website resmi pemerintah provinsi sulawesi selatan http://sulselprov.go.id

Peradaban Hadirkan Harga Diri

  • 1478 pengunjung
  • 1985 hits
  • 24 Feb 2016

Peradaban dapat dimaknai sebagai sebuah pembangunan baru untuk mencetak peradaban yang dinilai paripurna. Walau peradaban juga dipetakan sebagai sebuah peradaban yang telah selesai. Ibnu Khaldum bahkan mengibaratkan peradaban itu sebagai mahluk hidup yang memiliki umar. Ia bermula dari fase kelahiran, remaja, menua lalu mati. Peradaban berkembang kerja-kerja pembangunan.

Pada dasarnya, peradaban membentuk sebuah hukum, asas, kebiasaan karakter yang bermanfaat bagi orang banyak yang mungkin saja mengukuhkan yang ada selama ini sebagai bagian yang hidup pada kehidupan yang ada. Peradaban juga bisa berarti sebagai bagian dari hukum-hukum yang selama ini berjalan atau memang merupakan pengembangan atau temuan-temuan yang baru yang bisa bermanfaat untuk kehidupan. Tetapi inti peradaban adalah menciptakan sesuatu yang bermakna baik bagi kehidupan. Sebab peradaban juga merupakan harga diri.

Memang peradaban juga membangun sesuatu yang bisa dikenang oleh orang-orang dan generasi yang cukup panjang. Itu karena peradaban menyebabkan perlindungan baik  manusia maupun makhluk hidup. Bahkan peradaban bisa memberikan konstribusi hadirnya kebanggaan dan ekspektasi baru. Peradaban juga membuat hadirnya harga diri, hadirnya gengsi dan derajat dari sebuah komunitas yang ada. Muaranya, peradaban bertujuan menghadirkan ketenteraman dan kesejahteraan.

Masyarakat atau wilayah yang memiliki peradaban, cenderung masyarakatnya lebih tenteram dan sejahtera. Sebaliknya komunitas yang tidak menjunjung tinggi atau bahkan tidak memiliki peradaban kehidupannya kacau dan jauh dari kesejahteraan. Jadi, ujung dari peradaban adalah sesuatu yang terdesain secara baik dan bermakna dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.

Pemimpin yang baik, tentu berupaya membangun peradaban baru yang bermanfaat bagi masyarakat dan negerinya. Peradaban inilah yang selalu diupayakan oleh pemimpin sebagai bagian “life is legacy”, mewariskan sesuatu yang dapat dikenang sepanjang masa dan bermanfaat bagi generasi ke generasi. Makanya, peradaban itu juga sekaligus peletakan harga diri yang mesti terjaga. Harga diri yang tak ternoda oleh perilaku salah.

                                                                                                         @ Makassar, 5 September 2013

Terkait

    • 1555 pengunjung
    • 2258 hits
    • 22 02 2016

    Seorang panglima perang yang tangguh mengajak seluruh anak buahnya untuk merebut pulau. Setelah seluruh perahu bersandar di pantai pulau yang akan direbut, dia kemudian memerintahkan untuk membakar semua perahu yang ada di pantai “Don’t look back”-teriaknya itulah makna “the point of no return,” titik dimana tidak ada lagi kesempatan untuk kembali. Tekad itu merupakan suatu upaya menghadirkan keberanian karena meyakini kebenaran dan berjuang tanpa kata menyerah. Makanya, “don’t stop!” hingga berhasil merebut pulau tersebut.*

                                                                                                                                                    (5 Juli 2012)

    Selengkapnya.
    • 1503 pengunjung
    • 2161 hits
    • 22 02 2016

    Kalau kita berjalan danterus melangkah memperjuangkan kebenaran yang hendak diraih, maka satu-satunya peluang adalah terus melangkah dan menaklukkan apapun yang yang ada di hadapan kita. Bila ada jalan buntu, maka pilihannya hanya : 1) menerima apa adanya dan menyerah; serta 2) berpikira dan mengerahkan segala upaya menerobos dan menemukan jalan baru untuk menggapai tujuan. Apalagi, keadaan-keadaan mendesak justru menjadi kjreativitas dan motivasi untuk meraihnya, “Never give up” (tak pernah menyerah). Toh, kita berada pada posisi “the point of no return”. Maka, “Don‘t Stop, Komandan!”*

     

                                                                                                                                                    (5 Juli 2012)

    Selengkapnya.
    • 1588 pengunjung
    • 2303 hits
    • 22 02 2016

    Teman adalah jimat dan obat mujarab serta mampu menyembuhkan berbagai penyakit. Untuk itu, kita semua wajib menjaga pertemanan dan sebisa mungkin jangan dikecewakan. Toh, teman menjadi solusi terbaik kalau kita stress, teman adalah penasihat dan penular kebaikan, teman juga memberi dukungan saat kita susah dan membutuhkan pertolongan, teman bahkan menjauhkan kita dari masalah dan depresi. Bahkan, temanlah yang memperkuat dan mendukung semua cita-cita dan harapan kita. Makanya, mari kita perbanyak teman. Jaga sikap kita untuk keutuhan pertemanan. Kembangkan sikap mau membantu, antusias, berjiwa besar, dan selalu terbuka untuk saling memberi. Mari kita tidak saling mengecewakan teman. Dan kamu temanku, saya temanmu!*     

     

                                                                                                                                                                    (14 Juli 2012)

    Selengkapnya.

menu lainnya