website resmi pemerintah provinsi sulawesi selatan http://sulselprov.go.id

Penakluk Butuh Ketenangan

  • 1486 pengunjung
  • 2021 hits
  • 23 Feb 2016

Hakikatnya, hidup memang perjalanan panjang tanpa ujung. Kita akan terus melangkah dan meraih impian tanpa mengenal garis finish kecuali kematian. Manakala kita raih sebuah impian, pasti Tuhan menakdirkan impian-impian lain melebihi mimpi-mimpi yang ada sebelumnya.

Ketika kita baru saja melampaui sebuah tantangan, akan muncul tantangan baru. Yang pasti, selalu ada gunung yang harus didaki, ada lautan yang terus diseberangi. Namun, mari kita ingat bahwa hidup bukan hanya terus  bertarung dan menaklukkan tantangan dan mengendalikan gelombang maupun badai. Bukan! Kita butuh hidup yang tenang, kita butuh sehat. Dan, akhirnya kita butuh keluarga yang pasti setia menemani kita.

Nasihat ayah saya, Tetta Yasin Limpo, “yang antar jasadmu ke pekuburan itu bukan jabatan dan uangmu, tetapi keluarga dan persaudaraanmu”. Intinya, hidup tenang juga dibutuhkan di antara kesibukan kita menaklukkan hidup. “we are care! We are here. We are fairnesseach” – “ kami peduli, kami di sini, kami yang mendahulukan kejujuran antar sesama”. Yakinlah, kita selalu bersama sebab persaudaraan membuat kita tetap menemukan ketenangan hidup.

@Jakarta, 26 Mei 2013

Terkait

    • 1555 pengunjung
    • 2258 hits
    • 22 02 2016

    Seorang panglima perang yang tangguh mengajak seluruh anak buahnya untuk merebut pulau. Setelah seluruh perahu bersandar di pantai pulau yang akan direbut, dia kemudian memerintahkan untuk membakar semua perahu yang ada di pantai “Don’t look back”-teriaknya itulah makna “the point of no return,” titik dimana tidak ada lagi kesempatan untuk kembali. Tekad itu merupakan suatu upaya menghadirkan keberanian karena meyakini kebenaran dan berjuang tanpa kata menyerah. Makanya, “don’t stop!” hingga berhasil merebut pulau tersebut.*

                                                                                                                                                    (5 Juli 2012)

    Selengkapnya.
    • 1503 pengunjung
    • 2161 hits
    • 22 02 2016

    Kalau kita berjalan danterus melangkah memperjuangkan kebenaran yang hendak diraih, maka satu-satunya peluang adalah terus melangkah dan menaklukkan apapun yang yang ada di hadapan kita. Bila ada jalan buntu, maka pilihannya hanya : 1) menerima apa adanya dan menyerah; serta 2) berpikira dan mengerahkan segala upaya menerobos dan menemukan jalan baru untuk menggapai tujuan. Apalagi, keadaan-keadaan mendesak justru menjadi kjreativitas dan motivasi untuk meraihnya, “Never give up” (tak pernah menyerah). Toh, kita berada pada posisi “the point of no return”. Maka, “Don‘t Stop, Komandan!”*

     

                                                                                                                                                    (5 Juli 2012)

    Selengkapnya.
    • 1588 pengunjung
    • 2303 hits
    • 22 02 2016

    Teman adalah jimat dan obat mujarab serta mampu menyembuhkan berbagai penyakit. Untuk itu, kita semua wajib menjaga pertemanan dan sebisa mungkin jangan dikecewakan. Toh, teman menjadi solusi terbaik kalau kita stress, teman adalah penasihat dan penular kebaikan, teman juga memberi dukungan saat kita susah dan membutuhkan pertolongan, teman bahkan menjauhkan kita dari masalah dan depresi. Bahkan, temanlah yang memperkuat dan mendukung semua cita-cita dan harapan kita. Makanya, mari kita perbanyak teman. Jaga sikap kita untuk keutuhan pertemanan. Kembangkan sikap mau membantu, antusias, berjiwa besar, dan selalu terbuka untuk saling memberi. Mari kita tidak saling mengecewakan teman. Dan kamu temanku, saya temanmu!*     

     

                                                                                                                                                                    (14 Juli 2012)

    Selengkapnya.

menu lainnya