website resmi pemerintah provinsi sulawesi selatan http://sulselprov.go.id

WTP, Menjaga Harga Diri

  • 1606 pengunjung
  • 1857 hits
  • 12 Apr 2016

Soal penghargaan wajar tanpa pengecualian (WTP) dari BPK yang sudah lima kali dikantongi Sulsel, bagi SYL, dari prestasi demi prestasi harus ada penghargaan kepada mereka yang berhasil mencapainya. Semua prestasi yang dicapai itu bukan karena ada Gubernur, melainkan karena semua pihak terlibat. Dan, yang paling penting sebetulnya adalah membangun system untuk bisa bekerja dengan kejelasan target, kejelasan order, dan kejelasan goal.

Oleh sebab itu, seorang  gubernur harus bisa memperjelas keinginannya kepada seluruh stakeholder yang ada di bawaahnya. Tidak boleh abu-abu. Tidak boleh tidak jelas begitu. Kejelasan itu menjadi sangat menentukan.

Tidak hanya itu, setelah jelas tujuannya, setelah jelas goal-nya, harus dibuat tiga agenda yang dia lakukan. Keatu, mindset dan agenda intelektual dari masing-masing pejabat sampai ke struktur yang paling bawah terhadap tujuan dan goal itu dipahami dengan pikirannya.

Kedua, harus jelas manajemennya untuk mencapai itu. Manajemen itu terdiri atas regulasi dan kebijakannya harus dibuat. Kedua kejelasan koordinasi kelembagaan, kejelasan tahapan-tahapan yang harus dia pakai. Kalau kita ke Pare-pare, tidak bisa langsung dari Barru, tetapi harus start dari Makassar. Seperti itu. Jadi, dia tahu tahapan-tahapanta. Dia tahu uang bisa mendukungnya berapa? Dan bagaimana memanfaatkan uang itu.

Ketiga, dia tidak mungkin sendiri dan membutuhkan orang lain. Kalau ini ada, maka target itu jelas. Katakanlah WTP itu jelas. Hanya dengan WTP, maka kita yakin administrasi kita baik. Kalau administrasi kita baik, kita yakin penyimpangan dan penyelewengan bisa kita hindari. Berarti kita terhindar dari korupsi. Kalau terhindar dari korupsi berarti kita mampu menjaga harga diri. Dan, kalau kita mampu menjaga harga diri, berarti ini akan membahagiakan anak istri dan keluarga. Kira-kira begitulah yang seharusnya ada. Dan, harus dicontohkan oleh para pemimpinnya. Mau mencapai, tetapi pemimpinnya main-main. Pemimpinnya sendiri nggak bisa dipegang. Susah.

Rammang-Rammang 4 Agustus 2015

 

Terkait

    • 1762 pengunjung
    • 2281 hits
    • 22 02 2016

    Seorang panglima perang yang tangguh mengajak seluruh anak buahnya untuk merebut pulau. Setelah seluruh perahu bersandar di pantai pulau yang akan direbut, dia kemudian memerintahkan untuk membakar semua perahu yang ada di pantai “Don’t look back”-teriaknya itulah makna “the point of no return,” titik dimana tidak ada lagi kesempatan untuk kembali. Tekad itu merupakan suatu upaya menghadirkan keberanian karena meyakini kebenaran dan berjuang tanpa kata menyerah. Makanya, “don’t stop!” hingga berhasil merebut pulau tersebut.*

                                                                                                                                                    (5 Juli 2012)

    Selengkapnya.
    • 1674 pengunjung
    • 2186 hits
    • 22 02 2016

    Kalau kita berjalan danterus melangkah memperjuangkan kebenaran yang hendak diraih, maka satu-satunya peluang adalah terus melangkah dan menaklukkan apapun yang yang ada di hadapan kita. Bila ada jalan buntu, maka pilihannya hanya : 1) menerima apa adanya dan menyerah; serta 2) berpikira dan mengerahkan segala upaya menerobos dan menemukan jalan baru untuk menggapai tujuan. Apalagi, keadaan-keadaan mendesak justru menjadi kjreativitas dan motivasi untuk meraihnya, “Never give up” (tak pernah menyerah). Toh, kita berada pada posisi “the point of no return”. Maka, “Don‘t Stop, Komandan!”*

     

                                                                                                                                                    (5 Juli 2012)

    Selengkapnya.
    • 1820 pengunjung
    • 2339 hits
    • 22 02 2016

    Teman adalah jimat dan obat mujarab serta mampu menyembuhkan berbagai penyakit. Untuk itu, kita semua wajib menjaga pertemanan dan sebisa mungkin jangan dikecewakan. Toh, teman menjadi solusi terbaik kalau kita stress, teman adalah penasihat dan penular kebaikan, teman juga memberi dukungan saat kita susah dan membutuhkan pertolongan, teman bahkan menjauhkan kita dari masalah dan depresi. Bahkan, temanlah yang memperkuat dan mendukung semua cita-cita dan harapan kita. Makanya, mari kita perbanyak teman. Jaga sikap kita untuk keutuhan pertemanan. Kembangkan sikap mau membantu, antusias, berjiwa besar, dan selalu terbuka untuk saling memberi. Mari kita tidak saling mengecewakan teman. Dan kamu temanku, saya temanmu!*     

     

                                                                                                                                                                    (14 Juli 2012)

    Selengkapnya.

menu lainnya