website resmi pemerintah provinsi sulawesi selatan http://sulselprov.go.id

Pemimpin tak Sepi Kritik

  • 1396 pengunjung
  • 2065 hits
  • 23 Feb 2016

Pemimpin memang seyogyanya mampu mewariskan hal-hal baik. Harus ada pewarisan makna. Kalaulah begitu bagaimanakah implementasi pemimpin yang ber-“legacy”, pemimpin yang mewariskan keteladanan? Tentulah pemimpin seperti itu tidak sepi oleh kritik dan tantangan, juga tidak berada di Zona nyaman. Toh, dia tidak diam mengolah pikirannya, hatinya dan perbuatan nyata untuk menjadikan impiannya menjadi tujuan. Dia sangat yakin dengan tujuan yang dia targetkan serta dia gerakkan akan segala kekuatan demi meraih target dan tujuan itu.

Oleh karena itu hal-hal yang menjadi prinsip pendekatan akan pemimpin yang bakal mampu mewariskan keteladanan dan nilai baik lainnya yakni :

  1. Tidak menuntut pujian tetapi membangkitkan rasa hormat.
  2. Bersikap dan bertindak tidak merugikan orang lain dan menjaga lingkungan sekitarnya kondusif.
  3. Menjaga integritas dan tidak mudah tergoda dengan apapun.
  4. Berani, proaktif, dan tidak reaktif. Kalau salah, dia berani meminta maaf dan juga tahu memaafkan orang lain
  5. Tahu bersyukur dan berterima kasih pada semua yang baik’

@Pinrang – Barru – Makassar, 18 Maret 2013

Terkait

    • 1369 pengunjung
    • 2142 hits
    • 22 02 2016

    Seorang panglima perang yang tangguh mengajak seluruh anak buahnya untuk merebut pulau. Setelah seluruh perahu bersandar di pantai pulau yang akan direbut, dia kemudian memerintahkan untuk membakar semua perahu yang ada di pantai “Don’t look back”-teriaknya itulah makna “the point of no return,” titik dimana tidak ada lagi kesempatan untuk kembali. Tekad itu merupakan suatu upaya menghadirkan keberanian karena meyakini kebenaran dan berjuang tanpa kata menyerah. Makanya, “don’t stop!” hingga berhasil merebut pulau tersebut.*

                                                                                                                                                    (5 Juli 2012)

    Selengkapnya.
    • 1327 pengunjung
    • 2043 hits
    • 22 02 2016

    Kalau kita berjalan danterus melangkah memperjuangkan kebenaran yang hendak diraih, maka satu-satunya peluang adalah terus melangkah dan menaklukkan apapun yang yang ada di hadapan kita. Bila ada jalan buntu, maka pilihannya hanya : 1) menerima apa adanya dan menyerah; serta 2) berpikira dan mengerahkan segala upaya menerobos dan menemukan jalan baru untuk menggapai tujuan. Apalagi, keadaan-keadaan mendesak justru menjadi kjreativitas dan motivasi untuk meraihnya, “Never give up” (tak pernah menyerah). Toh, kita berada pada posisi “the point of no return”. Maka, “Don‘t Stop, Komandan!”*

     

                                                                                                                                                    (5 Juli 2012)

    Selengkapnya.
    • 1392 pengunjung
    • 2185 hits
    • 22 02 2016

    Teman adalah jimat dan obat mujarab serta mampu menyembuhkan berbagai penyakit. Untuk itu, kita semua wajib menjaga pertemanan dan sebisa mungkin jangan dikecewakan. Toh, teman menjadi solusi terbaik kalau kita stress, teman adalah penasihat dan penular kebaikan, teman juga memberi dukungan saat kita susah dan membutuhkan pertolongan, teman bahkan menjauhkan kita dari masalah dan depresi. Bahkan, temanlah yang memperkuat dan mendukung semua cita-cita dan harapan kita. Makanya, mari kita perbanyak teman. Jaga sikap kita untuk keutuhan pertemanan. Kembangkan sikap mau membantu, antusias, berjiwa besar, dan selalu terbuka untuk saling memberi. Mari kita tidak saling mengecewakan teman. Dan kamu temanku, saya temanmu!*     

     

                                                                                                                                                                    (14 Juli 2012)

    Selengkapnya.

menu lainnya