website resmi pemerintah provinsi sulawesi selatan http://sulselprov.go.id

“Pikirkan saja yang Baik”

  • 1781 pengunjung
  • 2468 hits
  • 23 Feb 2016

Apa yang menjadi tulisan ini diilhami dengan statement terakhir ayahanda H.M. Yasin Limpo yang akrab kami sapa “Tetta”, lima hari sebelum beliau meninggal kepada cucunya. Kala itu, seorang cucunya bertanya : “Tetta, seperti apa yang harus saya tapaki untuk menjadi pemimpin yang baik di masa depan,” dan Tetta langsung menjawab: “Kalau kau mau jadi pemimpin yang baik, pikir saja yang baik-baik. Pakailah otakmu, karena itu hebat, itu luar biasa”,

You become would you think! Tahukah kita bahwa pikiran adalah alat ukur yang digunakan manusia untuk memilih sesuatu yang lebih baik dan lebih menjamin masa depan. Manusia dapat membedakan yang bermanfaat dan yang tidak bermanfaat, antara yang halal dan haram, antara positif dan negatif karena ia menggunakan pikirannya. Oleh karena manusia mampu membedakan dirinya, diri kita sebagai manusia mampu membedakan dirinya, diri kita sebagai manusia, batu, binatang dan lain adalah dari fikiran kita.

Binatang, pohon dan makhluk ciptaan Ilahi lainnya, tidak punya pikiran. Mereka tidak punya hati seperti kita manusia. Sebab itu apa yang terjadi hari ini tergantung apa yang kita fikirkan saat ini dan apa yang terjadi besok ditentukan kemana fikiran kita hari ini kita bawa atau dengan kata lain perasaan dan perbuatan kita dimulai dari mana fikiran kita bawa. Karena fikiran mendorong setiap perbuatan. Bahkan fikiran menentukan kondisi jiwa, tubuh, kepribadian kita, perasaan kita dan percaya diri kita juga terjadi karena dorongan fikiran kita.

Bahkan seorang filsuf yang sangat terkenal di dunia, Socrates mengatakan bahwa “dengan fikiranmu dunia bisa berbunga-bunga atau berduri-duri tergantung kamu”, Plato, filsuf dari Yunani kuno mengatakan, “sumber sumber dari setiap perilaku adalah fikiran. Dengan fikiran kita bisa maju atau mundur. Tetapi dengan fikiran kita bisa bahagia atau sengsara”, dan seperti kata Tetta Yasin Limpo agar “fiki-fikir saja yang baik-baik”, itu tertanda bahwa fikiran adalah segalanya.

Salah satu inti pada buku yang terbilang sukses, best seller buku yang banyak dikenal orang yakni : The Secret” yang ditulis Rhonda Biyrne tahun 2007, bahwa kita juga bisa mengkaji bahwa jika kamu ingin sukses, pelajarilah sukses itu dan berfikirlah seperti orang-orang sukses. Jika kamu ingin bahagia, pelajarilah tentang apa kebahagiaan itu dan fikirkanlah seperti orang-orang yang bahagia.

Ingat, kalau berbohong itu menjadi kebiasaan, maka fikiran membawa anda untuk terus berbohong, maka anda menjadi pembohong. Terserahlah, tapi bawa fikirannu kepada positif yang besar, gaulilah fikiran itu seakan-akan terus terjadi, makin baik, makin besar dan kamu akan rasakan bahwa fikiranmu adalah kekuatanmu. Don’t ever better your mind. Jangan pernah merintangi fikiranmu, karena ternyata potensimu jauh lebih besar dari apa yang selama kini kamu sadari pada dirimu. Karena itu sebelum memilih fikiran tertentu, fikirkan yang baik-baik. Lalu kita menetapkan fikiran yang akan menjadi kekuatan untuk mengorientasikan perjalanan kehidupan ke depan.*

 

Terkait

    • 1705 pengunjung
    • 2275 hits
    • 22 02 2016

    Seorang panglima perang yang tangguh mengajak seluruh anak buahnya untuk merebut pulau. Setelah seluruh perahu bersandar di pantai pulau yang akan direbut, dia kemudian memerintahkan untuk membakar semua perahu yang ada di pantai “Don’t look back”-teriaknya itulah makna “the point of no return,” titik dimana tidak ada lagi kesempatan untuk kembali. Tekad itu merupakan suatu upaya menghadirkan keberanian karena meyakini kebenaran dan berjuang tanpa kata menyerah. Makanya, “don’t stop!” hingga berhasil merebut pulau tersebut.*

                                                                                                                                                    (5 Juli 2012)

    Selengkapnya.
    • 1624 pengunjung
    • 2175 hits
    • 22 02 2016

    Kalau kita berjalan danterus melangkah memperjuangkan kebenaran yang hendak diraih, maka satu-satunya peluang adalah terus melangkah dan menaklukkan apapun yang yang ada di hadapan kita. Bila ada jalan buntu, maka pilihannya hanya : 1) menerima apa adanya dan menyerah; serta 2) berpikira dan mengerahkan segala upaya menerobos dan menemukan jalan baru untuk menggapai tujuan. Apalagi, keadaan-keadaan mendesak justru menjadi kjreativitas dan motivasi untuk meraihnya, “Never give up” (tak pernah menyerah). Toh, kita berada pada posisi “the point of no return”. Maka, “Don‘t Stop, Komandan!”*

     

                                                                                                                                                    (5 Juli 2012)

    Selengkapnya.
    • 1749 pengunjung
    • 2329 hits
    • 22 02 2016

    Teman adalah jimat dan obat mujarab serta mampu menyembuhkan berbagai penyakit. Untuk itu, kita semua wajib menjaga pertemanan dan sebisa mungkin jangan dikecewakan. Toh, teman menjadi solusi terbaik kalau kita stress, teman adalah penasihat dan penular kebaikan, teman juga memberi dukungan saat kita susah dan membutuhkan pertolongan, teman bahkan menjauhkan kita dari masalah dan depresi. Bahkan, temanlah yang memperkuat dan mendukung semua cita-cita dan harapan kita. Makanya, mari kita perbanyak teman. Jaga sikap kita untuk keutuhan pertemanan. Kembangkan sikap mau membantu, antusias, berjiwa besar, dan selalu terbuka untuk saling memberi. Mari kita tidak saling mengecewakan teman. Dan kamu temanku, saya temanmu!*     

     

                                                                                                                                                                    (14 Juli 2012)

    Selengkapnya.

menu lainnya