntungan , maka hasilnya tidak akan pernah dicapai secara maksimal. Hasilnya itu bukan kesuksesan tetapi hanya kebetulan. Toh, pemimpin itu bukan hadir secara tiba-tiba!

 

Terkait

    • 1349 pengunjung
    • 2103 hits
    • 22 02 2016

    Seorang panglima perang yang tangguh mengajak seluruh anak buahnya untuk merebut pulau. Setelah seluruh perahu bersandar di pantai pulau yang akan direbut, dia kemudian memerintahkan untuk membakar semua perahu yang ada di pantai “Don’t look back”-teriaknya itulah makna “the point of no return,” titik dimana tidak ada lagi kesempatan untuk kembali. Tekad itu merupakan suatu upaya menghadirkan keberanian karena meyakini kebenaran dan berjuang tanpa kata menyerah. Makanya, “don’t stop!” hingga berhasil merebut pulau tersebut.*

                                                                                                                                                    (5 Juli 2012)

    Selengkapnya.
    • 1315 pengunjung
    • 2009 hits
    • 22 02 2016

    Kalau kita berjalan danterus melangkah memperjuangkan kebenaran yang hendak diraih, maka satu-satunya peluang adalah terus melangkah dan menaklukkan apapun yang yang ada di hadapan kita. Bila ada jalan buntu, maka pilihannya hanya : 1) menerima apa adanya dan menyerah; serta 2) berpikira dan mengerahkan segala upaya menerobos dan menemukan jalan baru untuk menggapai tujuan. Apalagi, keadaan-keadaan mendesak justru menjadi kjreativitas dan motivasi untuk meraihnya, “Never give up” (tak pernah menyerah). Toh, kita berada pada posisi “the point of no return”. Maka, “Don‘t Stop, Komandan!”*

     

                                                                                                                                                    (5 Juli 2012)

    Selengkapnya.
    • 1377 pengunjung
    • 2155 hits
    • 22 02 2016

    Teman adalah jimat dan obat mujarab serta mampu menyembuhkan berbagai penyakit. Untuk itu, kita semua wajib menjaga pertemanan dan sebisa mungkin jangan dikecewakan. Toh, teman menjadi solusi terbaik kalau kita stress, teman adalah penasihat dan penular kebaikan, teman juga memberi dukungan saat kita susah dan membutuhkan pertolongan, teman bahkan menjauhkan kita dari masalah dan depresi. Bahkan, temanlah yang memperkuat dan mendukung semua cita-cita dan harapan kita. Makanya, mari kita perbanyak teman. Jaga sikap kita untuk keutuhan pertemanan. Kembangkan sikap mau membantu, antusias, berjiwa besar, dan selalu terbuka untuk saling memberi. Mari kita tidak saling mengecewakan teman. Dan kamu temanku, saya temanmu!*     

     

                                                                                                                                                                    (14 Juli 2012)

    Selengkapnya.

menu lainnya