website resmi pemerintah provinsi sulawesi selatan http://sulselprov.go.id

Ubah Cara berpikirmu!

  • 1578 pengunjung
  • 2179 hits
  • 24 Feb 2016

CARA berpikir atau kerap disebut “mindset” adalah hal pertama yang harus kita ubah jika kita mau menang dan sukses. Semua buku tentang sukses mengatakan “you become what you thing” – kamu menjadi apa yang kamu pikirkan – bahwa orang sukses itu karena dia memahami kekuatan mindsetnya. Karena dari cara berpikir itu hadir “passion” sebagai daya dorong yang penuh gairah dan hasrat yang sepenuh hati.

            Contoh mindset yang paling mudah yakni, kalau pikiranmu kalah maka kamu pasti kalah. Jika pikiranmu tidak berani, pastilah kamu tidak berani. Bila kamu mau menang tetapi pikiranmu tidak bisa atau tidak menang, ya... kamu tidak menang.

            Tanda-tanda seseorang melangkah atau didorong oleh mindset-nya, dapat dilihat pada:

  1. Setiap langkah dan momentum dia manfaatkan untuk meraih sukses-sukses kecil, sedang, dan besar.
  2. Kepada dirinya, istri, dan anak-anaknya, dia berkomitmen menang dan tidak iseng-iseng mengejar kesuksesan
  3. Mereka memperlihatkan responnya, gairahnya, dan tanggung jawabnya pada orang di sekitarnya – dia mau dibilang hebat tetapi tidak sok paling pintar dan hebat
  4. Kalau ada yang kurang, salah, fan tidak berkenan, dia tidak menyalahkan orang lain dan takdir
  5. Dengan mindset-nya dia dapat mendorong ibu-bapak dan keluarga berdoa bersamanya, misalnya zikir.

Oleh karena itu, hadirkan mindset-mu dalam kerjamu, dalam kompetisi dan belajarmu untuk meraih hidup yang makin maju dan berkualitas.

                                               

                                                                        (Jakarta-Makassar,25 Januari 2014)                                     

Terkait

    • 1549 pengunjung
    • 2258 hits
    • 22 02 2016

    Seorang panglima perang yang tangguh mengajak seluruh anak buahnya untuk merebut pulau. Setelah seluruh perahu bersandar di pantai pulau yang akan direbut, dia kemudian memerintahkan untuk membakar semua perahu yang ada di pantai “Don’t look back”-teriaknya itulah makna “the point of no return,” titik dimana tidak ada lagi kesempatan untuk kembali. Tekad itu merupakan suatu upaya menghadirkan keberanian karena meyakini kebenaran dan berjuang tanpa kata menyerah. Makanya, “don’t stop!” hingga berhasil merebut pulau tersebut.*

                                                                                                                                                    (5 Juli 2012)

    Selengkapnya.
    • 1500 pengunjung
    • 2161 hits
    • 22 02 2016

    Kalau kita berjalan danterus melangkah memperjuangkan kebenaran yang hendak diraih, maka satu-satunya peluang adalah terus melangkah dan menaklukkan apapun yang yang ada di hadapan kita. Bila ada jalan buntu, maka pilihannya hanya : 1) menerima apa adanya dan menyerah; serta 2) berpikira dan mengerahkan segala upaya menerobos dan menemukan jalan baru untuk menggapai tujuan. Apalagi, keadaan-keadaan mendesak justru menjadi kjreativitas dan motivasi untuk meraihnya, “Never give up” (tak pernah menyerah). Toh, kita berada pada posisi “the point of no return”. Maka, “Don‘t Stop, Komandan!”*

     

                                                                                                                                                    (5 Juli 2012)

    Selengkapnya.
    • 1580 pengunjung
    • 2302 hits
    • 22 02 2016

    Teman adalah jimat dan obat mujarab serta mampu menyembuhkan berbagai penyakit. Untuk itu, kita semua wajib menjaga pertemanan dan sebisa mungkin jangan dikecewakan. Toh, teman menjadi solusi terbaik kalau kita stress, teman adalah penasihat dan penular kebaikan, teman juga memberi dukungan saat kita susah dan membutuhkan pertolongan, teman bahkan menjauhkan kita dari masalah dan depresi. Bahkan, temanlah yang memperkuat dan mendukung semua cita-cita dan harapan kita. Makanya, mari kita perbanyak teman. Jaga sikap kita untuk keutuhan pertemanan. Kembangkan sikap mau membantu, antusias, berjiwa besar, dan selalu terbuka untuk saling memberi. Mari kita tidak saling mengecewakan teman. Dan kamu temanku, saya temanmu!*     

     

                                                                                                                                                                    (14 Juli 2012)

    Selengkapnya.

menu lainnya