Gubernur Ingin Industri Perfilman di Indonesia Dibangkitkan dari Sulsel

blog-detail.jpg

Gubernur Sulawesi Selatan, Prof HM Nurdin Abdullah menginginkan industri perfilman di Indonesia bisa dibangkitkan dari Sulawesi Selatan. Olehnya itu Nurdin Abdullah mendorong seluruh pemain film "Anak Muda Palsu" agar bisa melahirkan film-film yang menggugah seluruh penonton.

"Sekarang ini industri layar lebar semakin menurun peminatnya. Muncul para kreasi anak muda Sulsel untuk membuat film dan saya kira ini harus kita support, masyarakat Sulawesi Selatan harus nonton semuanya," kata Nurdin Abdullah di depan awak media, di Jalan Pengayoman Makassar, Kamis (4/7/2019).

Ia mengaku, ada beberapa nilai positif yang dapat dipetik dari pemain dan sutradara film tersebut. Salah satunya mereka walaupun santai tapi bisa menyelesaikan kuliah dan ada nilai sebuah kebersamaan.

"Persahabatan itu poin penting. Kedua tidak ada yang menonjol satu sama lain, mereka walaupun si Abu anak berada tapi mau bergabung dengan teman-temannya yang lain," kata Nurdin Abdullah.

Ia mengusulkan supaya film ini bisa diputar di daerah-daerah yang banyak perantau asal Sulsel. Karena ini bisa menjadi daya tarik, utamnya dialek khas dari Film Anak Muda Palsu tersebut. Nurdin bahkan menilai seluruh pemain dari film tersebut adalah generasi yang berbakat.

"Adek-adek ini adalah orang-orang yang berbakat. Kita tidak akan kalah dengan yang ada di Jawa. Mereka hebat, kalau saya jempol buat teman-teman. Tapi yang ingin saya sampaikan bahwa industri layar lebar harus bangkit dari Sulawesi Selatan," tegasnya.

Gubernur Sulsel didampingi isteri tercinta, Liestiaty F Nurdin, anak bungsu M Fathul Fauzy Nurdin alias Uji juga bersama istri tercinta. 
menjadi penonton pertama sebagai bentuk menghargai karya anak bangsa. 

Selain Gubernur Sulsel dan keluarga hadir juga Sekertaris Daerah Provinsi Sulsel, Abdul Hayat dan rombongan lainnya. 

Kamis, 4 Juli 2019 (Srf/Na)

Register For Vote