website resmi pemerintah provinsi sulawesi selatan http://sulselprov.go.id

Permohonan Maaf Juara Sejati

  • 1326 pengunjung
  • 2031 hits
  • 24 Feb 2016

DALAM hidup ini, kita tidak luputdari orang-orang yang menyakiti hati kita, tetapi demikian juga kita sadar atau tidak, kita telah banyak pula melukai perasaan orang. Kesadaraan akan hal tersebut biasanya ada tetapi kita tidak mudah memaafkan orang, apalagi minta maaf.

      Minta maaf itu seakan sangat berat untuk dilakukan. Padahal dalam banyak referensi dan “lontarak” dikatakan bahwa “ kemampuan untuk memaafkan hanya dimiliki oleh para sang juara sejati”.

      Patut diingat, sikap memaafkan orang kepada kita adalah sikap yang hanya dimiliki oleh orang yang berkarakter kuat. Pasalnya, dengan memaafkan orang itu sebenarnya meringankan beban pikiran, tenaga, waktu, dan perasaan kita. Konon, dendam dan kebencian akan menghambat kemajuan kita. Lagipula, yakinkan kita bila tiadak melakukan salah, khilaf, dan tidak pernah menyakiti orang lain? Siapa tahu, justru kamu lebih banyak menaburkan kebencian dan kemarahan dari orang lain. Kalau begitu, ayo maafkan saya. Saya juga memaafkanmu. Dan, kita adalah juara sejati karena mampu saling memaafkan.

      Minal aidin walfaidzin, mohon maaf lahir dan batin. Selamat merayakan Idul Fitri 1435 Hijriah.

 

                                                                                                    (Makassar, 28 Juli 2014)

Terkait

    • 1371 pengunjung
    • 2143 hits
    • 22 02 2016

    Seorang panglima perang yang tangguh mengajak seluruh anak buahnya untuk merebut pulau. Setelah seluruh perahu bersandar di pantai pulau yang akan direbut, dia kemudian memerintahkan untuk membakar semua perahu yang ada di pantai “Don’t look back”-teriaknya itulah makna “the point of no return,” titik dimana tidak ada lagi kesempatan untuk kembali. Tekad itu merupakan suatu upaya menghadirkan keberanian karena meyakini kebenaran dan berjuang tanpa kata menyerah. Makanya, “don’t stop!” hingga berhasil merebut pulau tersebut.*

                                                                                                                                                    (5 Juli 2012)

    Selengkapnya.
    • 1329 pengunjung
    • 2045 hits
    • 22 02 2016

    Kalau kita berjalan danterus melangkah memperjuangkan kebenaran yang hendak diraih, maka satu-satunya peluang adalah terus melangkah dan menaklukkan apapun yang yang ada di hadapan kita. Bila ada jalan buntu, maka pilihannya hanya : 1) menerima apa adanya dan menyerah; serta 2) berpikira dan mengerahkan segala upaya menerobos dan menemukan jalan baru untuk menggapai tujuan. Apalagi, keadaan-keadaan mendesak justru menjadi kjreativitas dan motivasi untuk meraihnya, “Never give up” (tak pernah menyerah). Toh, kita berada pada posisi “the point of no return”. Maka, “Don‘t Stop, Komandan!”*

     

                                                                                                                                                    (5 Juli 2012)

    Selengkapnya.
    • 1394 pengunjung
    • 2186 hits
    • 22 02 2016

    Teman adalah jimat dan obat mujarab serta mampu menyembuhkan berbagai penyakit. Untuk itu, kita semua wajib menjaga pertemanan dan sebisa mungkin jangan dikecewakan. Toh, teman menjadi solusi terbaik kalau kita stress, teman adalah penasihat dan penular kebaikan, teman juga memberi dukungan saat kita susah dan membutuhkan pertolongan, teman bahkan menjauhkan kita dari masalah dan depresi. Bahkan, temanlah yang memperkuat dan mendukung semua cita-cita dan harapan kita. Makanya, mari kita perbanyak teman. Jaga sikap kita untuk keutuhan pertemanan. Kembangkan sikap mau membantu, antusias, berjiwa besar, dan selalu terbuka untuk saling memberi. Mari kita tidak saling mengecewakan teman. Dan kamu temanku, saya temanmu!*     

     

                                                                                                                                                                    (14 Juli 2012)

    Selengkapnya.

menu lainnya