Dialog Interaktif Diikuti Gubernur Sulsel dan Ketua KPK

blog-detail.jpg

Ditengah Pandemi Covid-19, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),  Firli Bahuri menegaskan gubernur harus fokus dan mengarahkan program kegiatan pada keselamatan masyarakat karena itulah yang paling utama.

Hal itu diungkapkan ketua KPK pada dialog intreraktif Komisi Pemberantasan Korupsi bersama gubernur se-Indonesia yang juga diikuti Gubernur Sulawesi Selatan,  Nurdin Abdullah Rabu, 24 Juni 2020.

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi,  Firli Bahuri mengaku sangat memahami tantangan yang dihadapi para gubernur dalam penanganan pandemi Covid-19, terutama dengan kondisi terjadi penurunan belanja barang, belanja modal dan transfer keuangan daerah.

"Saya mengajak para Gubernur untuk dapat memperkuat sinergi dan meningkatkan efektivitas dalam pencegahan dan pemberantasan korupsi.termasuk di tengah pandemi Covid-19 termasuk terus bekerja keras dalam penanganan virus berbahaya ini,"pungkasnya. 

Ketua KPK menambahkan sebagai langkah pencegahan korupsi maka telah diterbitkan surat edaran. 

"Mencegah terjadinya tindak korupsi maka KPK telah mengeluarkan surat edaran yang menjadi rambu-rambu,untuk pengadaan barang dan jasa, termasuk dilakukan kajian sistem, evaluasi dan memberikan rekomendasi,"tambahnya.

Diketahui sesuai amanat Undang Undang, KPK berwenang melakukan upaya pencegahan korupsi. Sejak 2016 KPK melakukan pendampingan terhadap pemerintah daerah dengan mendorong perbaikan tata kelola pemerintahan  di 34 provinsi meliputi 542 pemda di seluruh Indonesia.

Rabu (24 Juni 2020) Diskominfo

Register For Vote