website resmi pemerintah provinsi sulawesi selatan http://sulselprov.go.id

Tidak Mudah Jadi Pemimpin

  • 1487 pengunjung
  • 1973 hits
  • 24 Feb 2016

MENJADI  pemmpin di era transisi seperti saat ini, sungguh sangat berat. Apapun yang kamu perbuat,belum tentu membuat orang lain merasa baik, apalagi puas. Pasalnya, bisa memjadi kondisi ekonomi sosial masih terpuruk,tuntutan masyarakat sangat luas, kompleksitas permasalahan muncul , di sisi lain sumber daya ang ad asnagat terbatas.

            Kalau begitu, semua permaslah itu membutuhkan kerja exraordinary , yang luar biasa dari para pemimpin denga melakukan kegiatan nyata la[anga yang kreatif ,inovatif, dan berorientasi pada kepentingan orang banyak atau masyarakat sebab pemimpin dituntut memberi pelayanan yang CCA ( cepat,cermat, dan akurat), serta mendorong edukasi dan pemberdayaan  masyarakat agar makin bisa mandiri memecahkan masalahnya.

            Pemimpin tidak boleh hanya mengandalkan intuisi. Harus terus meng-grade,meningkat kemampuan intelektual, frame akademik, kemampan dalam mengimplemwntasi tugas, serta mempertajam visi kedepan sesuai tantangan era yang harus bisa makin percaya perlunya managemen by electronic,e-budgwt,e-paying, dan lain-lain. Namun , di balik itu segalanya,pemimpin harus makin baik etika,moralnya, doa,dan ibadahnya,sehingga dia menjadi pemimpin  yang bisa menjadi teladan. Juga, sehat pikirannya,sehat hatinya, sehat tubuhnya,dan bisa menjadi panutan bagi anak buah dan masyarakat.

            Lantas,apakah kamu dan aku termasuk pemimpin seperti itu? Mari,kita tanyakan pada  diri kita masing-masing. Kalau belum, tentulah belum terlamba untu kita mengayomi rakyat, makin baik, makin tukus bekerja , dan buang cara dulu  yang tidak efektif apalagi berbahya, serta hindari penyelewengan dan korupsi. Dan,mari kita saling mengingatkan secara beradab, agar kita menjadikan secsrs terbaik. Pasti kita bisa.!

 

(Makassar,21 Agustus 2014)

 

Terkait

    • 1588 pengunjung
    • 2261 hits
    • 22 02 2016

    Seorang panglima perang yang tangguh mengajak seluruh anak buahnya untuk merebut pulau. Setelah seluruh perahu bersandar di pantai pulau yang akan direbut, dia kemudian memerintahkan untuk membakar semua perahu yang ada di pantai “Don’t look back”-teriaknya itulah makna “the point of no return,” titik dimana tidak ada lagi kesempatan untuk kembali. Tekad itu merupakan suatu upaya menghadirkan keberanian karena meyakini kebenaran dan berjuang tanpa kata menyerah. Makanya, “don’t stop!” hingga berhasil merebut pulau tersebut.*

                                                                                                                                                    (5 Juli 2012)

    Selengkapnya.
    • 1535 pengunjung
    • 2162 hits
    • 22 02 2016

    Kalau kita berjalan danterus melangkah memperjuangkan kebenaran yang hendak diraih, maka satu-satunya peluang adalah terus melangkah dan menaklukkan apapun yang yang ada di hadapan kita. Bila ada jalan buntu, maka pilihannya hanya : 1) menerima apa adanya dan menyerah; serta 2) berpikira dan mengerahkan segala upaya menerobos dan menemukan jalan baru untuk menggapai tujuan. Apalagi, keadaan-keadaan mendesak justru menjadi kjreativitas dan motivasi untuk meraihnya, “Never give up” (tak pernah menyerah). Toh, kita berada pada posisi “the point of no return”. Maka, “Don‘t Stop, Komandan!”*

     

                                                                                                                                                    (5 Juli 2012)

    Selengkapnya.
    • 1627 pengunjung
    • 2304 hits
    • 22 02 2016

    Teman adalah jimat dan obat mujarab serta mampu menyembuhkan berbagai penyakit. Untuk itu, kita semua wajib menjaga pertemanan dan sebisa mungkin jangan dikecewakan. Toh, teman menjadi solusi terbaik kalau kita stress, teman adalah penasihat dan penular kebaikan, teman juga memberi dukungan saat kita susah dan membutuhkan pertolongan, teman bahkan menjauhkan kita dari masalah dan depresi. Bahkan, temanlah yang memperkuat dan mendukung semua cita-cita dan harapan kita. Makanya, mari kita perbanyak teman. Jaga sikap kita untuk keutuhan pertemanan. Kembangkan sikap mau membantu, antusias, berjiwa besar, dan selalu terbuka untuk saling memberi. Mari kita tidak saling mengecewakan teman. Dan kamu temanku, saya temanmu!*     

     

                                                                                                                                                                    (14 Juli 2012)

    Selengkapnya.

menu lainnya